Pasar Seni ITB 2014

Pasar Seni ITB: Aku, Kita, dan Semesta

Tanggal dua puluh tiga, bulan sebelas, tahun dua ribu empat belas.

Pasar Seni ITB sangat besar dan tak bisa digambarkan secara menyeluruh dalam sehari. Setiap orang punya ceritanya masing-masing.

Hari yang menyenangkan, melelahkan, dan mengagumkan. Entah berapa ribu manusia mendesaki ITB dan sekitarnya. Event langka, 4 tahun sekali, hanya digelar dalam satu hari. Seolah tak ada seorang pun mau melewatkannya. Termasuk saya tentunya. Pagi pukul 9 saya sudah berangkat ke tempat tujuan. Seperti yang dapat diperkirakan, jalanan di Bandung penuh kendaraan.

Pembukaan Pasar Seni ITB di depan gerbang ITB, diambil dari Instagram Pasar Seni ITB

Di Jl. Ganesa depan ITB keramaian sudah makin menggila. Banyak display karya seniman dan komunitas yang bermacam-macam. Di daerah Kubus (seberang gerbang utama ITB) pembukaan sudah selesai, tapi antrian masih banyak. Rupanya para pencari merchandise (di kesempatan berikutnya saya sadar ada banyak antrian untuk melihat suatu wahana, which I prefer to skip).

Pas mau masuk gerbang ITB tiba-tiba hujan! Ampun sekali ini. Pawangnya kurang sakti mungkin. Pukul setengah sebelas baru mereda, dan perjalanan dilanjutkan.

Sungguh saya sulit menjelaskan secara kronologis ada apa di Pasar Seni ITB. Saya cuma menulis yang saya lihat:

  • Display seni di Jl. Ganesa
  • Wahana Pasar Seni ITB di Aula Barat, Aula Timur, CC Barat, CC Timur
  • Panggung performance di Lapangan SR, selasar Arsitektur, Plaza Widya (harusnya ada satu lagi tapi gatau dimana..)
  • Wahana seni, atraksi, keindahan dan keabsurdan (entah gimana menamakannya, namanya juga seni) di Lapangan Sipil dan SR.
  • Stand produk handmade di sepanjang jalan antara CC dan Labtek
  • Galeri Seni di Lapangan Cinta dan Lapangan Basket
  • Stand makanan di tempat parkir Labtek V dan VIII, serta di Lapangan Sipil
  • Stand sponsor di jalan Aula Barat, dan stand sekolah seni lain di jalan Aula Timur
  • Landmark Patung T-Rex dan display kesenian lain (yang ini sangat amat terkenal)
  • Performance kesenian yang muncul secara random
  • Simbol yang harus dibaca ‘mata ketiga’ supaya muncul rasa seninya

Setiap tempat punya cerita Baca lebih lanjut

Iklan