Persib Juara, Bandung Gempita

Postingan ini dibikin cepat-cepat setelah saya melihat di televisi bahwa Persib mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 dan menjadi juara Piala Presiden 2015. Suasana lingkungan rumah yang tadinya sepi mencadi pecah dengan suara teriakan, kembang api, dan raungan motor. Seluruh kota bersuka cita. Ya! Semuanya. Tidak ada kota lain yang menggandrungi tim sepakbolanya seperti Bandung.

Sesaat kemudian terdengar lagu-lagu. Saya melihat orang-orang turun ke jalan. Laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Semua beratribut biru kebanggaan Bandung. Sungguh pemandangan dahsyat.

Persib juara Piala Presiden 2015 (Sumber: Tribunnews.com)

Bandung sedang dalam tahap euforia. Sebagaimana sudah terkenal di muka bumi, euforia tersebut bisa mengarah pada sesuatu yang anarkis. Saya selalu menghimbau untuk tidak ke luar rumah apabila tidak dukung Persib atau nggak punya urusan mendesak. Terutama kendaraan dengan plat B. Memang kebodohan ini masih sulit hilang, namun kalau masih sayang nyawa menurut sajalah. Saya dan teman yang naik mobil berplat B langsung pulang setelah pukul empat sore. Gerbang tol Pasteur pun sudah macet sejak lepas ashar.

Saya senang kalau Persib menang, tapi bukan tipe orang yang berkonvoi sampai pagi. Overall, selamat buat Persib ūüėÄ

Serangan LGBT di Internet

Ketika pertama kali buka dasbor¬†Wordpress hari ini, saya terkejut karena header nya warna pelangi. Setelah lihat berita sedikit-sedikit, saya menyadari bahwa ini adalah bentuk selebrasi diresmikannya pernikahan sejenis (gay marriage) di Amerika Serikat. Nampaknya si WordPress ini ikut-ikut mendukung gerakan LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender). Kemudian kalau Anda melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “LGBT” atau “gay marriage” bakal muncul warna pelangi juga.

FYI, gambar pelangi itu merupakan lambang “resmi” dari LGBT. Mungkin menyatakan bahwa manusia itu bebas untuk berekspresi sesuai kodrat yang menurut mereka benar. Prinsip yang bagi saya justru menentang kodrat.

Wordpress dashboard celebrating legalization gay marriage in USA

Dasbor WordPress versi LGBT

Google celebrates LGBT by banner

Kalau ketik LGBT, nanti hasilnya muncul seperti ini

Ini gambar Fanpage FB The White House setelah meresmikan peraturan pernikahan sejenis.

Saya menulis bukan karena ikut mendukung LGBT. Saya sendiri berpendapat Baca lebih lanjut

Membangun Keberdayaan Sosial (Part 2): Menanggulangi Kemiskinan

Ini adalah serial postingan hasil kunjungan saya dan teman-teman Himpunan Mahasiswa Informatika ITB ke IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan). Di sana kami diberikan arahan oleh Bapak Iskandar Kutoadji, pencetus IBEKA Foundation, tentang idealisme pemberdayaan masyarakat.

IBEKA foundation Sri Mumpuni

Bapak Iskandar Kutoadji memberikan pengarahan

Part 1: Komposisi Sosial Indonesia

Kemiskinan

Menurut Pak Iskandar, kemiskinan merupakan akibat dari pembangunan yang tidak tepat. Kok bisa tidak tepat? Karena ada elemen masyarakat yang menginginkan keuntungan pribadi tanpa melihat orang lain (lihat part 1). Bagaimana makna tidak tepat itu? Pembangunan yang tidak tepat mengakibatkan terputusnya hubungan antara masyarakat lokal dan sumber daya lokal. Suatu masyarakat itu biasanya memiliki sumber daya di sekitar lingkungannya. Sumber daya tersebut menjadi tumpuan kehidupan. Makan, minum, mata pencaharian, hiburan, tergantung dari sumber daya lokal. Kalau sumber daya tersebut direnggut dari masyarakat lokal, mereka bisa apa?

Contoh penolakan pencaplokan sumber daya alam

Aksi menolak pabrik semen merupakan upaya untuk mempertahankan sumber daya lokal

Memang ironis, namun itulah yang seringkali terjadi dalam masyarakat. Ada banyak perusahaan besar yang berniat memperoleh sumber daya tanpa memperhatikan aspek masyarakatnya. Dampaknya adalah penggunaan sumber daya alam untuk kepentingan pihak tertentu. Produktivitas bertambah, sumber daya alam dieksploitasi, namun masyarakat tidak bisa menikmatinya. Padahal sumber daya alam itu asalnya milik mereka. Tidak ada yang bisa dilakukan masyarakat. Ujung-ujungnya adalah memprotes pihak pengguna sumber daya alam atau menjadi pekerja.

Konsep Pemanfaatan Sumber Daya

Sekarang, mari mengenal konsep pemanfaatan sumber daya secara lebih dalam. Di zaman modern ini, kekuatan dan kekuasaan terletak pada pemodal. Elemen terpenting yang dimiliki ketiganya adalah manajemen, teknologi, dan finansial.

Diagram modal masyarakat

Kepemilikan pemodal dan masyarakat

Para pemodal mencari hasil yang lebih dan keuntungan lebih. Mereka membutuhkan sumber daya. Nanti larinya ke sumber daya milik masyarakat. Itu merupakan sebuah keniscayaan.

Pemodal dan sumber daya

Sumber daya selalu dicari pemodal

Seperti halnya pemodal memiliki tiga aspek yang melekat sebagai milik mereka, sumber daya merupakan bagian yang melekat milik masyarakat lokal. Mengapa? Baca lebih lanjut

Membangun Keberdayaan Sosial (Part 1): Komposisi Sosial Indonesia

Dengan postingan ini juga, saya buka sesi baru di blog saya: Social Empowerment. Yaay *potong pita*. Sesi tersebut berisi pengetahuan dan pengalaman yang saya kumpulkan dalam rangka mewujudkan pemberdayaan masyarakat ūüėÄ

Ini adalah serial postingan hasil kunjungan saya dan teman-teman Himpunan Mahasiswa Informatika ITB ke IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan). Di sana kami diberikan arahan oleh Bapak Iskandar Kutoadji, pencetus IBEKA Foundation, tentang idealisme pemberdayaan masyarakat.

Intro

IBEKA Foundation merupakan sebuah organisasi non-profit yang bergerak di bidang pengembangan ekonomi dan energi daerah pedesaan. Organisasi tersebut diinisiasi tahun 1992 oleh Iskandar Kutoadji dan istrinya, Sri Mumpuni. Dalam lebih dari 20 tahun keberjalanannya, IBEKA telah memprakarsai berdirinya pembangkit listrik mikrohidro di berbagai wilayah Indonesia. IBEKA juga telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya adalah Ashden Award tahun 2012 dan Ramon Magsaysay Award tahun 2011.

IBEKA foundation Sri Mumpuni

Bapak Iskandar Kutoadji memberikan pengarahan

Kegiatan pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang mulia sekaligus menantang. Tidak banyak orang yang mampu konsisten dalam jangka panjang. Apa yang menjadi sebabnya? Kami berdiskusi dengan Bapak Iskandar di kediaman Subang untuk mendengarkan langsung fakta pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Baca lebih lanjut

Ayo melek hukum

Ayo Melek Hukum

Tulisan ini muncul karena dalam dua minggu terakhir banyak bikin makalah soal konflik sosial yang berujung pada ranah hukum. Saya bukan orang hukum, jadi nggak mengerti seluk-beluk secara detail. Yang saya pahami, kalau kita sebagai individu sudah sadar hukum sejak dini, kesiapan menghadapi tuntutan hukum bakal meningkat.

Kalau di Amerika, orang sangat melek hukum nampaknya. Dari¬†nonton berbagai jenis series soal detektif dan kriminal, saya tahu hal pertama yang diminta tersangka, “I want my lawyer.” Kalau di Indonesia? Sepertinya masih jauh. Mental sok kuasa aparat dan sogokan bicara duluan.

Di dunia ini ternyata ada saja pihak yang punya niat jahat untuk menjerumuskan seseorang. Contohnya sering nampak di KPK sekarang. Banyak penyidik KPK ditahan. Banyak pula yang dituntut tapi bisa lepas dari pemrosesan hukum. Tapi yah, itu soal lain. Sekarang yang saya bahas, bagaimana cara mempertahankan diri apabila terkena jerat hukum.

Dalam makalah yang saya bahas ada masyarakat petani melawan perusahaan perkebunan. Hal yang dipermasalahkan adalah sengketa tanah. Yang parah, dari zaman Hindia Belanda sampai sekarang, para petani selalu ada dalam posisi yang lemah (baca novel Bumi Manusia untuk mengetahui peradilan yang tak memihak pribumi). Yang bisa mereka lakukan cuma blokade jalur transportasi, protes di gerbang perusahaan, dan aksi kekerasan. Miris rasanya kalau mereka tidak tahu strategi. Pada akhirnya sebagian bakal ditangkap karena melakukan aksi kekerasan. Yang lain pun takut sampai aksi protes meredup. Apakah itu berarti perusahaan perkebunan adalah orang yang licik? Entahlah. Yang jelas mereka menang.

Ini perlu diingat: kita tidak dapat mempertahankan diri dari tuntutan hukum kecuali dengan melek hukum. Supaya melek hukum, tidak perlu menghapal pasal-pasal yang rumit. Cukup menanamkan di pikiran bahwa jalur hukum itu ada untuk mewujudkan keadilan. Selain itu, pahami pula bahwa kita sebagai warga negara memiliki hak yang tidak dapat diganggu orang lain. Kalau memang tidak bersalah, jangan takut menghadapi jalur hukum. Yang terakhir, kita perlu mengetahui akses terhadap bantuan hukum. Setahu saya saat ini ada LBH (Lembaga Bantuan Hukum) yang berperan membantu rakyat biasa mendapat dukungan untuk melalui proses hukum.

Dengan melek hukum, tidak perlu takut dengan ancaman tuntutan hukum. Keadilan bakal terkuak kalau diperjuangkan.

Jangan Minta Tolong Lewat Media Sosial

Disclaimer: Tulisan ini merupakan hasil observasi pribadi. Hasilnya belum teruji secara ilmiah. Penulis tidak bertanggungjawab atas penggunaan informasi dari tulisan ini. Kritik dan saran selalu diterima di bagian komentar.

komunikasi media sosial help

Latar Belakang

Sebagian besar usia muda di Indonesia kini berkomunikasi lewat media sosial. Rentang bahasannya beragam, mulai pembicaraan kasual hingga transaksi bisnis. Jumlah individu yang terlibat pun beragam, dari komunikasi pribadi antara dua orang hingga. Media sosial mengakomodasi kebutuhan zaman modern yang mensyaratkan pertukaran informasi serba cepat. Kelebihan utama penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi adalah pemotongan langkah komunikasi konvensional. Seseorang tidak perlu bertemu dalam ruang dan waktu yang sama, tidak peduli bagaimana keadaan orang lain, serta tidak ada batasan dalam konteks sosial. Keadaan tersebut memungkinkan pertukaran informasi secara cepat.

Di sisi lain, pemotongan langkah komunikasi konvensional mengakibatkan kurangnya ikatan antara pihak yang berkomunikasi. Hal tersebut akan menyulitkan ketika muncul kebutuhan selain pertukaran informasi. Dalam tulisan ini yang dibahas adalah sulitnya untuk meminta pertolongan seseorang lewat media sosial.

Berikut ini beberapa contoh.

mediasosial 1

Ingatlah sabda, “dan janganlah kamu mengumbar perkara tolong-menolong di media sosial, padahal kamu tidak mengetahui apapun tentangnya” #ngasal

Mungkin ada yang bertanya di grup media sosial, lalu tidak mendapat tanggapan yang memadai.

[Ngobrolin satu topik]

Orang 1: “Ide bagus tuh. Setuju gw”

Orang 2: “Setuju.”

Orang 3: “Asal nggak wacana nih wkwk”

Orang 4: “Sori guys ada yang bisa nganter gw ke Jakarta besok sore?”

[hening]

[15 menit kemudian]

Orang 2: (ngobrolin topik baru)

Bisa juga lagi perlu sesuatu, kemudian post di media sosial. Ternyata tanggapan yang muncul minimal banget.

Hai semuanya. Minta tolong isiin kuesioner untuk karya ilmiah kami yang bertema perceraian iguana ya. Caranya gampang, tinggal klik di link http://lk.pd/iguanagalau dan jawab pertanyaannya.

Makasih banyak.

1 like | 0 comments

Kalau pernah mengalami hal seperti itu, jangan sedih atau kesal karena tidak ditanggapi. Hal tersebut merupakan respon Baca lebih lanjut

Inilah Indonesia: Mengapa Pesta Pernikahan itu Mahal?

Karena untuk sewa tempat, membuat undangan, menyediakan jamuan, menyewa busana pengantin, membeli souvenir, transportasi, dan prosesi pernikahan lainnya. Apakah jawaban yang Anda bayangkan demikian? Kalau iya, tulisan ini akan membawa Anda menyelami alasan yang lebih dalam. Bukankah menurut hukum yang berlaku di Indonesia, pernikahan itu sah asalkan tercatat resmi di KUA? Dalam ajaran agama-agama yang saya ketahui, tidak ada kewajiban yang memberatkan dalam hal pelaksanaan jamuan atau resepsi pernikahan. Terdapat beberapa alasan lain yang mendasari fenomena mahalnya pernikahan. Semuanya berkaitan erat dengan budaya manusia.

Awalnya saya berniat membuat postingan ini dalam rangka merespon sebuah meme. Intisari meme tersebut kalau tidak salah demikian:

Pesta pernikahan itu nggak ada gunanya. Kita mempersiapkan biaya berjuta-juta untuk acara beberapa jam, didandani dan bersalaman dengan orang yang nggak kita kenal.

Saya coba cari file gambarnya di situs sosial media sulit sekali. Entah sudah tenggelam di mana. Mencari di Google tidak kalah sulitnya karena tidak ada kata kunci yang tepat. Namun saya harap maksudnya dapat dimengerti. Katakan saja seseorang membuat meme tersebut karena melihat fenomena pernikahan seolah-olah itu formalitas belaka. Buat apa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta hanya untuk acara sekian jam? Itu pertimbangan yang masuk akal. Namun sekaligus saya bakal mengatakan pendapat itu bersifat ignorant. Bahasa ekstremnya apatis. Mengapa? Karena bukan begitu pola pikir bangsa kita.

Bagi manusia, pernikahan merupakan event yang sangat penting dalam perjalanan hidup. Ini salah satu yang membedakan kita dengan binatang. Kita merayakan hubungan antara pria dan wanita! Pernikahan dimeriahkan oleh komunitas terdekat. Maka dalam konteks masyarakat, pernikahan adalah event sosial. Bahkan bisa menjadi event politik. Sejarah banyak mencatat bersatunya kerajaan karena sang raja memilih permaisuri dari negeri lain. Di Indonesia, nilai ini masih berlaku secara kuat. Persepsinya masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian nilai sebuah pernikahan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sadar atau tidak, biaya pernikahan itu bukan dipandang sebagai biaya yang bisa diatur sedemikian rupa agar tidak membebani keuangan, melainkan biaya yang harus dipenuhi agar seluruh prosesi pernikahan berjalan lancar. Menurut opini saya, orang Indonesia cenderung memilih berhutang untuk biaya pernikahan daripada merasionalkan biaya pernikahan.

Di sini saya berusaha menceritakan fenomena di masyarakat kita. Saya berusaha tidak memberikan judgement tertentu. Perkara seperti ini bukan untuk dicari baik buruknya. Saya menulis untuk memberikan pengertian, terutama kepada yang belum terlalu mengenal budaya sendiri. Ini sesuatu yang samar namun mengakar. Dengan memahami akar budaya, kita akan lebih bijak Baca lebih lanjut

Manajemen sosio-ekonomi dalam proyek

Manajemen Sosio-ekonomi dalam Proyek

Tulisan ini merupakan intisari dari kuliah keprofesian STI pada tanggal 2 Desember 2014 di Institut Teknologi Bandung. Kuliah diisi oleh pembicara eksternal, Bapak Teguh Haryono. Beliau saat ini adalah CEO PT. Indika Logistic and Support Services, salah satu perusahaan bidang oil & gas (ITB banget yah). Judul presentasi beliau sama dengan judul postingan ini. Saya dan teman sekelas benar-benar kagum selama kuliah tersebut. Sungguh sangat disayangkan kalau ilmu yang memukau itu tertahan saja di kepala atau dinding kelas. Jadi saya mencoba untuk menyampaikan ulang materi dari Pak Teguh lewat postingan ini. Penjelasannya panjang, tapi saya jamin bermanfaat.

———————————————————————————————–

Apa yang menentukan keberhasilan proyek?

Kalimat tersebut langsung dilontarkan pada awal presentasi. Kami yang sudah belajar manajemen proyek konvensional langsung saja menjawab, “cost, time, scope, quality

Segitiga proyek, sumber: http://www.getacoder.com

Setelah itu ditambahkan pula aspek-aspek lain. Semua itu benar, namun ada satu hal yang tidak boleh terlupakan: aspek sosial ekonomi. Sehebat-hebatnya proyek jika tidak memperhatikan dampak dan manfaat kepada masyarakat sekitar maka proyek itu takkan berhasil atau setidaknya terhambat masalah.

Para kontraktor tidak bisa berkata, “itu bukan urusan kita” ketika mendengar keluhan atau protes.

Masalah ini sangat relevan terutama di wilayah Indonesia. Banyak terjadi masalah dalam proyek karena konflik antara pelaksana proyek dengan masyarakat sekitar. Entah berapa proyek yang gagal karena tidak memperkirakan hal tersebut. Pak Teguh dalam karirnya pernah menangani proyek terkait oil & gas senilai $ 700.000.000 (tujuh ratus juta dolar amerika, dan bicaranya lempeng saja) dengan pekerja hingga belasan ribu orang. Tentunya proyek tidak bisa digagalkan begitu saja. Langkah yang beliau lakukan adalah melakukan manajemen terhadap masyarakat sekitar secara sosio-ekonomi. Tujuan akhirnya adalah memperlancar jalannya proyek sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Bagaimana cara melakukan manajemen seperti itu? Berikut adalah 7 komponen sosio-ekonomi dalam proyek:

  1. Penggunaan dan akses lahan
  2. Manajemen stakeholder
  3. Kesadaran masyarakat dan Manajemen Isu
  4. Partisipasi bisnis
  5. Pemberdayaan tenaga kerja
  6. Wilayah budaya dan arkeologis
  7. Corporate Social Responsibility

Setiap komponen memiliki peran penting untuk mewujudkan kelancaran proyek. Penjelasannya dijabarkan satu per satu sebagai berikut. Baca lebih lanjut