Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Itu Dibaca “Mim”, bukan “Meme”!

Bagi yang rajin berkiprah di dunia maya, istilah “meme” sudah tidak asing lagi. Gambar dengan caption lucu? Itu “meme”. Kutipan film/serial yang diplesetkan? “Meme” juga. Perkembangan “meme” di internet sangat pesat, termasuk di Indonesia. Akibatnya orang terbiasa menyebut “meme” untuk  hal-hal seperti itu. Padahal istilah tersebut merupakan kata serapan, ditulisnya meme (dengan huruf miring). Ini sudah sangat umum terjadi sampai orang mengira itu lazim. Post ini membahas bagaimana penulisan meme dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

tulisan-meme-dalam-bahasa-indonesia

Menurut Pedoman Penyerapan Istilah Wikipedia, kata baku meme dalam Bahasa Indonesia adalah mimema yang diserap dari bahasa Yunani Kuno. Dalam percakapan modern, mimema dapat disingkat menjadi mim. Seperti membaca huruf Arab [ م ]. Dalam Bahasa Inggris, meme pun pengucapannya mim. Kita menuliskan seperti apa yang terdengar, bukan mengikuti tulisan aslinya. Kalaupun mau ditulis sesuai aslinya, pakailah huruf miring sebagai pertanda itu istilah asing.

Dengan demikian, penulisan yang benar adalah sebagai berikut.

Penulisan Status
meme salah
meme benar
mim benar
mimema benar

Yang sudah terlanjur salah adalah masa lalu. Kalau sudah tahu yang benar mari dibiasakan. Bahasa Indonesia yang lurus terwujud kalau kita membiasakan berkalimat benar. Kalau Bahasa Indonesia jadi acak-acakan, itu tanda bahwa kultur kita mulai acak-acakan. Kita tak mau itu terjadi, bukan?

Salam.

Iklan

Kasus Meme Imelda: Tanda Aparatur Negara Kekurangan Selera Humor

Beberapa hari belakangan nama Ponorogo jadi tenar. Kabupaten halaman jadi sorotan nasional, yey :). Sayangnya bukan karena berita baik. Muncul ribut kasus Imelda yang terancam hukuman karena membuat dan menyebarkan meme yang dianggap melecehkan polisi dan melanggar hukum.

Ini bukan pertama kali meme berujung kasus pidana. Beberapa waktu lalu marak juga pernyataan ticak tegas atas meme terkait Presiden Joko Widodo. Ada juga kasus lain yang memiliki kemiripan namun tidak terlalu terkenal. Kasus-kasus itu berdasarkan pengamatan saya ada satu kemiripan: kasusnya menjadi besar ketika meme berkaitan dengan aparat negara.

Di antara banyaknya kasus meme itu, saya mau berfokus kepada kasus Imelda. Ini adalah opini saya tentang kasus penggunaan meme Imelda yang dianggap melanggar hukum. Hitung-hitung membantu wong Ponorogo, kalau-kalau tulisan ini dibaca betul. Homies help homies. Always.

Pelanggaran dan Pasalnya

Soal konten meme yang menjadi masalah, silakan merujuk pada artikel di media online. Saya merujuk pada berita dari sini dan sini. Intinya foto polisi yang sedang berkomunikasi lewat HT diedit dan ditambahkan percakapan soal transfer uang tilang. Sebagai orang yang rajin lihat situs berisi meme, ini adalah postingan yang tipikal menurut saya. Banyak lah yang seperti ini di internet. Tapi ternyata berbuntut panjang karena pihak yang fotonya diambil dan diedit tidak terima karena merasa dilecehkan.

Jadi, pelanggaran apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita lihat UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (sumber: kemenag.go.id)

Pasal 27 ayat 3 UU ITE berbunyi sebagai berikut.
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Pasal di atas masuk dalam Bab Perbuatan Yang Dilarang. Kemudian hukuman atas pelanggaran pasal 27 ayat 3 tercantum dalam pasal 45 ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut.
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Beberapa sumber menyebutkan pelanggaran pasal lain. Saya nggak melek hukum tapi melek IT. Satu-satunya pelanggaran yang mungkin dilakukan Imelda adalah pasal 27 ayat 3 itu. Demikianlah menurut keterangan polisi.

Meme dan Konteksnya

Pertama, meme adalah produk dari pop culture modern. Kedua, meme adalah produk yang dihasilkan budaya Barat. Poin pentingnya adalah: meme merupakan produk dari kebebasan berpendapat. Meme adalah sentilan sebagai bentuk kritik sosial di dunia maya. Di negara-negara Barat, kebebasan berpendapat ini dijunjung tinggi sehingga pendapat orang sepahit apapun tetap ditanggapi secara wajar. Dari warga biasa sampai pemimpin negeri dan institusi raksasa, semua bisa jadi sasaran kritik Baca lebih lanjut