Buku nonfiksi rekomendasi agustus 2016

Reading List Agustus 2016: Membaca sebagai Investasi

Sekarang saatnya untuk kembali membaca buku. Karena membaca itu menambah wawasan dan sudut pandang. Saya menganggap membaca itu investasi untuk diri sendiri. Yang memetik hasil dari rajin membaca adalah saya nantinya. Kita semua bisa seperti itu. Caranya cukup berkomitmen membaca 1 jam saja. Bisa waktu di kendaraan umum, waktu istirahat, sebelum tidur. Kalau terlalu sibuk membaca, dengar audiobook pun bisa.

Berhubung tema postingan ini adalah membaca sebagai investasi, bulan ini saya cantumkan buku nonfiksi 100% dalam reading list Agustus 2016. Alasannya, buku nonfiksi memiliki nilai berdasarkan dunia nyata. Sehingga pengetahuan yang didapat lebih riil.

Berikut 4 buku yang masuk reading list saya bulan Agustus 2016.

  1. Bangun Industri Desa, Selamatkan Bangsa – Hermen Malik, Ph.D
  2. The History of Hadith: Historiografi Hadits Nabi dari Masa ke Masa – Prof. Muhammad Abu Zahw
  3. The As If Principle, The Radically New Approach to Changing Your Life – Richard Wiseman
  4. Saladin: The Life, The Legend, and The Islamic Empire – John Man

1. Bangun Industri Desa, Selamatkan Bangsa

Buku Pemberdayaan Industri Desa IPB

Ini buku yang sangat serius. Hasil tesis dari bapak Hermen Malik dari IPB tentang usaha untuk menyejahterakan penduduk rural Indonesia di tengah ancaman kapitalisme. Saya tertarik baca karena saya sedang belajar merancang sociopreneurship berbasis pemberdayaan desa. Pokok bahasannya lengkap layaknya tesis, namun bahasanya sudah dibuat lebih enak.

Buku ini melingkupi kondisi rural/perdesaan di Indonesia, strategi untuk menanggulangi ketimpangan kesejahteraan, hingga praktik pilot project di Bengkulu. Dari cara memodali industri desa sampai manajemen dan pemasaran industri desa dibahas di sini. Menurut saya ini buku acuan penting. Saya percaya di masa depan walau penduduk di desa makin banyak yang pindah ke kota, desa tetap punya cara bertahan hidup modern.

Belum banyak buku yang seperti ini. Bahkan buku ini belum masuk Goodreads. Padahal saya beli buku ini di toko buku terkenal. Saya harap sih tren pemberdayaan desa makin meningkat. Bagi yang tertarik dengan kegiatan CSR, pengabdian masyarakat, dan pemberdayaan desa, buku ini acuan yang bagus.

2. The History of Hadith: Historiografi Hadits Nabi dari Masa ke Masa

Scan2

Bagi saya, belajar Islam dan sejarah Islam itu sama menariknya. Terutama ketika yang dibicarakan adalah hadits, pondasi syariah setelah Al-Quran. Ketika belajar hadits, ada tingkatan dari shahih sampai dhaif sampai palsu. Kenapa muncul tingkatan seperti itu? Lalu, bagaimana hadits Nabi itu dikumpulkan? Kenapa ada 4 mahzab? Semuanya terbahas dalam buku ini.

Hadits yang kita dengar di majelis, siaran TV, atau baca di internet telah melalui arus zaman. Bukankah menakjubkan? Hadits secara lisan dan tulisan diteruskan dari generasi ke generasi. Sepanjang jalannya ada hal positif dan negatif yang terjadi. Buku yang juga hasil tesis ini menceritakan kisah tersebut.

3. The As If Principle, The Radically New Approach to Changing Your Life

Scan4

Orang yang bahagia biasanya sering tersenyum. Kalau begitu, jika kita membiasakan senyum akankah kita bahagia? Menurut Richard Wiseman, jawabannya iya. Itulah yang disebutnya Prinsip Seolah-olah (As If Principle).

Buku ini punya ide bagus. Satu prinsip menyatakan, kalau kita melakukan sesuatu yang seolah olah mencerminkan suatu sifat/karakter, kita menanamkan sifat/karakter tersebut dalam diri. Orang bisa menjadi rajin cukup dengan membiasakan diri bangun pagi. Orang bisa menjadi kasar dan sombong apabila mempercayai”fakta” bahwa mereka superior. Aksi mempengaruhi prinsip hidup.

Buku ini diceritakan dengan menarik. Ada percobaan psikologi, cerita dari Amerika dan sekitarnya, dan kuesioner. Bagi yang ingin mengubah diri dengan Prinsip Seolah-olah, buku ini juga memberitahukan caranya. Menarik, bukan?

4. Saladin: The Life, The Legend, and The Islamic Empire

Scan3

Salahuddin, atau biasa disebut Saladin oleh orang Barat, adalah jenderal besar dari pasukan Muslim semasa Perang Salib. Dia ditakuti sekaligus disegani. Dia dihormati umat Muslim maupun umat Kristiani. Karena walaupun kuat, Saladin tidak berbuat semena-mena. Dia mengikuti ajaran Islam bahkan dalam kondisi perang tersulit. Aksinya menginspirasi orang, hingga zaman sekarang.

Saya menyukai profil Saladin. Hanya saja sulit mencari biografinya. Saya menemukan biografi Saladin karangan John Man ini di toko buku bandara. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisahnya. Dengan membaca buku ini, saya terinspirasi dan merindukan umat Islam yang bersatu.

Jadwal baca buku september 2015

Reading List September 2015: Kembalinya Karya Legendaris

Legendaris.

Ya, itulah persamaan dari tiga buku yang targetnya saya bereskan bulan ini. Alasan pertama adalah penulis yang memang sudah terkenal kiprahnya di bidang masing-masing. Alasan kedua adalah catatan terbitan buku itu sendiri. Salah satu buku dicetak lagi setelah pertama naik cetak tahun 1940! Satunya lagi pertama kali dicetak tahun 1993. Sedikit lebih muda daripada saya. Yang terakhir masih relatif baru, tapi tahun 2015 ini sudah terhitung cetakan kesepuluh.

Nggak perlu lama-lama lagi deh. Toh sudah ketahuan bukunya apa saja. Ini pratinjau buku yang targetnya mau saya baca untuk September.

Falsafah Hidup: Memecahkan Rahasia Kehidupan Berdasarkan Tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah (Prof. Dr. HAMKA)

sampul buku Falsafah hidup Hamka

Falsafah Hidup – Prof. Dr. HAMKA

Judulnya panjang dan cukup membuat segan buat membuka bukunya (bukan malas loh). Bayangan pertama adalah, “wah bacaan berat nih”. Tapi jangan khawatir, prasangka itu ternyata benar. Ini bacaan berat! Prof. Dr. HAMKA merupakan salah satu cendekiawan muslim terbaik yang pernah dimiliki Indonesia menurut saya pribadi. Tulisannya bukan ecek-ecek. Ini buku soal filsafat. Dengan berkiblat Al-Qur’an dan sunnah serta kutipan dari filsuf Barat maupun filsuf Muslim, beliau menjabarkan bagaimana manusia hidup secara hakiki sebagai manusia utama. Nah mulai dari sini susah dijelaskan isinya. Pokoknya hidup terbaik manusia itu kalau kendali ada pada akal dan imannya.

Ini adalah yang pertama saya baca. Saya menikmati ini karena tata bahasa Indonesianya sangat indah. Baku dan padat. Kemudian saya juga suka HAMKA menyertakan perkembangan zaman, misalnya teknologi operasi bedah, Universal Declaration of Human Rights, dan sebagainya. Ingat, buku ini ditulis tahun 40-an. Dari segi konten, ini memupuk kesadaran sebagai manusia seutuhnya. Kesadaran seperti itu menurut saya banyak tergerogoti di zaman sekarang. Karena kerjaan, gaya hidup non-religius, dan zaman yang mementingkan materi daripada kalbu.

Markesot Bertutur (Emha Ainun Nadjib)

cover buku markesot bertutur

Markesot Bertutur – Emha Ainun Nadjib

Siapa Markesot? Dia adalah tokoh fiksi yang jadi sentral di buku ini. Dia dan teman-temannya yang tergabung dalam Konsorsium Para Mbambung (KPMb) membicarakan berbagai topik dengan pendekatan cerdas. Emha Ainun Nadjib lihai dalam meramu percakapan yang bikin kita berpikir keras. Setidaknya itu kesan yang saya dapat setelah baca beberapa paragraf dari satu judul.

Mungkin ada kekurangannya juga. Kalau dilihat dari daftar isinya, ada bahasan yang outdated banget. Misalnya Perang Teluk I, Lady Diana, dan sejenisnya. Ingat lagi, buku ini pertama kali terbit tahun 1993. Jadi harap maklum kalau beritanya sedikit usang hehe. Semoga kajiannya nggak ikutan usang.

Ronggeng Dukuh Paruk Trilogi (Ahmad Tohari)

cover buku ronggeng dukuh paruk

Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Saya suka sekali dengan cover warna oranye cerah dari novel ini. Pas ada di rak toko kira-kira 3-4 bulan lalu, langsung saya sambar. Baru sekarang benar-benar punya waktu buat membacanya. Oke, jadi ini adalah gabungan dari tiga buku: Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini hari, serta Jantera Bianglala. Sering dengar-dengar dan baca sekilas di soal ujian Bahasa Indonesia, buku ini bercerita tentang Srintil, ronggeng terakhir Dukuh Paruk. Apa itu ronggeng? Penari, tapi bukan sekedar penari. Bisa dikatakan penari striptease pada zaman itu. Tapi bukan yang kelas rendah juga. Ronggeng itu penari kelas tertinggi. Sayangnya Srintil mengalami perubahan zaman. Aneka jalan cerita tak terduga pun terjadi. Kira-kira begitulah. Nanti kalau sudah baca saya terangkan dengan lebih jelas.

Reading list featured image Maret 2015

Reading List: Maret 2015

Apakah sudah terlambat untuk menuliskan buku yang mau dibaca bulan ini, padahal sepertiga bulan sudah berlalu? Masa bodoh lah. Ini karena lagi sibuk membaca materi untuk tugas akhir. Jadi saya curi-curi kesempatan untuk membaca (kurang sableng apa ini, kalau bosan membaca hiburannya adalah membaca yang lain). Di samping itu, sudah menumpuk buku yang saya beli namun belum kunjung dibaca. Sekarang saatnya menyobek sampul plastik dan menyelami lautan kata di dalamnya.

Ini daftar baca saya untuk bulan Maret 2015.

1. Animal Farm-George Orwell

Cover Novel Animal Farm George Orwell

Animal Farm yang legendaris. Desainnya seram, namun mencerminkan karya Orwell.

Novel ini ditulis pada masa perang dunia II. Saat itu pandangan politik tirani ala Soviet tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Kemudian Orwell secara cerdas membuat karya berdasarkan kondisi tersebut. Bayangkan ada sekelompok hewan ternak dan peliharaan ingin lepas dari majikan manusianya. Mereka pun berhasil (sampai sini saja sudah absurd) dan merasa senang. Namun apakah kesenangan itu berakhir selamanya? It’s time to find out

2. Hope: Kick Andy Heroes-Tim Kick Andy

Cover buku Kick Andy Heroes

Buku motivasi biar jadi pahlawan 🙂

Saya sudah punya buku sejenis. Namun godaan motivasi sejenis ini memang tidak bisa saya hindari. Kisah orang-orang ini memukau sekaligus tersembunyi. Bagaikan batu akik yang masih tertimbun dalam tanah :P. Buku ini berisi kisah perjuangan pahlawan yang sebenarnya. Jalan menjadi pahlawan tidak pernah mudah, namun berkat orang-orang ini kita sadar bahwa masih ada kebajikan di muka bumi.

3. Pembunuhan atas Roger Ackroyd-Agatha Christie

Cover Novel Terjemahan Agatha Christie Bahasa Indonesia

Kisah detektif, salah satu genre favorit saya. Karya Agatha Christie yang wajib dikoleksi.

Misteri pembunuhan. Agatha Christie ahlinya soal itu. Ditambah pula tokoh-tokoh yang saling berkonflik menambah keruwetan kasus. Pokoknya saya suka baca novelnya saja. Setiap beli buku baru pasti ada yang dari Agatha Christie.

4. Satu Menit Pencerahan Nurcholish Madjid-Budhy Munawar-Rachman dkk (editor)

Cover Buku Nurcholish Madjid

Saya sering mendengar nama Cak Nur, namun belum pernah mengetahui pemikirannya secara langsung. Daripada berprasangka dengan label macam-macam, lebih baik baca dulu. Setelah itu baru memberikan penilaian.

Sebagai pemikir dan cendekiawan muslim, Nurcholish Madjid telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan Islam terutama di Indonesia. Saya sendiri cenderung berpendapat penegakan Islam zaman dulu dan zaman sekarang itu caranya berbeda meskipun syariatnya sama. Cak Nur sudah menyadari hal tersebut sejak tahun 1970!

Yang dipikirkan adalah modernisasi Islam. Benar atau salah, saya tidak bisa memberikan judgement karena ilmu yang teramat dangkal. Setidaknya cobalah baca buku ini untuk memahami jalur pikiran beliau. Banyak yang anti dan menganggap sesat, saya juga tidak berhak memberikan judgement atas penilaian mereka (Pasalnya, kata kunci yang muncul di Google terkait Nurcholish Madjid umumnya dua jenis: pemikirannya dan kesesatannya). Just enjoy the book.

5. Sherlock Holmes: Games of Passion-Sir Arthur Conan Doyle

Cover Sherlock Holmes The Game of Passion

Kumpulan kisah yang menyebut nama Irene Adler, wanita idaman Holmes, di dalamnya. Menariknya, versi ini cuma diterbitkan di Indonesia.

Pengumpulan yang unik dari buku Sherlock Holmes. Saya baca karena suka saja.

Jadi itulah Reading List saya untuk Maret. Semoga diberi kesempatan untuk menyelesaikan semuanya 😀

Kumpulan buku Desember 2014

Belanja Buku Desember

Bulan baru sudah datang. Stok buku yang antri untuk dibaca sudah tipis. Artinya saat belanja sudah tiba :3

Desember ini saya cukup kalap belanja buku. Kemarin beli di Toko Buku Togamas Bandung di Jl. W.R Supratman. Tiga buku cetak dan satu majalah. Kantong langsung terancam. Apalagi di tengah deraan kenaikan harga kebutuhan akibat BBM. But hey, I got fine books for me which is nice.

Berikut adalah buku dan majalah yang saya beli

  • Burung-burung Manyar – Y.B Mangunwijaya
  • Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia – Jared Diamond
  • Sherlock Holmes: The Sign of Four – Sir Arthur Conan Doyle
  • National Geographic Indonesia – Desember 2014

Saya bahas satu per satu bukunya di sini nih Baca lebih lanjut

bookbinding tutorial

Tutorial Bookbinding dengan Teknik Coptic Stitch

Dem Bookbinding

Sedikit kurang lazim kalau seorang cowok punya hobi bookbinding (membuat buku secara handmade), menurut saya. Ini muncul karena kebutuhan. Saya suka nulis, tapi harga notes yang fancy mahal banget. Makanya terpikir untuk bikin sendiri. Secara keseluruhan lebih murah, walau harus berkorban sedikit waktu. Yang paling penting juga, saya menikmatinya.

Karena sudah terlanjur bikin, sekalian saja saya post buat berbagi ke khalayak internet. Jadi di sini saya bakal berbagi metode untuk membuat buku catatan/notes handmade dengan menggunakan teknik coptic stitch. Buat yang belum tahu, ciri khas teknik coptic stitch adalah penggunaan benang besar (di sini saya pakai benang katun) untuk mengikat cover dan signature. Kemudian buku yang dihasilkan tidak punya ‘punggung’, sehingga tampak langsung kertas signature nya. Tidak ada lem yang digunakan untuk menyambungkan bagian buku. Kelebihan teknik ini adalah halaman buku nantinya bisa dibuka hingga 180 derajat tanpa ada takut bagian yang copot. Secara penampilan juga memberikan kesan unik.

Buat yang belum tahu, ini kumpulan signature yang siap disatukan jadi buku. Sumber: http://vintagepagedesigns.com/book-binding-pamphlet-stitched-notebooks/

Dalam tutorial ini saya akan membuat notes berukuran A6 (kertas A4 yang dibagi dua, lalu dilipat lagi). Sebagian besar bahan merupakan bahan bekas. Ini saya rekomendasikan untuk pemula. Baca lebih lanjut

Hobi Lama, Puzzle Baru: Kongming Lock

Saya suka puzzle seperti anak-anak suka angpau saat hari raya. Sebabnya sederhana, saya suka tantangan. Terutama yang berkaitan dengan pikiran. Puzzle itu bagai makanan pikiran. Sekali menyelesaikan sebuah teka-teki rasanya neuron baru tersambung dalam kepala. Tentu diiringi rasa puas setelah dirundung frustasi. Sekarang saya posting tentang ini karena baru saja dapat satu koleksi puzzle baru.

Pas belanja di sebuah supermarket, saya nemu bagian penjualan barang sisa. Yah, macam clearance sale gitu. Menjual barang yang sudah nggak laku bertahun-tahun. Salah satunya ada puzzle bertipe kongming lock atau burr. Buatan Cina, bahan dari plastik. Saya ingat setahun  lalu ada mainan yang sama tergantung di rak. Harganya waktu itu Rp 42.000. Dulu saya sudah keinginan untuk membelinya. Namun harganya serasa tidak sebanding. Kini harganya tinggal Rp 22.500. Itu setara uang makan 2x bagi mahasiswa. Setelah menimbang sepersekian detik, saya sambar saja puzzle yang kurang laku itu (nggak heran juga kenapa puzzle dijual sedikit. Bagi orang sini, buat apa membayar barang yang akan bikin pusing diri sendiri?).

Puzzle ini masuk kategori burr. Namanya tidak diketahui karena bertuliskan huruf kanji

Puzzle ini masuk kategori burr. Namanya tidak diketahui karena bertuliskan huruf kanji

Begitu selesai belanja langsung saya buka. Jelas kalau ini barang dari plastik. Namun kualitasnya tidak mengecewakan. Dan saya merasa beruntung bisa membawa pulang puzzle ini dengan harga miring. Asal tahu saja, puzzle jenis burr atau kongming lock ini biasanya terbuat dari kayu atau plastik. Harganya bisa bikin mahasiswa puasa satu minggu.

Contoh puzzle serupa dari kayu (Sumber: Rob’s Puzzle Page)

Ternyata ini tantangan yang gampang. Saya berhasil melepas semua bagiannya kurang dari 10 menit. Namun membongkar lebih mudah daripada memasang. Saya akhirnya pakai contekan kunci jawaban untuk memasang bagian-bagian puzzle menjadi utuh kembali.

Warna-warni

Warna-warni

Menyenangkan? Bagi saya tentu saja. Namanya juga hobi.