Eksperimen Resep Sahur dengan Oatmeal

Dalam setengah bulan kemarin, saya mengalami banyak eksperimen soal menyiapkan makan sahur. Mulai dari beli di warteg terdekat, kemudian beli nasi padang porsi jumbo buat makan malam dan makan sahur, sampai bikin makanan sendiri. Di antara semua itu, yang paling berkesan adalah saat saya sahur pakai oatmeal.

Oatmeal itu kan terbuat dari serealia. Kandungannya karbohidrat kompleks yang dicerna secara perlahan. Ideal untuk puasa. Lebih baik sahur oatmeal daripada mie instan. Kandungannya lebih baik dan harganya sama. Hanya saja ada satu kekurangan besar: oatmeal itu nggak ada rasanya. Sama sekali nggak membangkitkan selera. Sedih banget susah-susah bangun terus makan oatmeal tawar dan air putih belaka.

Makanya saya bereksperimen untuk mendapatkan sahur oatmeal yang lebih kaya rasa. Ada 5 resep oatmeal buat sahur yang mau saya bagikan, berikut ulasannya ­čśÇ

1. Oatmeal Kurma Biskuit

Ini personal favorite. Rahasia utamanya ada di biskuit. Sebab biskuit yang saya pakai adalah biskuit oat. Secara lah, biskuit oat dibikin dari oat tapi rasanya enak. Kalau dicampurkan ke oatmeal ternyata jadi enak juga.

Resep sahur dengan oatmeal

Oatmeal kurma biskuit

Bahan

  • 1┬áporsi oatmeal sesuai selera
  • 1 bungkus biskuit oat
  • 5 biji kurma, hilangkan bijinya dan potong kecil

Cara membuat

  • Campurkan oatmeal dan air panas, aduk sampai rata.
  • Tambahkan biskuit dan kurma yang sudah dipotong, aduk rata.

Komentar

Rasanya sesuai dengan biskuit yang dimasukkan. Kalau biskuit rasa almond, oatmealnya jadi berasa almond dengan sentuhan manis kurma. Saran saya, jangan campur dengan biskuit yang beda rasa. Baca lebih lanjut

Ramadhan Adalah Sale Season

Obral pahala bulan Ramadhan

Seperti musim obral yang terjadi sesaat dalam setahun, Ramadhan adalah bulan spesial dimana Allah memberikan “obral” kepada umat muslim di seluruh dunia. “Obral” yang dimaksud adalah berlimpahnya pahala dan ampunan.

Bayangkan saja, setiap huruf pujian yang terucap dijanjikan pahala berlipat. Setiap ibadah wajib maupun sunnah dijanjikan keutamaan di dunia maupun akhirat. Bisa dicari lah detail keutamannya gimana, lewat kitab hadits dan kultum terdekat :D. Yang saya tekankan di sini, kalau bulan Ramadhan disadari sebagai musim obral untuk muslim, sungguh merugi kalau dijalani dengan sekedar menahan lapar di siang hari dan tarawih di malam hari.

Bahkan bulan Ramadhan itu lebih istimewa daripada sale season biasa. Mengapa?

  • Tidak ada batasan jumlah barang (dalam hal ini ampunan dan pahala) yang diobral. Kita boleh ambil sebanyak-banyaknya.
  • Seiring berjalannya waktu, obralan semakin besar. Puncaknya ada di sepertiga akhir Ramadhan.
  • Ada berbagai bonus, seperti Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar.

Saya ibaratkan bulan Ramadhan ini sebagai satu lorong panjang shopping mall. Umat muslim berdesakan mengantri di depan pintu mall. Ketika pintu mall dibuka, umat muslim mengalami euforia Ramadhan. Masjid penuh, media sosial berisi siar ucapan maaf lahir batin (padahal masih Ramadhan), anak-anak berkeliling kampung membangunkan sahur. Seperti suasana dalam shopping mall yang terasa hidup, orang sibuk mencari barang diskon.

Dalam keberjalanannya, orang-orang mulai merasa cukup dengan apa yang diusahakan. Nah, di ujung lorong shopping mall ini ada sesuatu berkilauan bernama Idul Fitri. Mulai pertengahan hingga akhir, banyak orang lebih memilih mengejar Idul Fitri daripada mengisi kantong dengan barang obral. Padahal sale paling besar ada di ujung lorong shopping mall. Begitu sudah sampai di Idul Fitri yang berkilauan, pintu shopping mall pun tertutup. Idul Fitri memang menyenangkan, namun sebagian tidak menyadari apa yang telah dilewatkan. Penyesalan biasanya datang di akhir. Bukan saat Idul Fitri, melainkan lama setelah itu.

Mumpung masih tanggal muda, ayo manfaatkan sale season Ramadhan dengan sebaik-baiknya.