Bendungan Sawoo: Permata Tersembunyi Ponorogo

Dalam kesempatan tahun baru kemarin saya pulang ke Ponorogo kampung halaman tersayang. Pokoknya bisa pulang itu saja sudah senang. Lebih senang lagi kalau saya diajak bepergian.

Ke mana? ke bendungan.

Seingat saya sih di sini tidak ada bendungan di Ponorogo.

“Karena memang lagi dibikin,” kata pacar saya yang mengajak. Bersama dengan orangtuanya. Jadilah, tanpa banyak mikir saya langsung berangkat. Bisa melihat keindahan alami sebelum ramai orang itu menyenangkan rasanya. Pukul 7 pagi matahari sudah naik di Ponorogo. Saya bawa kamera saku yang batereinya tinggal sedikit.


Bendungan ini berada di kecamatan Sawoo. Sebelah timur dari pusat kabupaten (mau bilang pusat kota tapi kotanya cuma segitu hehehe). Bahkan Mbah Google juga belum tahu tempat ini (lihat peta di atas). Orangtua pacar saya memang penjelajah sejati. Beliau menyusuri jalanan Ponorogo untuk mencari tempat menyenangkan yang masih sepi. Bendungan yang akan dikunjungi ini pun tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jalanannya baru saja diaspal. Hitam pekat dan terasa halus dilalui mobil.

Bendungan ini berada di antara bukit yang menjulang indah dari kejauhan. Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan sawah yang menghijau. Padi baru ditanam beberapa minggu. Mata terasa segar melihat dataran subur dengan latar belakang perbukitan. Sayangnya kita malah asyik ngobrol jadi saya lupa mengambil foto selama perjalanan.

Karena tempat ini baru dibangun, tidak ada papan petunjuk arah. Bahkan jalan yang kami lalui belum ada lampu jalan ataupun marka. Belum banyak yang mengetahui tempat ini memang. Sisa-sisa tebing yang dikeruk dan tanah di tepi jalan jelas menandakan tempat ini belum lama jadi.

Beberapa kendaraan bermotor telah terparkir di tepi jalan ketika kami sampai di bendungan. Ternyata sudah lumayan ramai tempat ini. Setelah saya lihat lagi, jalan berspal ini buntu di ujung. Yang tampak adalah hamparan perbukitan dengan sungai berdebit kecil di lembahnya. Dari ujung jalan ini kita hanya bisa melihat satu sisi dari bendungan karena tidak ada jalan untuk mengitari sisi lembah. Dengan keterbatasan itu pun, pemandangan ini masih elok dipandang.

Bendungan-2

Lereng yang baru dikeruk dan jalan yang baru diaspal

Bendungan-1

Lembah yang rencananya akan dijadikan bendungan. Kemungkinan besar dusun yang tampak di bawah pun bakal segera dibedoldesakan.

Baca lebih lanjut

Iklan

30 September, Tanggal Istimewa

Bukan karena saya memperingati kejadian G30S/PKI. Tentu saja periwtiwa itu bersejarah. Namun kalau mau jujur, relevansinya dengan kehidupan saya saat ini kecil sekali. Bagi saya tanggal 30 September itu istimewa karena bertepatan dengan tanggal lahir ibu saya.

Selamat ulang tahun, ibuku tercinta.

Semoga engkau senantiasa sehat dan dalam perlindungan-Nya.

Semoga engkau selalu penuh kasih sayang untuk dicurahkan kepada keluarga dan masyarakat.

Semoga kemuliaan hatimu selalu terjaga serta dijauhkan dari pengaruh negatif harta dunia.

Semoga anak-anakmu ini selalu dapat mengikuti jalan kebaikan yang telah engkau tunjukkan semasa kami kecil.

Terima kasih, ibu. Doa dan ketaatan yang kutunjukkan tentu tidak sebanding dengan besarnya pengorbanan yang telah engkau berikan. Namun semoga hal kecil ini dapat berarti.