Buku nonfiksi rekomendasi agustus 2016

Reading List Agustus 2016: Membaca sebagai Investasi

Sekarang saatnya untuk kembali membaca buku. Karena membaca itu menambah wawasan dan sudut pandang. Saya menganggap membaca itu investasi untuk diri sendiri. Yang memetik hasil dari rajin membaca adalah saya nantinya. Kita semua bisa seperti itu. Caranya cukup berkomitmen membaca 1 jam saja. Bisa waktu di kendaraan umum, waktu istirahat, sebelum tidur. Kalau terlalu sibuk membaca, dengar audiobook pun bisa.

Berhubung tema postingan ini adalah membaca sebagai investasi, bulan ini saya cantumkan buku nonfiksi 100% dalam reading list Agustus 2016. Alasannya, buku nonfiksi memiliki nilai berdasarkan dunia nyata. Sehingga pengetahuan yang didapat lebih riil.

Berikut 4 buku yang masuk reading list saya bulan Agustus 2016.

  1. Bangun Industri Desa, Selamatkan Bangsa – Hermen Malik, Ph.D
  2. The History of Hadith: Historiografi Hadits Nabi dari Masa ke Masa – Prof. Muhammad Abu Zahw
  3. The As If Principle, The Radically New Approach to Changing Your Life – Richard Wiseman
  4. Saladin: The Life, The Legend, and The Islamic Empire – John Man

1. Bangun Industri Desa, Selamatkan Bangsa

Buku Pemberdayaan Industri Desa IPB

Ini buku yang sangat serius. Hasil tesis dari bapak Hermen Malik dari IPB tentang usaha untuk menyejahterakan penduduk rural Indonesia di tengah ancaman kapitalisme. Saya tertarik baca karena saya sedang belajar merancang sociopreneurship berbasis pemberdayaan desa. Pokok bahasannya lengkap layaknya tesis, namun bahasanya sudah dibuat lebih enak.

Buku ini melingkupi kondisi rural/perdesaan di Indonesia, strategi untuk menanggulangi ketimpangan kesejahteraan, hingga praktik pilot project di Bengkulu. Dari cara memodali industri desa sampai manajemen dan pemasaran industri desa dibahas di sini. Menurut saya ini buku acuan penting. Saya percaya di masa depan walau penduduk di desa makin banyak yang pindah ke kota, desa tetap punya cara bertahan hidup modern.

Belum banyak buku yang seperti ini. Bahkan buku ini belum masuk Goodreads. Padahal saya beli buku ini di toko buku terkenal. Saya harap sih tren pemberdayaan desa makin meningkat. Bagi yang tertarik dengan kegiatan CSR, pengabdian masyarakat, dan pemberdayaan desa, buku ini acuan yang bagus.

2. The History of Hadith: Historiografi Hadits Nabi dari Masa ke Masa

Scan2

Bagi saya, belajar Islam dan sejarah Islam itu sama menariknya. Terutama ketika yang dibicarakan adalah hadits, pondasi syariah setelah Al-Quran. Ketika belajar hadits, ada tingkatan dari shahih sampai dhaif sampai palsu. Kenapa muncul tingkatan seperti itu? Lalu, bagaimana hadits Nabi itu dikumpulkan? Kenapa ada 4 mahzab? Semuanya terbahas dalam buku ini.

Hadits yang kita dengar di majelis, siaran TV, atau baca di internet telah melalui arus zaman. Bukankah menakjubkan? Hadits secara lisan dan tulisan diteruskan dari generasi ke generasi. Sepanjang jalannya ada hal positif dan negatif yang terjadi. Buku yang juga hasil tesis ini menceritakan kisah tersebut.

3. The As If Principle, The Radically New Approach to Changing Your Life

Scan4

Orang yang bahagia biasanya sering tersenyum. Kalau begitu, jika kita membiasakan senyum akankah kita bahagia? Menurut Richard Wiseman, jawabannya iya. Itulah yang disebutnya Prinsip Seolah-olah (As If Principle).

Buku ini punya ide bagus. Satu prinsip menyatakan, kalau kita melakukan sesuatu yang seolah olah mencerminkan suatu sifat/karakter, kita menanamkan sifat/karakter tersebut dalam diri. Orang bisa menjadi rajin cukup dengan membiasakan diri bangun pagi. Orang bisa menjadi kasar dan sombong apabila mempercayai”fakta” bahwa mereka superior. Aksi mempengaruhi prinsip hidup.

Buku ini diceritakan dengan menarik. Ada percobaan psikologi, cerita dari Amerika dan sekitarnya, dan kuesioner. Bagi yang ingin mengubah diri dengan Prinsip Seolah-olah, buku ini juga memberitahukan caranya. Menarik, bukan?

4. Saladin: The Life, The Legend, and The Islamic Empire

Scan3

Salahuddin, atau biasa disebut Saladin oleh orang Barat, adalah jenderal besar dari pasukan Muslim semasa Perang Salib. Dia ditakuti sekaligus disegani. Dia dihormati umat Muslim maupun umat Kristiani. Karena walaupun kuat, Saladin tidak berbuat semena-mena. Dia mengikuti ajaran Islam bahkan dalam kondisi perang tersulit. Aksinya menginspirasi orang, hingga zaman sekarang.

Saya menyukai profil Saladin. Hanya saja sulit mencari biografinya. Saya menemukan biografi Saladin karangan John Man ini di toko buku bandara. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisahnya. Dengan membaca buku ini, saya terinspirasi dan merindukan umat Islam yang bersatu.

Iklan

Resensi Buku Spesial: Per[t]empu[r]an

Pertama, saya terangkan dulu alasan kata “spesial” dalam postingan ini. Sekitar sebulan lalu saya di-tag di Facebook tentang peluncuran buku ini. Ditulis oleh Lenang Manggala. Siapa itu? Saya nggak kenal. Tapi setelah dikaji ulang dari profile picture hingga komentar yang muncul, saya sadar kalau itu nama pena dari teman sekolah. Tepatnya teman sebangku masa SMP. Ingat sekali kalau skill terbaiknya adalah bermain kata-kata. Dia yang paling jago ngeles di kelas :D.

Berlalulah waktu dan saya dengar dia berkarya. Menulis dan berkesenian. Mencoba tumbuh. Banyak yang mengapresiasi lewat media sosial. Saya tahu apresiasi yang lebih ampuh: membeli karyanya. Padahal saya cetek soal pemahaman puisi. Buku puisi yang pernah dibaca cuma Aku ini Binatang Jalang dan Hujan Bulan Juni. Habis baca pun geleng-geleng. Bukan karena kagum, lebih ke nggak ngerti :P.

Maka anggaplah ini sebagai review dari seorang teman. Bukan resensi atas aspek-aspek karya sastra. Saya menulis karena ingin melihat teman berkembang. Tulisannya makin dilihat orang kalau dibantu sebarkan. Rada songong, padahal blog juga masih sepi :D.

Markimul, mari kita mulai.

Pertama. Saya bingung ini cara baca judulnya yang praktis gimana. Perempuan? Pertempuran? Pertempuran Perempuan? Penyembuhan (ngawur…)? Yang bagaimanapun itu terserah lah. Saya tulis Per[t]empu[r]an apa adanya. Oh ya, buku ini tergolong tipis dari penampilannya. Ketika dibaca rasanya lebih tipis lagi. Bisa saya selesaikan sebagai pengantar tidur. Ternyata sepertiga dari buku ini berisi potret perempuan sesuai judul dan tema utama. Sekitar seperempatnya adalah cerita. Baru sisanya puisi. Minimal ada jalinan yang mengantarkan saya dari puisi ke puisi. Reaksinya bukan geleng-geleng.

Saripati buku ini bagi saya bisa ditulis dalam 3 kata kunci: cinta, rindu, dan kopi. Obrolan ringan, obrolan berat, dan kegundahan hati tersurat dalam kalimat bersayap Lenang. Karya ini terasa mengalir. Alurnya enak tapi tetap membuat hati rasa teraduk. Seperti ngopi di warung sambil memaki pemerintah atau atasan.

Ada beberapa bait yang jadi kesukaan personal.

Kesepian jangan kau
lawan
Ia bisa memangsamu
Dalam satu kali putaran

Jadilah kawan karib bagi
penantian
Maka kembali adalah
Hutang yang akan tuntas
terbayarkan

———————

Aku mencintaimu
Cukup itu
Dan bagaimana kita ke
depan, adalah seperti
buah dadu yang
dilemparkan

———————

Larungkan Seluruh

———————

Secara personal lagi, buku ini cukup mempengaruhi saya di bagian yang mengekspos tentang kerinduan dan jarak. Kata-katanya cukup mengena pasangan yang sedang berjauhan. Merasa rindu namun tetap terdorong agar kuat.

Overall, saya menikmati membaca Per[t]empu[r]an karya teman sendiri. Di sisi lain saya merasa buku ini tidak terlalu mengena di hati. Kalau diibaratkan, seperti minum secangkir kopi nikmat. Setiap menyesap terasa enak. Lama-lama rasanya pudar juga. yang tersisa adalah senyum mengingat momen menikmatinya. Mungkin suatu saat tertarik untuk mencoba lagi.

Terakhir, saya tahu ada teman-teman di blog atau di manapun yang masih menyimpan keinginan menerbitkan bukunya. Tunggu apa lagi? Berusaha dan terbitkanlah. Saya juga memotivasi teman-teman sekalian untuk mendukung karya dengan membeli kopian buku yang asli. Bisa fisik atau e-book di jalur resmi. Bukan bilang, “Wow keren. Boleh minta PDF nya?” Itu memuji sambil menusuk namanya.

Pasca-akhir, kalau tertarik dengan review buku saya bisa klik di tag Books,  menu Review Buku, atau di laman Goodreads saya.

Jadwal baca buku september 2015

Reading List September 2015: Kembalinya Karya Legendaris

Legendaris.

Ya, itulah persamaan dari tiga buku yang targetnya saya bereskan bulan ini. Alasan pertama adalah penulis yang memang sudah terkenal kiprahnya di bidang masing-masing. Alasan kedua adalah catatan terbitan buku itu sendiri. Salah satu buku dicetak lagi setelah pertama naik cetak tahun 1940! Satunya lagi pertama kali dicetak tahun 1993. Sedikit lebih muda daripada saya. Yang terakhir masih relatif baru, tapi tahun 2015 ini sudah terhitung cetakan kesepuluh.

Nggak perlu lama-lama lagi deh. Toh sudah ketahuan bukunya apa saja. Ini pratinjau buku yang targetnya mau saya baca untuk September.

Falsafah Hidup: Memecahkan Rahasia Kehidupan Berdasarkan Tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah (Prof. Dr. HAMKA)

sampul buku Falsafah hidup Hamka

Falsafah Hidup – Prof. Dr. HAMKA

Judulnya panjang dan cukup membuat segan buat membuka bukunya (bukan malas loh). Bayangan pertama adalah, “wah bacaan berat nih”. Tapi jangan khawatir, prasangka itu ternyata benar. Ini bacaan berat! Prof. Dr. HAMKA merupakan salah satu cendekiawan muslim terbaik yang pernah dimiliki Indonesia menurut saya pribadi. Tulisannya bukan ecek-ecek. Ini buku soal filsafat. Dengan berkiblat Al-Qur’an dan sunnah serta kutipan dari filsuf Barat maupun filsuf Muslim, beliau menjabarkan bagaimana manusia hidup secara hakiki sebagai manusia utama. Nah mulai dari sini susah dijelaskan isinya. Pokoknya hidup terbaik manusia itu kalau kendali ada pada akal dan imannya.

Ini adalah yang pertama saya baca. Saya menikmati ini karena tata bahasa Indonesianya sangat indah. Baku dan padat. Kemudian saya juga suka HAMKA menyertakan perkembangan zaman, misalnya teknologi operasi bedah, Universal Declaration of Human Rights, dan sebagainya. Ingat, buku ini ditulis tahun 40-an. Dari segi konten, ini memupuk kesadaran sebagai manusia seutuhnya. Kesadaran seperti itu menurut saya banyak tergerogoti di zaman sekarang. Karena kerjaan, gaya hidup non-religius, dan zaman yang mementingkan materi daripada kalbu.

Markesot Bertutur (Emha Ainun Nadjib)

cover buku markesot bertutur

Markesot Bertutur – Emha Ainun Nadjib

Siapa Markesot? Dia adalah tokoh fiksi yang jadi sentral di buku ini. Dia dan teman-temannya yang tergabung dalam Konsorsium Para Mbambung (KPMb) membicarakan berbagai topik dengan pendekatan cerdas. Emha Ainun Nadjib lihai dalam meramu percakapan yang bikin kita berpikir keras. Setidaknya itu kesan yang saya dapat setelah baca beberapa paragraf dari satu judul.

Mungkin ada kekurangannya juga. Kalau dilihat dari daftar isinya, ada bahasan yang outdated banget. Misalnya Perang Teluk I, Lady Diana, dan sejenisnya. Ingat lagi, buku ini pertama kali terbit tahun 1993. Jadi harap maklum kalau beritanya sedikit usang hehe. Semoga kajiannya nggak ikutan usang.

Ronggeng Dukuh Paruk Trilogi (Ahmad Tohari)

cover buku ronggeng dukuh paruk

Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Saya suka sekali dengan cover warna oranye cerah dari novel ini. Pas ada di rak toko kira-kira 3-4 bulan lalu, langsung saya sambar. Baru sekarang benar-benar punya waktu buat membacanya. Oke, jadi ini adalah gabungan dari tiga buku: Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini hari, serta Jantera Bianglala. Sering dengar-dengar dan baca sekilas di soal ujian Bahasa Indonesia, buku ini bercerita tentang Srintil, ronggeng terakhir Dukuh Paruk. Apa itu ronggeng? Penari, tapi bukan sekedar penari. Bisa dikatakan penari striptease pada zaman itu. Tapi bukan yang kelas rendah juga. Ronggeng itu penari kelas tertinggi. Sayangnya Srintil mengalami perubahan zaman. Aneka jalan cerita tak terduga pun terjadi. Kira-kira begitulah. Nanti kalau sudah baca saya terangkan dengan lebih jelas.

Review Buku: Animal Farm – George Orwell

Setelah membahas novel legendaris George Orwell berjudul 1984 di postingan dulu, sekarang saya mau membahas karya George Orwell berjudul Animal Farm. Novel ini juga terhitung legendaris. Katanya nama George Orwell sebagai penulis kritik sosial melambung lewat karya satu ini.

Cover Novel Animal Farm George Orwell

Animal Farm – George Orwell

Saya akui kover novel ini keren. Di sisi lain, telat sekali novel ini terbit di Indonesia. Bentang Pustaka baru menerbitkannya Januari 2015. Faktanya, buku ini usianya sama dengan Indonesia. Terbit pertama kali tahun 1945 sebagai kritikan terhadap ideologi sosialisme. Dikemas dalam bentuk satir dan fabel, Animal Farm adalah sebuah bacaan yang mendidik namun tidak menggurui. Mirip dongeng sebelum tidur, hanya saja topiknya berat.

Kisahnya bermula dari Major, si babi tua peternakan yang visioner. Dia punya mimpi bahwa semua binatang di peternakan itu dapat hidup bebas tanpa ditindas manusia. Untuk itu para hewan harus bersatu mengalahkan si pemilik peternakan. Akhirnya mereka pun berhasil menguasainya.

Begitu para hewan menguasai peternakan dan menjalankannya, muncul berbagai perkara. Mengurus peternakan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih lagi, perkara kepemimpinan menjadi isu yang gawat. Berhasilkah para hewan itu mewujudkan kebebasan dalam peternakan mereka? Silakan baca sendiri 😀

Kamu berjiwa sosialis? Mahasiswa FISIP yang rajin kajian? Sekedar ingin tahu bagaimana ideologi sosialisme muncul dan berkembang dalam ilustrasi? Wajib baca buku ini.

Reading list featured image Maret 2015

Reading List: Maret 2015

Apakah sudah terlambat untuk menuliskan buku yang mau dibaca bulan ini, padahal sepertiga bulan sudah berlalu? Masa bodoh lah. Ini karena lagi sibuk membaca materi untuk tugas akhir. Jadi saya curi-curi kesempatan untuk membaca (kurang sableng apa ini, kalau bosan membaca hiburannya adalah membaca yang lain). Di samping itu, sudah menumpuk buku yang saya beli namun belum kunjung dibaca. Sekarang saatnya menyobek sampul plastik dan menyelami lautan kata di dalamnya.

Ini daftar baca saya untuk bulan Maret 2015.

1. Animal Farm-George Orwell

Cover Novel Animal Farm George Orwell

Animal Farm yang legendaris. Desainnya seram, namun mencerminkan karya Orwell.

Novel ini ditulis pada masa perang dunia II. Saat itu pandangan politik tirani ala Soviet tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Kemudian Orwell secara cerdas membuat karya berdasarkan kondisi tersebut. Bayangkan ada sekelompok hewan ternak dan peliharaan ingin lepas dari majikan manusianya. Mereka pun berhasil (sampai sini saja sudah absurd) dan merasa senang. Namun apakah kesenangan itu berakhir selamanya? It’s time to find out

2. Hope: Kick Andy Heroes-Tim Kick Andy

Cover buku Kick Andy Heroes

Buku motivasi biar jadi pahlawan 🙂

Saya sudah punya buku sejenis. Namun godaan motivasi sejenis ini memang tidak bisa saya hindari. Kisah orang-orang ini memukau sekaligus tersembunyi. Bagaikan batu akik yang masih tertimbun dalam tanah :P. Buku ini berisi kisah perjuangan pahlawan yang sebenarnya. Jalan menjadi pahlawan tidak pernah mudah, namun berkat orang-orang ini kita sadar bahwa masih ada kebajikan di muka bumi.

3. Pembunuhan atas Roger Ackroyd-Agatha Christie

Cover Novel Terjemahan Agatha Christie Bahasa Indonesia

Kisah detektif, salah satu genre favorit saya. Karya Agatha Christie yang wajib dikoleksi.

Misteri pembunuhan. Agatha Christie ahlinya soal itu. Ditambah pula tokoh-tokoh yang saling berkonflik menambah keruwetan kasus. Pokoknya saya suka baca novelnya saja. Setiap beli buku baru pasti ada yang dari Agatha Christie.

4. Satu Menit Pencerahan Nurcholish Madjid-Budhy Munawar-Rachman dkk (editor)

Cover Buku Nurcholish Madjid

Saya sering mendengar nama Cak Nur, namun belum pernah mengetahui pemikirannya secara langsung. Daripada berprasangka dengan label macam-macam, lebih baik baca dulu. Setelah itu baru memberikan penilaian.

Sebagai pemikir dan cendekiawan muslim, Nurcholish Madjid telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan Islam terutama di Indonesia. Saya sendiri cenderung berpendapat penegakan Islam zaman dulu dan zaman sekarang itu caranya berbeda meskipun syariatnya sama. Cak Nur sudah menyadari hal tersebut sejak tahun 1970!

Yang dipikirkan adalah modernisasi Islam. Benar atau salah, saya tidak bisa memberikan judgement karena ilmu yang teramat dangkal. Setidaknya cobalah baca buku ini untuk memahami jalur pikiran beliau. Banyak yang anti dan menganggap sesat, saya juga tidak berhak memberikan judgement atas penilaian mereka (Pasalnya, kata kunci yang muncul di Google terkait Nurcholish Madjid umumnya dua jenis: pemikirannya dan kesesatannya). Just enjoy the book.

5. Sherlock Holmes: Games of Passion-Sir Arthur Conan Doyle

Cover Sherlock Holmes The Game of Passion

Kumpulan kisah yang menyebut nama Irene Adler, wanita idaman Holmes, di dalamnya. Menariknya, versi ini cuma diterbitkan di Indonesia.

Pengumpulan yang unik dari buku Sherlock Holmes. Saya baca karena suka saja.

Jadi itulah Reading List saya untuk Maret. Semoga diberi kesempatan untuk menyelesaikan semuanya 😀

Kumpulan buku Desember 2014

Belanja Buku Desember

Bulan baru sudah datang. Stok buku yang antri untuk dibaca sudah tipis. Artinya saat belanja sudah tiba :3

Desember ini saya cukup kalap belanja buku. Kemarin beli di Toko Buku Togamas Bandung di Jl. W.R Supratman. Tiga buku cetak dan satu majalah. Kantong langsung terancam. Apalagi di tengah deraan kenaikan harga kebutuhan akibat BBM. But hey, I got fine books for me which is nice.

Berikut adalah buku dan majalah yang saya beli

  • Burung-burung Manyar – Y.B Mangunwijaya
  • Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia – Jared Diamond
  • Sherlock Holmes: The Sign of Four – Sir Arthur Conan Doyle
  • National Geographic Indonesia – Desember 2014

Saya bahas satu per satu bukunya di sini nih Baca lebih lanjut

bookbinding tutorial

Tutorial Bookbinding dengan Teknik Coptic Stitch

Dem Bookbinding

Sedikit kurang lazim kalau seorang cowok punya hobi bookbinding (membuat buku secara handmade), menurut saya. Ini muncul karena kebutuhan. Saya suka nulis, tapi harga notes yang fancy mahal banget. Makanya terpikir untuk bikin sendiri. Secara keseluruhan lebih murah, walau harus berkorban sedikit waktu. Yang paling penting juga, saya menikmatinya.

Karena sudah terlanjur bikin, sekalian saja saya post buat berbagi ke khalayak internet. Jadi di sini saya bakal berbagi metode untuk membuat buku catatan/notes handmade dengan menggunakan teknik coptic stitch. Buat yang belum tahu, ciri khas teknik coptic stitch adalah penggunaan benang besar (di sini saya pakai benang katun) untuk mengikat cover dan signature. Kemudian buku yang dihasilkan tidak punya ‘punggung’, sehingga tampak langsung kertas signature nya. Tidak ada lem yang digunakan untuk menyambungkan bagian buku. Kelebihan teknik ini adalah halaman buku nantinya bisa dibuka hingga 180 derajat tanpa ada takut bagian yang copot. Secara penampilan juga memberikan kesan unik.

Buat yang belum tahu, ini kumpulan signature yang siap disatukan jadi buku. Sumber: http://vintagepagedesigns.com/book-binding-pamphlet-stitched-notebooks/

Dalam tutorial ini saya akan membuat notes berukuran A6 (kertas A4 yang dibagi dua, lalu dilipat lagi). Sebagian besar bahan merupakan bahan bekas. Ini saya rekomendasikan untuk pemula. Baca lebih lanjut

Resensi Novel Legendaris: 1984 (George Orwell)

Siapa yang menguasai masa silam akan menguasai masa depan, siapa yang menguasai masa kini menguasai masa silam

1984 karya George Orwell

1984 karya George Orwell

Penantian saya untuk membaca buku ini akhirnya kesampaian juga. Sudah dua tahun lebih saya mencari buku ini (karena selalu ada di puncak listopia Goodreads). Awalnya saya kira cuma ada versi Bahasa Inggris. Kemudian ketika keluar cetakan baru dari Penerbit Bentang, saya langsung berburu dan akhirnya dapat.

Rada basa-basi nih, tapi saya merasa harus berterima kasih disertai rasa kagum terhadap Landung Simatupang sang penerjemah novel ini. 1984 sama sekali bukan karya dengan bahasa gampangan. Bahkan di dalamnya terdapat kosakata baru sebagai bagian dari cerita. Namun beliau mampu menuliskannya ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengurangi makna utuhnya. Sungguh hebat saya rasa. Walaupun beberapa kata menjadi lucu juga karena diterjemahkan. Misalnya Ministry of Plenty menjadi Kementrian Tumpah Ruah.

Mengenai isi novel ini saya pun angkat topi. Poster bertuliskan BUNG BESAR MENGAWASI ANDA itu terasa menjadi pembuka tabir atas latar dunia di novel ini. Kondisi distopia dimana Partai manguasai negeri secara penuh. Rakyat diawasi dan dikontrol hingga sedetail-detailnya. Hukuman untuk pembangkang adalah diuapkan. Untuk melanggengkan kekuasaannya, Partai memberikan tiga prinsip:

Perang ialah Damai
Kebebasan ialah Perbudakan
Kebodohan ialah Kekuatan

Di dalam sistem yang ketat itu muncul seorang bernama Winston. Dia anggota Partai yang merasakan ketidakpuasan atas kekejian dan kepalsuan yang terjadi. Pemuja sekaligus pembenci Partai. Orang yang berpotensi menggulingkan kekuasaan totaliter Partai. Dia menjalin kisah cinta (yang tentunya ilegal menurut Partai) dengan gadis bernama Julia. Bersama mereka memupuk kebencian terhadap Partai secara sembunyi-sembunyi. Sampai suatu ketika sesuatu dahsyat terjadi…

Saya hampir tidak percaya buku ini ditulis pada tahun 1949. Seolah-olah novel ini pada masa itu merupakan ramalan dunia masa depan pasca Perang Dunia II. Deskripsinya begitu nyata, merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan terawasi oleh teleskrin, sulitnya suplai pisau cukur sementara berita mengatakan surplus, ketakutan dilaporkan menyimpang oleh anak sendiri, tuntutan pekerjaan pemalsuan di Partai, makan siang di kantin berkarat, dan sebagainya. Penceritaannya begitu mengagumkan sampai-sampai beberapa orang khawatir kalau itu sungguh terjadi pada masa mendatang. Yah, walaupun akhirnya kita tahu kondisi sekarang tidak sampai sedemikian.

Sedikit spoiler, dalam novel ini Winston akan membaca sebuah “kitab” berisi dasar ideologi dunia distopia dalam novel ini. Bagian ini yang menurut saya penyambung paling kuat. Peletak teori politik baru yang cemerlang dari Orwell. Rasanya kalau iman tidak kuat, paham yang tertanam bisa menyimpang. Saya hampir yakin buku ini dibredel di zaman Soeharto. Alasannya dapat dimengerti kalau Anda sudah selesai baca buku ini. Pada akhirnya novel ini pun merupakan satir yang memotret kekerasan dalam pemerintahan dan perang yang terjadi pada dekade 40-an.

Secara keseluruhan, novel ini memang layak disebut sebagai bacaan legendaris. Tulisan yang visioner, kritik sosial yang keras, alur cerita yang kuat, fitur-fitur unik dunia distopia, semua memadu menjadi buku yang layak dibaca sepanjang zaman. Bahkan ketika sudah lewat tahun 1984 sekalipun.

Hidup Komik Indonesia!

Hari Jumat kemarin saya pergi ke Gramedia di Jl. Merdeka Bandung. DI bagian bargain books (buku-buku obralan yang terletak di lorong menuju parkiran) ada komik karya asli Indonesia. Saya tahu karena ada logo ‘Koloni’ di bagian kanan atas kover. Selain itu saya juga tahu beberapa komikus seperti Is Yuniarto (komikus Garudayana) dan Sweta Kartika (komikus Nusantaranger). Tanpa pikir banyak langsung saya ambil beberapa judul yang saya anggap menarik. Akhirnya saya dapat tiga.

Komik dari Koloni. Asli buatan anak Indonesia

Komik dari Koloni. Asli buatan anak Indonesia

Sekarang masih belum sempat saya baca. Tapi saya mau menekankan soal pentingnya menghargai karya anak bangsa, termasuk komik. Alasan saya beli ya demikian, karena ingin menghargai karya Indonesia dulu. Soal bagus atau tidak itu menyusul. Komik yang bagus pasti bisa bertahan.

Selamat Sabtu pagi.