Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Itu Dibaca “Mim”, bukan “Meme”!

Bagi yang rajin berkiprah di dunia maya, istilah “meme” sudah tidak asing lagi. Gambar dengan caption lucu? Itu “meme”. Kutipan film/serial yang diplesetkan? “Meme” juga. Perkembangan “meme” di internet sangat pesat, termasuk di Indonesia. Akibatnya orang terbiasa menyebut “meme” untuk  hal-hal seperti itu. Padahal istilah tersebut merupakan kata serapan, ditulisnya meme (dengan huruf miring). Ini sudah sangat umum terjadi sampai orang mengira itu lazim. Post ini membahas bagaimana penulisan meme dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

tulisan-meme-dalam-bahasa-indonesia

Menurut Pedoman Penyerapan Istilah Wikipedia, kata baku meme dalam Bahasa Indonesia adalah mimema yang diserap dari bahasa Yunani Kuno. Dalam percakapan modern, mimema dapat disingkat menjadi mim. Seperti membaca huruf Arab [ م ]. Dalam Bahasa Inggris, meme pun pengucapannya mim. Kita menuliskan seperti apa yang terdengar, bukan mengikuti tulisan aslinya. Kalaupun mau ditulis sesuai aslinya, pakailah huruf miring sebagai pertanda itu istilah asing.

Dengan demikian, penulisan yang benar adalah sebagai berikut.

Penulisan Status
meme salah
meme benar
mim benar
mimema benar

Yang sudah terlanjur salah adalah masa lalu. Kalau sudah tahu yang benar mari dibiasakan. Bahasa Indonesia yang lurus terwujud kalau kita membiasakan berkalimat benar. Kalau Bahasa Indonesia jadi acak-acakan, itu tanda bahwa kultur kita mulai acak-acakan. Kita tak mau itu terjadi, bukan?

Salam.

Proyek Roro Jonggrang

 

Di tempat saya bekerja, ada istilah “proyek roro jonggrang”. Bagi kami, istilah itu melambangkan mimpi buruk. Proyek roro jonggrang adalah simbol kemustahilan dalam sudut pandang manajemen proyek.

kamus-meme-proyek-roro-jonggrang

Mari sini, saya ceritakan lebih lanjut.

Sudah tahu kisah Roro Jonggrang? Singkatnya begini: Dulu, Bandung Bondowoso hendak melamar Roro Jonggrang, namun Roro Jonggrang tidak rela. Jadi Roro Jonggrang mencoba menggagalkan lamaran dengan memberikan syarat membuat 1000 candi dalam 1 malam. Dari segi manajemen proyek, Roro Jonggrang itu adalah klien tak berperikemanusiaan. Mengapa? Mustahil menyelesaikan pekerjaan lingkup besar sementara waktunya sangat singkat. Hal tersebut melanggar hukum keseimbangan segitiga proyek: lingkup, durasi, dan biaya. Hanya dengan keajaiban proyek itu dapat diselesaikan.

Di dunia kerja, kami menyebut proyek roro jonggrang untuk sebuah proyek dengan skala relatif besar dengan waktu sangat pendek. Ketimpangan skala dan durasi proyek itu bisa berlaku hingga tingkat ekstrem. Misalnya untuk melakukan instalasi perangkat di kantor 3 lantai kami membutuhkan waktu 2 bulan. Kemudian hal ini disampaikan kepada klien.

Project Manager (PM): “Pak untuk instalasi ini kami perlu waktu 2 bulan”
Klien (K): “2 bulan terlalu lama pak. Kita akhir September ada peresmian oleh gubernur. Jadikan 3 minggu ya.”
PM: (Mampus. Mana bisa 3 minggu) “Pak ini kan untuk implementasi kita butuh A…B…begini…begitu. Bisa diberi waktu lagi?”

Lanjutannya adalah negosiasi berkepanjangan. Tetap saja, konsumen (Roro Jonggrang sekalipun) adalah bos sebenarnya. Jadilah 3 minggu itu kami berusaha keras untuk melakukan “keajaiban” layaknya Bandung Bondowoso.

Hal yang menyebalkan dari proyek roro jonggrang ada 2:

  1. Mengacaukan alokasi sumber daya
  2. Menguras moral tim proyek

Biasanya alokasi sudah direncanakan dalam pengerjaan proyek. Apabila waktu pengerjaan proyek sangat pendek, yang bisa dilakukan untuk mengimbanginya adalah mengurangi lingkup proyek (yang nyaris mustahil) atau menambah sumber daya. Akibatnya, sumber daya baru harus dialokasikan dari luar tim. Itu “keajaiban” pertama.

Kemudian, “keajaiban” kedua dilakukan dengan memadatkan aktivitas. Hal itu berarti perlunya dedikasi lebih, biasanya berwujud lembur. Setiap hari. Tekanan yang tinggi seperti itu membuat tim cepat lelah dan moral terkuras.

Dari segi klien atau pemiliki proyek pun belum tentu santai-santai. Bedanya dengan Roro Jonggrang, klien ingin proyeknya selesai. Mentang-mentang bayar, lalu santai-santai? Tidak bisa juga. Untuk mengimbangi ritme kerja tim proyek, klien juga harus memberi dukungan. Mengambil keputusan dengan cepat dan mengurangi hambatan birokrasi hanyalah contoh kecil. Hal ini juga melelahkan bagi klien/pemilik proyek.

Jadi, proyek roro jonggrang adalah sesuatu yang baiknya dihindari, baik klien maupun tim proyek.

Manajemen proyek adalah seni menyelesaikan pekerjaan dengan sumber daya terbatas. Ingin postingan lagi soal manajemen proyek? Silakan komentar ya 😀

Terima kasih.

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Uji Kosakata: Anagram [1]

Balada Bahasa Indonesia kembali lagi. Postingan tema ini ditujukan untuk berbagi info tentang berbagai fitur dalam Bahasa Indonesia. Saya sendiri tak mau sok jadi guru Bahasa Indonesia, lha wong ulangan saja nggak pernah diatas 80 :P. Tapi bahasa yang baik menunjukkan kultur baik. Menurut saya, salah satu cara memperbaiki diri adalah memperbaiki cara berbahasa.

Kemudian karena website dan blog yang menjelaskan arti kata sudah banyak, saya coba pendekatan lain. Saya tentang pembaca sekalian buat menjawab Uji Kosakata. Tema Uji Kosakata kali ini adalah anagram. Definisi anagram adalah penyusunan ulang per huruf dari kata/frase untuk dijadikan kata/frase baru.

Contoh anagram

hutan | hantu, tuhan, tahun
batu kali | bakal itu, Ali batuk, buat kail

Tantangan Uji Kosakata

Saya terinspirasi dari sebuah kuis di televisi yang dibawakan Helmi Yahya zaman dulu. Oh ya, saya juga terinspirasi dari soal TPA (Tes Potensi Akademik) yang seperti ini:

Kata manakah yang berbeda dengan yang lain?

Dengan sedikit modifikasi aturan, saya sajikan dalam gambar di bawah. Aturannya sederhana, saya membuat sekelompok kata yang merupakan anagram: hurufnya sama semua, hanya susunannya berbeda. Tugas pembaca adalah menentukan kata mana yang tidak tepat. Hanya ada satu jawaban untuk tiap nomor. Siapkanlah kertas dan pensil lalu tulis jawabannya.

Kunci jawaban ada pada tautan berikut: http://pastebin.com/4w09N887.

Uji Kosakata-Anagram [1]

Saya menambahkan rating supaya ada nilai seperti main Angry Birds atau Candy Crush. Dalam proses seperti ini malah mungkin kita menemukan kata-kata yang ada namun belum terdengar sebelumnya. Di situlah letak kesenangannya 🙂

Doakanlah saya lancar rezeki. Suatu saat saya berencana membuat kuis seperti ini dengan hadiah sungguhan. Semoga bisa terwujud hahaha.

Mau tahu dan belajar lebih banyak tentang Bahasa Indonesia? Klik Balada Bahasa Indonesia.
Untuk memperoleh lebih banyak Uji Kosakata, klik tag Uji Kosakata.

Salam dan sampai jumpa di Uji Kosakata berikutnya.

Menjawab Spontan dan Berkesan

Beberapa orang menganggap saya pemikir yang masuk akal tapi nyeleneh. Dan saya sadar memang nyeleneh. Bentuk terjelas dari sifat ini adalah jawaban saya kalau ditanya. Biasanya saya menjawab spontan, baik lisan atau tertulis. Nah, spontanitas itulah yang bikin saya geleng-geleng sendiri pas baca riwayat chat di aplikasi.

“Keren juga ya omonganku ini, padahal nggak pakai mikir” #songong

Tapi lewat jawaban spontan dan nyeleneh inilah saya kadang dikenal. Nah, meskipun spontan, saya cenderung punya kekhasan dalam ngomong atau menulis. Bisa dibilang ini tips untuk ngomong nyeleneh tapi masuk ingatan orang lain hehe.

Tiap orang punya karakter dan cara bicara. Tapi dengan sedikit pembelajaran, anda bisa mengeluarkan kalimat yang menarik. Mungkin berguna juga untuk menulis novel. Inilah empat tips menjawab spontan dan berkesan.

  1. Pakai kalimat berima atau berpola
  2. Gunakan Analogi
  3. Gunakan Penyampaian yang Tidak Biasa
  4. Tambahkan Hiperbola Secukupnya

Penasaran? Simaklah cara ngomong spontan dan berkesan ala Yogi.

Kalimat Berima atau Berpola

Saya suka pola. Rima adalah fitur bahasa yang mengikuti pola. Kalau dengar kalimat dengan suku kata sinkron di akhir bikin telinga adem hehe. Karya sastra lama juga ketat dalam aturan rima untuk menciptakan harmoni.

Contoh:

Obrolan saya dan Riri di WhatsApp
Y : Kamu hari ini dari mana?
R : Aku habis dari diskusi di Fisipol, tentang agama perlawanan.
Y : Wah kamu diskusi di Fisipol bisa mumet pol.
R : Hahaha, memang iya.

Saya juga suka kalimat berpola. Tidak harus berima, yang penting mirip di bagian awal dan akhir.

Contoh:

  • Kita harus duduk sepaket supaya sepakat.
  • Scrum di pagi hari, kram di sore hari. (rada lokal, bahasa agile software development)

Baca lebih lanjut

Dilema Telor Ceplok

Ini adalah postingan (sok) filosofis yang terinspirasi dari obrolan harian saya dan Riri.

“Nanti pas kamu pulang aku bikinin telor ceplok ya. Telor ceplok buatan aku enak lohh,” kata Riri di kanal seberang. Ini terjadi sebelum kita ketemuan pas tahun baru. Obrolan seputar rencana di Ponorogo (selain pergi ke Bendungan Sawoo) menjadi topik seru. Karena LDR nya belum beres juga, kesempatan bertemu itu harus diisi dengan kegiatan yang exciting. Mendengar nada pede dari doi, saya iyakan aja.

Pada pagi hari yang dijanjikan, saya main ke rumahnya. Salim sama bapak ibunya, terus nyelonong ke dapur.

“Jadi apa yang spesial dari telor ceplok bikinan kamu?” saya bertanya macam juri MasterChef.

“Jangan sembarangan ya. Telor ceplok bikinanku itu rasanya asli banget. Minyaknya sedikit, terus apinya kecil. Terus cuma aku beri bumbu garam. Teman-temanku aja pada ketagihan.” jelas Riri ala chef hotel bintang lima.

“Bikin telor ceplok kan memang begitu. Aku juga bisa,” kucoba sedikit mendebat untuk memastikan keyakinan doi atas masakannya.

“Telor ceplok yang sempurna itu bikinnya susah. Kalau kelamaan, nanti tepi putih telor jadi gosong. Kalau kecepetan, kuning telornya nggak matang semua,” bela Riri.

Kalimat yang terakhir itu bikin saya ketawa. Sang juri mengakui kelihaian chef. Sepuluh menit kemudian telor ceplok matang saya lahap 😛

***

Sekarang saya mendekam di kosan daerah Karawaci. Di sela-sela kelelahan kerja dan kesendirian di kosan, otak jadi suka berimajinasi. Dari segudang kesenangan pas pulang, kalimat Riri yang terakhir itu terpatri erat. Saya jadi terinspirasi untuk mencetuskan sebuah istilah: dilema telor ceplok.

DilemaTelor Ceplok

Terlalu niat untuk sebuah imajinasi filosofis liar? Inilah definisi dilema telor ceplok 😀

Dilema adalah pernyataan dengan dua opsi dimana tidak satupun menjadi alternatif yang lebih tepat. Dilema telor ceplok adalah dilema untuk mengambil keputusan di saat yang tepat, sebab terlalu cepat atau terlalu lambat melakukannya akan memberikan hasil buruk. Layaknya telor ceplok yang dimasak terlalu cepat, kuning telor tidak matang. Sementara kalau dimasak terlalu lama, putih telor jadi gosong.

Kalau sedang rajin berimajinasi, ada saja yang kepikiran. Saya bahkan sampai memikirkan aplikasi nyata dari dilema ini. Bayangkan pasar saham yang diisi fluktuasi harga. Keputusan jual atau beli diperhatikan presisi sampai hitungan menit. Telat jual dua menit, mungkin bisa rugi jutaan. Terlalu awal membeli sebelum harga saham benar-benar turun, bisa juga rugi.

Ini tulisan murni buah pikiran saya. Saya orangnya praktis, kalau diajak ngobrol filosofis yang terlalu dalam malah pusing sendiri. Jadi bahasannya sampai sekian saja :D. Kalau pembaca menemukan istilah spesifik untuk hal seperti ini dan sudah ada namanya, CMIIW ya. Bakal saya muat di tulisan ini.

PS: Telor ceplok buatan Riri paling maknyus 😛

UKBI – TOEFL/IELTS untuk Bahasa Indonesia

Saya yakin pembaca blog ini pada tahu TOEFL dan IELTS. Keduanya adalah tes yang menunjukkan kemampuan seseorang dalam bahasa Inggris. Kalau ingin tahu lebih lanjut bisa lihat referensi atau blog Budi Waluyo di Sekolah TOEFL.

Kalau ada tes yang menunjukkan kemampuan Bahasa Inggris, adakah tes serupa untuk kemampuan Bahasa Indonesia? Ternyata ada. Namanya Uji Kemampuan Bahasa Indonesia atau UKBI. Dulu saya sering bertanya-tanya keberadaan tes ini dan kini terjawab.

Jadi apa yang diujikan di dalam UKBI? Di sini ada 5 aspek yang dinilai: membaca, struktur bahasa, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Setiap aspek diuji dalam sesi berdurasi 50 menit. Kemudian penilaiannya dikategorikan menjadi beberapa kelompok. Mulai dari tidak mencukupi sampai istimewa. Berikut tercantum rentang hasil seluruh UKBI tahun 2011-2014.

peta_pengujian_2011

peta_pengujian_2012

peta_pengujian_2013

peta_pengujian_2014

UKBI diakui secara sah sebagai alat ukur kecakapan Bahasa Indonesia. UKBI ini dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Selengkapnya dapat dilihat pada tautan http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/ukbi/v2/index.php/sekilas-ukbi?id=103

Melihat adanya instrumen pengukuran kecakapan Bahasa Indonesia seperti ini muncul beberapa pertanyaan dari saya.
1. Siapa yang harus mengikuti UKBI?
2. Seberapa pentingkah UKBI?
3. Mengapa UKBI belum dikenal masyarakat?

Saya sekedar orang awam yang tertarik berbahasa saja. Jadi pertanyaan di atas saya jawab sebagai orang awam.
1. Menurut website UKBI di atas, UKBI diambil oleh non-Indonesia yang butuh kecakapan Bahasa Indonesia atau warga Indonesia yang perlu kecakapan keahlian Bahasa Indonesia. Tapi apakah semua non-Indonesia yang bekerja di Indonesia perlu UKBI? Saya membandingkan dengan TOEFL dan IELTS dimana mereka diminta untuk keperluan kerja atau sekolah. Hal itu “memaksa” banyak orang mengambil tes.

2. Saya pikir kalau saya WNA dan kerja di Indonesia tanpa ikut UKBI, segalanya bakal berjalan normal. Kebanyakan perusahaan atau institusi tak “memaksa” saya ambil UKBI. Jadi saya tak ambil pusing.

3. Dilihat dari dua jawaban di atas, ada kesamaan poin yaitu paksaan untuk mengikuti UKBI. Mengapa TOEFL dan IELTS terkenal? Karena itu adalah kriteria agar layak bekerja atau sekolah. Sudah begitu mahal dan sulit. Rasanya kalau punya nilai bagus di TOEFL dan IELTS itu pamor diri bertambah hehe.
Di sisi lain bagi saya keduanya berfungsi menyaring individu berkompetensi. Indonesia sangat memerlukan ini, terutama di era MEA. Pekerja asing boleh masuk asal lolos uji. Jadi nanti nggak ada masalah-masalah baru yang bakal muncul.

Jadi begitulah UKBI. Kalau saya tertarik sekedar tahu saya masuk kategori semenjana (kata ini catchy, saya suka) atau di atasnya. Anda bagaimana?

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Uji Kosakata: Lawan Kata

Apa lawan kata dari nyata? Jangan dijawab ‘tidak nyata’ ya. Nanti kalah dari anak SD hehehe. Tergantung konteksnya, lawan dari nyata yaitu khayal atau maya. Mungkin bisa juga gaib.

Oke. Terus?

Salah satu fitur dalam bahasa adalah ekspresi yang menunjukkan dua hal yang berlawanan. Dalam Bahasa Indonesia pun ada. Hitam-putih, positif-negatif, bersih-kotor, ujung-pangkal, primitif-modern, dan sebagainya. Ekspresi tersebut terutama dipakai untuk membandingkan dua hal secara ekstrem. Kita menghindari kata ‘tidak’ dan memberi kata khusus sebagai lawan.

Yang seperti ini kan sudah dipelajari di SD. Tapi ini adalah Balada Bahasa Indonesia di blog saya. Target saya adalah membuat kita mengagumi kekayaan bahasa sendiri. Minimal ada peningkatan pengetahuan setelah membaca tulisan ini. Jadi saya membuat tes kecil-kecilan. Namanya Uji Kosakata. Lewat Uji Kosakata ini, saya memperkenalkan beberapa kata yang sebenarnya umum kita dengar namun cukup sulit untuk dicari lawannya. Sedikit lebih susah daripada soal anak SD…mungkin.

Perlu saya tambahkan bahwa jawaban terbaik adalah jawaban dengan makna paling spesifik. Contohnya, lawan sederhana adalah kompleks/rumit bukan sulit. Mengapa? Sebab lawan sulit adalah mudah, sementara makna sederhana dan mudah tidak sama.

Di sisi lain, lawan kata yang tepat pun tergantung dari konteks. Contohnya, apa lawan kata dari sempit? Dalam Bahasa Indonesia, ada dua konteks. Pertama berkaitan dengan celah. Dalam kasus ini, lawan sempit adalah lebar. Kedua berkaitan dengan luas. Kali ini, lawan sempit adalah luas.

Soal uji kosakata Bahasa Indonesia untuk umum

Uji Kosakata: Lawan kata.

Silakan menjawab di bagian komentar atau membaginya lewat media sosial biar teman-teman pusing. Jangan kalah sama anak SD. Selamat berjuang 😀

Mau tahu dan belajar lebih banyak tentang Bahasa Indonesia? Klik Balada Bahasa Indonesia.
Untuk memperoleh lebih banyak Uji Kosakata, klik tag Uji Kosakata.

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Balada Bahasa Indonesia: Mala dan Mara

Dalam bahasa Indonesia ada dua kata yang mirip: mala dan mara. Keduanya memiliki arti berdekatan, namun penggunaannya berbeda. Sedikit aneh. Bagaimana anehnya?

Sekarang kita lihat dulu arti masing-masing kata. (sumber: KBBI)

mala 1/ma·la /n bencana; celaka; sengsara

mara 1/ma·ra / n bencana; bahaya

Masing-masing jarang dipakai sebagai kata yang berdiri sendiri. Kita lebih sering mendengarnya dipaketkan dengan kata lain. Tepatnya adalah malapetaka dan marabahaya. Padahal mala artinya petaka, mara artinya bahaya. Ini cara orang Indonesia melebih-lebihkan sesuatu, seperti bilang, “ini super ultra amat sangat bahaya banget”.

Sekarang saya ajukan pertanyaan ini: kalau arti keduanya mirip, mengapa keduanya digunakan? Apalagi ejaannya hanya beda satu huruf. Menurut saya ini redundansi kosakata. Kemudian saya melakukan sedikit pencarian di internet. Menurut artikata.com dan dictionary.com, berikut adalah definisinya.

maranoun1. (Hindu Mythology). the god of death, sometimes seen as one aspect of a god whose other aspect is Kama, or erotic desire; 2. (Buddhism). Satan, who tried to seduce the Buddha at the time of his Enlightenment.

mala / noun / 1. Evils; wrongs; offenses against right and law.

Dari makna yang diperoleh, saya punya hipotesis sendiri. Mara artinya sesuatu yang membahayakan diri seseorang. Bahayanya bersifat menyakiti atau mengakibatkan kematian. Mungkin lebih tepat dipakai oleh agen asuransi. Mala artinya sesuatu yang mengakibatkan nasib buruk dan kesulitan, namun maknanya lebih luas.

Tentunya saya menerima diskusi makna kata ini. Bahasa memang rumit dan dinamis, namun perkembangan bahasa adalah tanda perkembangan peradaban. Ayo kembangkan bahasa kita. Dimulai dari mengenalinya 😉

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Balada Bahasa Indonesia: Nara

Setelah lama vakum, kali ini saya kembali untuk memperkaya pengetahuan soal Bahasa Indonesia. Sebelum seni menggunakan bahasa yang baik dan benar menjadi musnah, jangan lupa untuk mencobanya dalam hidup sehari-hari.

Bahasan kali ini adalah kata nara. Terjemahan berdasarkan KBBI sebagai berikut.

nara/na·ra/ n orang

Terlalu sederhana? Mungkin. Di balik kesederhanaan itu, kata nara memiliki fungsi spesial. Kata tersebut sering ditambahkan ke kata lain untuk membentuk kata baru. Umumnya kata baru yang terbentuk memiliki arti orang yang memiliki atribut tertentu, berdasarkan interpretasi saya. Berikut adalah kata Bahasa Indonesia yang mengandung nara.

narasumber/na·ra·sum·ber/ n orang yg memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi; informan

narapidana/na·ra·pi·da·na/n orang hukuman (orang yg sedang menjalani hukuman krn tindak pidana); terhukum

narapati/na·ra·pa·ti/kl n raja

narapraja/na·ra·pra·ja/ark n pegawai (pembesar kerajaan)

narahubung/na·ra·hu·bung/ n orang yang dapat dihubungi; contact person

Dua kata pertama sering terdengar tentunya. Sementara dua kata selanjutnya nampak seperti sudah lenyap seiring surutnya pengaruh kerajaan di Indonesia. Satu kata terakhir nampak asing. Narahubung memang belum ada dalam KBBI, namun menurut laman Bahasa Kita kata tersebut telah dialihkan secara tepat. Mengapa kita menulis contact person bahkan dalam tulisan baku? Sebabnya adalah belum ada istilah padanannya dalam Bahasa Indonesia.

Kamus meme-narahubung

Narahubung

Ada satu kata yang tidak masuk katergori ini walapun diawali dengan nara, yaitu narator. Sebabnya, narator merupakan serapan dari narrator, istilah bahasa Inggris.

Mungkin apabila berkembang lagi, kita perlu istilah-istilah lain yang menggunakan kata nara. Misalnya narasakti (saingan kera sakti), narasimpang (pembakuan istilah untuk ‘pak ogah’ di persimpangan jalan, mengerti maksud saya kan), naradamping (pembakuan istilah LO-liaison officer), ide yang menarik kan?

Lihat lebih banyak lagi di Balada Bahasa Indonesia blog ini 🙂

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Balada Bahasa Indonesia: Keluarga Kata “Tujuan”

Kembali lagi ke postingan soal Bahasa Indonesia yang menyusahkan tercinta.Asal mula saya membahas ini adalah karena saya belajar ilmu manajemen teknologi informasi dalam organisasi (enterprise). Dalam organisasi kita mengenal ada visi, misi, tujuan, dan sasaran. Padahal semuanya bermakna pokok sama, hanya beda konteks. Dalam teks referensi asli yang berbahasa inggris ada lebih banyak lagi kata yang bermakna “tujuan”, namun digunakan dalam konteks berbeda terkait ilmu keorganisasian. Berikut contohnya (definisi kata diambil dari Merriam-Webster):

  • vision : something seen in a dream, trance, or ecstasy
  • mission : a task or job that someone is given to do
  • goals : the end toward which effort is directed
  • objectives : something toward which effort is directed; a strategic position to be attained or a purpose to be achieved
  • purpose : something set up as an object or end to be attained

Sekarang, kita coba terjemahkan ke Bahasa Indonesia. Referensi pilihan katanya berasal dari Google Translate.

Pusing? Iya. Sebab maknanya bertumpuk. Ini bisa menimbulkan kerancuan, terutama di bidang yang saya pelajari. Ketika saya menuliskan “tujuan”, bisa saja muncul kebingungan. Yang diacu maksudnya goals, purpose, atau objectives?

Untuk menghindari kerancuan, saya mencari kata dalam Bahasa Indonesia yang bermakna “tujuan”. Caranya? Saya mencari dalam Kamus Tesaurus Bahasa indonesia. Hasilnya banyak temuan kata menarik yang bisa jadi alternatif.

  • bahan
  • hajat
  • haluan
  • intensi
  • jangka
  • juntrungan
  • jurusan
  • kehendak
  • khitah
  • landasan
  • murad
  • objek
  • orientasi
  • pamrih
  • paran
  • ujud
Kamus meme KBBI khitah tujuan

Trademark blog ini, definisi kata-kata aneh 🙂

Sekarang yang perlu saya lakukan adalah mengecek arti kata masing-masing kemudian mencocokkannya dengan makna dalam bahasa inggris. Yang paling mendekati maknanya adalah yang layak dipakai sebagai terjemahan. Dengan demikian tidak akan muncul kerancuan. Sayangnya saya terlalu malas melakukannya. Capek. Hahaha.

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Balada Bahasa Indonesia: Pusa Linear, Juru Atak, Avonturir, dan Parser

Kegiatan akhir-akhir ini membuat saya harus memperhatikan tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Saya jadi rajin membuka kamus. Lalu saya mulai menyadari bahwa sebenarnya Bahasa Indonesia itu perbendaharaan katanya luas. Kurang populer saja, tergantikan oleh istilah asing yang terdengar lebih keren. Sebenarnya ada kata dalam Bahasa Indonesia untuk beberapa kata sulit. Supaya lebih gaul, saya cantumkan dalam meme kamus yang sedang ngetren 🙂

Definisi momentum adalah

Bagi yang pernah belajar fisika tentu ingat istilah momentum linear. Siapa sangka ada kata baku dalam Bahasa Indonesia untuk menjelaskannya? Kata tersebut adalah pusa linear.

Definisi layout designer

Juru atak mungkin terdengar kampungan dibanding layout designer. Percayalah, kata ini sudah digunakan sejak masa Belanda masih nongkrong di Hindia Belanda. Ini hanya hipotesis saya, namun ‘atak’ nampaknya berasal dari ‘kata’ yang dibalik. Mengapa demikian? Karena pada zaman dahulu sebelum ada komputer, percetakan masih menggunakan huruf cetak. Peletakannya pun harus dibalik seperti asas pencerminan.

definisi petualang adalah

Avonturir sama artinya dengan petualang. Menurut saya sih, avonturir ini lebih keren.

Oh iya, di gambar atas bertuliskan ‘pertualangan’, bukan ‘petualangan’. Menurut Anda mana yang betul ? 😉

Definisi parser adalah

Sebagai mahasiswa yang kuliah di bidang IT, saya mengerti istilah parser ini sejak lama. Kegunaan utamanya adalah memisahkan kumpulan huruf menjadi kata yang tepat. Sejujurnya saya kaget bahwa parser termasuk dalam kata Bahasa Indonesia yang valid.

Ketulangan adalah tersedak duri atau tulang

(BONUS) Yang ini bukan berasal dari bahasa asing. Khas budaya Indonesia (umumnya orang asing memisahkan tulang dan duri sejak awal). Tentu sering mengalami ini kan. Saya sendiri baru tahu kata ketulangan. Saya senang kalau ada kata yang menggambarkan kondisi spesifik.

Semua kata yang ada di postingan ini saya dapatkan dari KBBI yang disarikan di http://kamus.cektkp.com/.

Kalau ada yang suka memopulerkan kata-kata gaul, saya coba memopulerkan kata-kata yang benar.

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro
Sampingan

Balada Bahasa Indonesia: Jagawana

Siapa pernah mendengar kata jagawana? Jangan kecil hati kalau tidak pernah. Saya sendiri baru tahu konteks penggunaannya ketika membaca buku Collapse: Runtuhnya Peradaban-peradaban Dunia karangan Jared Diamond. Bukan kata yang sering dipakai dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Jagawana adalah terjemahan Bahasa Indonesia yang paling mendekati kata ranger dalam Bahasa Inggris. Menurut KBBI, demikian definisi jagawana:

ja·ga·wa·na [n] orang yg pekerjaannya menjaga atau mengawasi hutan

Jagawana berakar dari dua kata: jaga yang berarti melindungi dan wana yang berarti hutan. Maka artinya pun jelas, orang yang melindungi hutan. Demikianlah asal-usul definisi jagawana.

Arti kata jagawana