IPLA, 4 Tips Membuat Tabel Efektif

Apa temuan terpenting manusia yang seringkali dilupakan? Bagi saya, salah satu jawabannya adalah tabel. Setahu saya tidak ada makhluk yang membuat tabel selain manusia. Sebabnya, manusia senang dengan keteraturan. Kita suka mengelompokkan berdasarkan kriteria tertentu supaya lebih indah serta mudah masuk pikiran.

Sekarang, tabel sering dipakai namun cuma di dunia akademis atau bisnis. Untuk urusan sehari-hari, kita cenderung mengabaikannya. Padahal tabel merupakan alat yang sangat berguna apabila kita tahu cara menggunakannya. Tidak peduli ditulis di kertas atau diolah di spreadsheet.

Tips menggunakan tabel secara efektif

Kali ini saya mau berbagi tips menggunakan tabel di kehidupan sehari-hari. Ilmu ini saya dapat ketika bekerja dengan konsultan dari firma kelas dunia. Kita menangani banyak hal dalam suatu proyek. Supaya tidak pusing, kita membuat tabel untuk melacak aktivitas inti proyek. Tabel ini jadi pegangan penting untuk menjaga proyek sesuai jadwal. Saking pentingnya, saya bisa ditegur para bos kalau tabelnya ngaco.

Jadi bagaimana cara membuat tabel yang efektif? Saya merangkumnya menjadi empat langkah yang disingkat menjadi IPLA. Dengan mengaplikasikan IPLA, pembaca bisa lebih rapi dalam menata berbagai urusan.

Berikut penjabarannya. Baca lebih lanjut

Iklan

Menjawab Spontan dan Berkesan

Beberapa orang menganggap saya pemikir yang masuk akal tapi nyeleneh. Dan saya sadar memang nyeleneh. Bentuk terjelas dari sifat ini adalah jawaban saya kalau ditanya. Biasanya saya menjawab spontan, baik lisan atau tertulis. Nah, spontanitas itulah yang bikin saya geleng-geleng sendiri pas baca riwayat chat di aplikasi.

“Keren juga ya omonganku ini, padahal nggak pakai mikir” #songong

Tapi lewat jawaban spontan dan nyeleneh inilah saya kadang dikenal. Nah, meskipun spontan, saya cenderung punya kekhasan dalam ngomong atau menulis. Bisa dibilang ini tips untuk ngomong nyeleneh tapi masuk ingatan orang lain hehe.

Tiap orang punya karakter dan cara bicara. Tapi dengan sedikit pembelajaran, anda bisa mengeluarkan kalimat yang menarik. Mungkin berguna juga untuk menulis novel. Inilah empat tips menjawab spontan dan berkesan.

  1. Pakai kalimat berima atau berpola
  2. Gunakan Analogi
  3. Gunakan Penyampaian yang Tidak Biasa
  4. Tambahkan Hiperbola Secukupnya

Penasaran? Simaklah cara ngomong spontan dan berkesan ala Yogi.

Kalimat Berima atau Berpola

Saya suka pola. Rima adalah fitur bahasa yang mengikuti pola. Kalau dengar kalimat dengan suku kata sinkron di akhir bikin telinga adem hehe. Karya sastra lama juga ketat dalam aturan rima untuk menciptakan harmoni.

Contoh:

Obrolan saya dan Riri di WhatsApp
Y : Kamu hari ini dari mana?
R : Aku habis dari diskusi di Fisipol, tentang agama perlawanan.
Y : Wah kamu diskusi di Fisipol bisa mumet pol.
R : Hahaha, memang iya.

Saya juga suka kalimat berpola. Tidak harus berima, yang penting mirip di bagian awal dan akhir.

Contoh:

  • Kita harus duduk sepaket supaya sepakat.
  • Scrum di pagi hari, kram di sore hari. (rada lokal, bahasa agile software development)

Baca lebih lanjut

Tips Keamanan Informasi: Cek Sebelum Klik

Beberapa hari belakangan di Line saya banyak muncul postingan yang memperingatkan banyaknya akun hoax. Ciri-ciri akun hoax tersebut biasanya:

  1. mensyaratkan like dan share
  2. menjanjikan hadiah/imbalan besar (yang biasanya PHP)
  3. mempromosikan secara berlebihan atau mendadak beda dengan maksud awal keberadaan akun.
Akun line hoax

Tersangka akun hoax. 1000 coin itu ratusan ribu nilainya. Nggak mungkin orang kasih secara cuma-cuma.

Terus karena teman-teman sepergaulan mulai memikirkan soal lowongan kerja (ah, jadi kelihatan nih sudah mahasiswa akhir zaman), tawaran kerja dari perusahaan ini itu kerap bermunculan di grup media sosial. Suatu ketika ada tawaran kerja dari perusahaan multinasional muncul di grup. Pasti banyak yang tertarik, khas mahasiswa ITB. Tiba-tiba muncul satu message yang bilang itu tawaran kerja hoax. Tahunya dari mana? Ternyata postingan lowongan kerja itu mensyaratkan email berisi CV dikirim ke *******indonesia@yahoo.co.id. Masa perusahaan segede itu pakai e-mail gratisan? Nggak mungkin terlalu fakir buat beli domain kan?

Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Ini bukan barang baru. Modus penipuan ini bernama social engineering (silakan googling) dan berevolusi sejalan kemajuan teknologi. Tujuan social engineering ini adalah membuat pelaku penipuan memperoleh informasi rahasia atau manfaat lain. Misalnya menjadi beken karena banyak like dan share dari ‘korban’. Herannya, modus usang seperti ini masih bisa menjaring banyak korban. Hmm, mungkin manusia memang suka di PHP-in? Ups 😛

Terus bagaimana cara mengatasinya? Baca lebih lanjut

Tips wawancara kerja

Tips Menjawab Pertanyaan Teka-teki Saat Interview

Saya kurang tahu apakah metode rekrutmen seperti ini sudah digunakan di Indonesia. Di perusahaan multinasional, terutama yang berbasis teknologi macam Google dan Microsoft, sudah menerapkannya sejak lama. Jadi ketika diwawancara/interview untuk seleksi masuk perusahaan, sang calon pegawai kadang-kadang diberi pertanyaan yang nyeleneh dan unik. Mirip seperti teka-teki. Ini contohnya:

  1. Berapa jumlah penduduk Indonesia yang bergolongan darah O?
  2. Seandainya Anda punya usaha penyewaan helikopter untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, berapa tarif per jam yang Anda kenakan pada konsumen?

Ujian Terselubung

Kalau mendengar pertanyaan seperti itu, tak perlu heran. Tetap saja bersikap tenang. Menurut biginterview.com, pertanyaan teka-teki memiliki maksud untuk menguji kemampuan kandidat Baca lebih lanjut