5 Facebook Page Berhumor Cerdas

PERHATIAN! Perlu diketahui¬†kalau “berhumor cerdas” itu artinya pembaca harus mengerti konteks yang disampaikan. Perlu pikiran terbuka untuk mengapresiasinya. Sebagian bisa saja menganggap “humor cerdas” adalah hujatan yang menyerang pihak mereka. Saya tekankan supaya tidak ada salah paham ūüôā

Saya suka humor cerdas karena mengajak untuk berpikir. Bukan sekedar humor yang dipakai untuk mencela. Zaman sekarang, humor cerdas bertebaran di internet, termasuk Facebook. Ada Facebook Page yang memberikan saya dosis tawa tiap harinya. Dalam Facebook page tersebut ada materi yang mungkin sensitif karena berkaitan dengan agama dan paham politik. Tapi humor adalah humor. Jangan diambil hati, ambil hikmahnya.

Ada 5 page yang saya rekomendasikan kepada pembaca. Untuk menuju laman, klik saja judul page warna oranye di bawah ūüôā

1. Doraemon Hari Ini

doraemon-hari-ini

Nobita memohon pada Doraemon untuk dipinjami alat, ditafsirkan jadi musyrik. Mungkin kalau dilihat dari ini saja, banyak yang demo supaya Doraemon ditarik dari peredaran.

Doraemon Hari Ini adalah page dengan konten potongan komik Doraemon yang ditafsirkan dalam konteks berbeda. Hasilnya adalah gambar ngawur dengan caption yang super lucu. Ada banyak alasan untuk memilih page Doraemon Hari Ini sebagai pilihan pertama.

  1. Page buatan lokal. Konten dan komunitas semuanya khas Indonesia.
  2. Gaya Bahasa Indonesia arkaik dengan selera humor intelek.
  3. Siapa yang tak tahu Doraemon?

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Page ini mulai rilis pada 2014 dan sayangnya pensiun dalam waktu kurang dari 2 tahun. Alasannya adalah materi komik Doraemon yang terbatas. Walaupun sudah tidak update, cek album foto page tersebut dan anda akan mendapati ratusan post yang menghibur. Dijamin tak mengecewakan.

2. Shit Academics Say

shit-academics-say

Ini adalah page lawak untuk kalangan akademis. Perjuangan mengajar sambil penelitian. Bagaimana begadang sampai pagi demi memenuhi Baca lebih lanjut

Kolak (Kompilasi Lawak Kehidupan) #1

Sudah sebulan saya menjalani hidup baru. Dulu pas menjalani minggu pertama rasanya berjuta. Mulai dari stres gaya hidup, shock harga, dan excited dengan kerjaan baru. Saya beneran meninggalkan comfort zone. Ternyata begitu sebulan kehidupan begini mulai masuk comfort zone saya.

Anyway ini adalah jenis postingan baru. Isinya soal lawakan yang seliweran di kehidupan sehari-hari. Guyonan ini biasanya sama rekan kerja. Gaya lawakannya lebih umum daripada gaya lawakan mahasiswa yang biasanya ‘lokal’. Doakan saja semoga bisa istikomah.

1. Air Panas

Ceritanya baru kenalan dan ngobrol
Bro 1 ¬†: “Ngekos dimana bro?”
Saya ¬† : “Daerah islamik”
Bro 1 ¬†: “Berapaan sebulan?”
Saya ¬† : “700 ribuan”
Bro 1 ¬†: “Dapet apa aja segitu?”
Saya ¬† : “Lumayan sih, ada kulkas, lemari, kamar mandi dalem, dapur sama kulkas sharing, internet, sama ada air panas”
Bro 1 ¬†: “Buset ada air panas”
Saya ¬† : “Tapi pas siang doang”
Bro 1 ¬†: “kok bisa?”
Saya ¬† : “Tenaga matahari bro. Tandonnya kena panas.”

(Note: saya ngomong begitu sebab airnya beneran panas macam di hotel, bukan hangat-hangat doang)

2. Tabel

Ceritanya lagi menyusun dokumen bareng supervisor. Saya yang bikin dokumen di komputer dan supervisor ngecek di monitor besar yang tersambung.
SPV ¬†: “Yog coba tabel yang ini dihapus dulu”
Saya : “He eh” (sambil menjalankan)
SPV ¬†: “Nah terus dari excel yang ini lu copy kolom ini sampe ini”
Saya : “He eh” (masih menjalankan)
SPV ¬†: “Terus paste ke bagian setelah data ini nih.”
Saya : “Oke..nah bentar.”
SPV ¬†: “Kenapa?”
Saya : “Ini sama aja kaya yang kubikin tadi.”
SPV ¬†: (sambil nyengir) “Bego lo yog”
Saya : (ngakak) “Lha yang nyuruh siapa…”

3. Telor

(Awas! Mengandung konten yang menjurus – NSFW)
Suatu ketika saya sama pegawai lain ngobrol-ngobrol di tempat makan sebelah kantor. Satu bro ada yang pesan makan.
Bro 1 ¬† ¬†: “Mbak pesen indomie pakai telor dua”

Beberapa saat kemudian mie yang dimaksud tiba. Si bro ini melihat sia depannya cuma tampak mie.
Bro 1 ¬† ¬†: “Mbak ini telornya mana?”
Mbak 1: “Di bawah om” (om adalah panggilan bersifat netral disini)

Secara refleks bro ini langsung melihat ke bawah. Ke celananya. Ekspresinya kaya orang setengah shock.

Mbak 1: “Maksudnya di bawah sini om..”
Sambil mengambil garpu di mangkok, mbak itu mengaduk mi sehingga tersingkap telur mata sapi di bagian bawahnya.

Kita tertawa ngakak.