Zakat dan Keadilan Ekonomi Masyarakat Islam

Pada akhir bulan Ramadhan, umat Islam selalu diingatkan untuk membayar zakat fitrah.  Sebagian muslim juga menghitung zakat mal yang dikeluarkannya pada bulan Ramadhan. Harta dalam jumlah besar mengalir pada masa seperti ini. Kita, umat muslim, memandang zakat sebagai syarat pembersihan harta sesuai Al-Qur’an dan sunnah. Saya tidak ahli bicara dari sisi dalil, jadi silakan mencari sendiri isinya. Yang bakal saya bahas adalah dampaknya di kehidupan masyarakat.

Seberapa besar harta yang kita bicarakan mengenai zakat ini? Sangat besar. Mari kita lakukan perhitungan kasar. Anggaplah penduduk Indonesia 250 juta jiwa dengan persentase 80% muslim. Itu setara 200 juta jiwa. Herru Widiatmanti lewat situs bppk.kemenkeu.go.id menyatakan kelas menengah Indonesia berjumlah 41,6 juta orang pada tahun 2012. Gaji minimum 3 juta per bulan. Saat ini sudah tahun 2017 dan anggap jumlahnya 50 juta jiwa. Apabila 80% nya muslim berarti ada 40 juta muslim, atau 10 juta keluarga muslim (empat anggota keluarga), yang wajib mengeluarkan zakat di Indonesia. Dengan asumsi harta rata-rata senilai 50 juta per keluarga, estimasi besaran zakat per tahun adalah 2,5% x Rp 50.000.000 x 10.000.000 keluarga wajib pajak = Rp 125.000.000.000. Wow, 125 triliun rupiah per tahun! Menurut Baznas, potensi zakat tahun 2015 mencapai 286 triliun. Saya berpendapat bahwa zakat di Indonesia biasanya dibayarkan per keluarga, sehingga hitungannya berbeda.

Saya sudah pernah bercerita bahwa secara alami, kekayaan di masyarakat tidak terdistribusi secara merata. Selalu ada orang kaya dan orang miskin. Masalahnya adalah seberapa besar kesenjangan antara keduanya. Sistem kapitalisme, yang mengutamakan kebebasan dalam berbisnis, mengakibatkan orang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kalau kamu miskin itu akibat kebodohanmu sendiri, begitu kira-kira menurut penganut kapitalisme. Tidak ada tanggung jawab terhadap orang miskin. Hal ini menyakiti kehidupan bermasyarakat.

Islam adalah agama yang menekankan penghambaan terhadap Allah dan keadilan dalam bermasyarakat. Begitu banyak hukum yang mengatur urusan antarmanusia. Zakat adalah kombinasi keduanya. Bagi saya, hukum Islam sungguh hebat karena memasukkan konsep ekonomi yang adil. Bahkan, zakat ini begitu penting sampai menjadi pilar utama yaitu rukun Islam. Dalam Islam, harta adalah titipan. Ia kesenangan sekaligus ujian. Kemudian, ada hak orang lain dalam harta yang dititipkan. Konsep ini menimbulkan tanggung jawab ekonomi kepada orang lain. Yang mampu harus membantu yang tidak mampu. Hasilnya adalah dekatnya jarak antara orang kaya dan orang miskin. Ekonomi Islam itu proporsional, tidak melarang untuk mencari rezeki Allah di muka bumi, sekaligus membatasi keserakahan manusia.

Kemudian bayangkan uang 125 triliun tadi untuk kemaslahatan umat. Fakir miskin akan berkurang bebannya, yang terjerat hutang dapat kesempatan kedua, pejuang di jalan Allah akan dimudahkan jalannya. Kalau kita sadar pentingnya membayar zakat, masyarakat Islam akan semakin kuat.

penerimaan baznas

Penerimaan zakat yang tercatat Baznas tahun 2002-2016 (sumber: Outlook Zakat 2017 Puskasbaznas)

Banyak konsep bagus, tapi pelaksanaannya melempem. Zakat di Indonesia, dan mungkin belahan dunia lain, belum dapat dimaksimalkan. Masalah yang paling dasar adalah kurangnya kesadaran berzakat. Hukum Islam secara tegas melaknat muslim yang tidak membayar zakat. Namun tanpa sosialisasi dan peraturan khusus, saya rasa kesadaran itu belum akan muncul. Menurut Badan Amil Zakat Nasional, penerimaan zakat di tahun 2015 ‘hanya’ sebesar 3,7 triliun. Penyalurannya pun hanya terserap 61%. Belum lagi masalah optimalisasi penggunaan dana zakat.

pertumbuhan zakat indonesia

Pertumbuhan penerimaan zakat bertumbuh positif (sumber: Outlook Zakat 2017 Puskasbaznas)

Meskipun di Indonesia jalannya masih panjang, saya yakin zakat bisa menjadi pintu gerbang kemakmuran. Meskipun jauh dari potensinya, penerimaan zakat di Indonesia masih terus bertambah. Jadi, ayo berzakatlah para muslim. Untuk kebersihan harta, kemaslahatan umat, dan amalan di akhirat.

 

Bacaan lanjutan:

Pusat Kajian Strategis Baznas. Outlook Zakat Indonesia 2017. 2016. http://www.puskasbaznas.com/images/outlook/ OUTLOOK_ZAKAT_2017_PUSKASBAZNAS.pdf 

 

 

 

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Itu Dibaca “Mim”, bukan “Meme”!

Bagi yang rajin berkiprah di dunia maya, istilah “meme” sudah tidak asing lagi. Gambar dengan caption lucu? Itu “meme”. Kutipan film/serial yang diplesetkan? “Meme” juga. Perkembangan “meme” di internet sangat pesat, termasuk di Indonesia. Akibatnya orang terbiasa menyebut “meme” untuk  hal-hal seperti itu. Padahal istilah tersebut merupakan kata serapan, ditulisnya meme (dengan huruf miring). Ini sudah sangat umum terjadi sampai orang mengira itu lazim. Post ini membahas bagaimana penulisan meme dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

tulisan-meme-dalam-bahasa-indonesia

Menurut Pedoman Penyerapan Istilah Wikipedia, kata baku meme dalam Bahasa Indonesia adalah mimema yang diserap dari bahasa Yunani Kuno. Dalam percakapan modern, mimema dapat disingkat menjadi mim. Seperti membaca huruf Arab [ م ]. Dalam Bahasa Inggris, meme pun pengucapannya mim. Kita menuliskan seperti apa yang terdengar, bukan mengikuti tulisan aslinya. Kalaupun mau ditulis sesuai aslinya, pakailah huruf miring sebagai pertanda itu istilah asing.

Dengan demikian, penulisan yang benar adalah sebagai berikut.

Penulisan Status
meme salah
meme benar
mim benar
mimema benar

Yang sudah terlanjur salah adalah masa lalu. Kalau sudah tahu yang benar mari dibiasakan. Bahasa Indonesia yang lurus terwujud kalau kita membiasakan berkalimat benar. Kalau Bahasa Indonesia jadi acak-acakan, itu tanda bahwa kultur kita mulai acak-acakan. Kita tak mau itu terjadi, bukan?

Salam.

Rahasia Dibalik Nama Panjang yang Terpotong di Aplikasi

Nama anda panjang? Mungkin pernah dongkol ketika lihat nama Anda tidak dicantumkan penuh di tiket pesawat/kereta api atau di akun bank. Saya merasakan itu. Sebal rasanya lihat nama dipotong. Apa susahnya sih tambah sekian huruf?

Tiket KA nama dipotong

Kalau saya tidak belajar tentang IT, kedongkolan itu tetap ada di pikiran. Cuma lebih pasrah. Karena saya belajar, saya mengenal alasannya dan bisa menceritakannya kepada pembaca sekalian.

Bicara soal nama orang di dunia IT, terutama software engineering, wajib membahas dulu tentang database atau basis data. Database adalah wadah yang dipakai untuk menyimpan sekaligus menyortir data. Seperti lemari yang isinya diberi label A-Z. Salah satu jenis data yang paling sering disimpan adalah nama orang. Di sisi lain, database ada batasan kemampuan dalam menyimpan data. Seperti lemari yang cuma bisa menampung berkas dalam jumlah terbatas. Jadi para software engineer mengakali dengan cara membuat data nama orang panjang maksimumnya 20 karakter. Kemudian aplikasi disusun sedemikian rupa sehingga kalau seseorang memasukkan nama sepanjang lebih dari 20 karakter, kelebihannya akan dipotong.

Misal nama saya “Yogi Agnia Dwi Saputro” memiliki 22 karakter (bagi komputer, spasi dihitung satu karakter). Kalau saya input nama ke dalam aplikasi, dua kelebihan karakter akan dibuang. Menyisakan “Yogi Agnia Dwi Saput” dalam database. Sialnya, selama database itu yang dipakai oleh bank atau instansi, saya akan tetap “Yogi Agnia Dwi Saput” bagi mereka. Untungnya, gejala seperti ini hanya ada di aplikasi versi lama.

Meskipun hanya aplikasi versi lama yang memiliki isu ini, dampaknya masih terasa di Indonesia. Saya yakin masih ada di Indonesia yang memakai aplikasi versi dibawah 2005. Kemudian, ada semacam salah kaprah yang menyebar karena batasan nama 20 karakter. Ya, salah kaprah yang menganggap data nama orang harus 20 karakter. Lihat saja LJK (Lembar Jawab Komputer) yang tersebar di pelosok nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, dari ujian SD sampai ujian masuk universitas, kolom nama dijatah hanya 20 kotak.

panjang nama LJK

Semua LJK memiliki jatah 20 karakter

Beberapa buku pedoman penggunaan aplikasi database juga mensyaratkan supaya nama dibatasi 20 karakter saja. Alasannya? Entahlah, dari dulu memang sudah begitu. Kita mah orangnya percaya dan terima saja. Apakah ini best practice alias pakem yang sudah paten dan tak bisa diubah? Dari sudut pandang saya, tidak. Sebab bagi orang bernama panjang (pasti banyak di Indonesia), itu tidak elok. Kalau nama saya masih mending, tidak berdampak pada perubahan arti. Coba misalnya nama “Gatotkaca Purnama Tirta” (mohon maaf kalau ada kesamaan nama, murni tidak sengaja). Kalau dipotong jadi “Gatotkaca Purnama Ti” (bila diucapkan seperti Gatotkaca purna mati). Lagipula, komputer zaman sekarang lebih bertenaga dan kapasitasnya besar. Pasti bisa mengakomodasi karakter yang lebih banyak.

Nama 20 karakter

Di salah satu buku petunjuk SPSS, dibilang begitu saja batasan nama 20 karakter. Untuk keseragaman? Ya ampun…

Perjuangan saya mengembalikan 2 karakter nama belum selesai. Saya cari penyebab munculnya standar panjang nama harus 20 karakter. Setelah melakukan riset kecil, saya memperoleh jawaban memuaskan dari laman bantuan teknis Microsoft:

Windows NT 3.1, 3.5, 3.51, and 4.0 do not support Windows NT global groups with names longer than 20 characters. This limit is imposed to allow for interoperability with OS/2 LAN Manager, DOS LAN Manager, IBM LAN Server, and Windows for Workgroups.

Sumber: https://support.microsoft.com/en-us/kb/131417

Windows NT 3.1, 3.5, 3.51, 4.0 adalah Windows edisi sangat lama. Windows 95 pun masih lebih baru dibanding versi tersebut. OS/2 LAN Manager, DOS LAN Manager, dan IBM LAN Server adalah semacam antarmuka untuk komputer mainframe yang ukurannya sebesar lemari baju. Global groups adalah database pengguna komputer yang berisi nama dan password. Dari sini saya mendapat pencerahan.

Berdasarkan jawaban di atas, observasi atas teknologi zaman tersebut, serta pengalaman dengan server keturunan mainframe, saya menyusun hipotesis sebagai berikut.

Pada akhir 80’an dan awal 90’an, komputer mainframe banyak digunakan oleh instansi seperti bank, lembaga keuangan, dan pemerintahan. Komputer mainframe memiliki kapasitas terbatas namun beban penyimpanan dan komputasi yang besar. Satu karakter memerlukan ruang 1 byte. Data nama orang, yang pasti ada di dalam database instansi tersebut, memiliki beban besar. Komputer mainframe didesain untuk menampung hingga jutaan rekam data. Bayangkan 1 byte dikali 1.000.000 sekitar 1 MB. Pada waktu itu, 1 MB tergolong besar, setara ukuran RAM komputer bagus pada zamannya.

Untuk membuat kinerja komputer mainframe tetap optimal, beberapa data harus dipangkas tanpa mengurangi banyak makna. Salah satunya adalah format tanggal DD/MM/YY yang mengakibatkan isu Y2K. Sekarang formatnya adalah DD/MM/YYYY. Nama orang juga dibatasi panjangnya untuk mencegah penggunaan sumber daya mainframe berlebih.

Pendeknya, nama orang disingkat oleh aplikasi dengan alasan efisiensi. Supaya mainframe server bisa melayani perhitungan data tanpa berhenti. Aplikasi lain juga harus mematuhi. Kalau mau masukkan data harus 20 karakter. Akhirnya menyebarlah ketentuan itu.

Sekarang, banyak server sudah digdaya. Kemampuannya jauh mengungguli pendahulunya. Sudah tak laku lagi batas 20 karakter untuk nama orang. Penghalangnya hanyalah ketidaktahuan atau kemasabodohan. Pemerintah  Inggris merekomendasikan standar karakter nama panjang maksimum 70 karakter. Masa kita tidak berkembang juga?

IPLA, 4 Tips Membuat Tabel Efektif

Apa temuan terpenting manusia yang seringkali dilupakan? Bagi saya, salah satu jawabannya adalah tabel. Setahu saya tidak ada makhluk yang membuat tabel selain manusia. Sebabnya, manusia senang dengan keteraturan. Kita suka mengelompokkan berdasarkan kriteria tertentu supaya lebih indah serta mudah masuk pikiran.

Sekarang, tabel sering dipakai namun cuma di dunia akademis atau bisnis. Untuk urusan sehari-hari, kita cenderung mengabaikannya. Padahal tabel merupakan alat yang sangat berguna apabila kita tahu cara menggunakannya. Tidak peduli ditulis di kertas atau diolah di spreadsheet.

Tips menggunakan tabel secara efektif

Kali ini saya mau berbagi tips menggunakan tabel di kehidupan sehari-hari. Ilmu ini saya dapat ketika bekerja dengan konsultan dari firma kelas dunia. Kita menangani banyak hal dalam suatu proyek. Supaya tidak pusing, kita membuat tabel untuk melacak aktivitas inti proyek. Tabel ini jadi pegangan penting untuk menjaga proyek sesuai jadwal. Saking pentingnya, saya bisa ditegur para bos kalau tabelnya ngaco.

Jadi bagaimana cara membuat tabel yang efektif? Saya merangkumnya menjadi empat langkah yang disingkat menjadi IPLA. Dengan mengaplikasikan IPLA, pembaca bisa lebih rapi dalam menata berbagai urusan.

Berikut penjabarannya. Baca lebih lanjut

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Uji Kosakata: Anagram [1]

Balada Bahasa Indonesia kembali lagi. Postingan tema ini ditujukan untuk berbagi info tentang berbagai fitur dalam Bahasa Indonesia. Saya sendiri tak mau sok jadi guru Bahasa Indonesia, lha wong ulangan saja nggak pernah diatas 80 :P. Tapi bahasa yang baik menunjukkan kultur baik. Menurut saya, salah satu cara memperbaiki diri adalah memperbaiki cara berbahasa.

Kemudian karena website dan blog yang menjelaskan arti kata sudah banyak, saya coba pendekatan lain. Saya tentang pembaca sekalian buat menjawab Uji Kosakata. Tema Uji Kosakata kali ini adalah anagram. Definisi anagram adalah penyusunan ulang per huruf dari kata/frase untuk dijadikan kata/frase baru.

Contoh anagram

hutan | hantu, tuhan, tahun
batu kali | bakal itu, Ali batuk, buat kail

Tantangan Uji Kosakata

Saya terinspirasi dari sebuah kuis di televisi yang dibawakan Helmi Yahya zaman dulu. Oh ya, saya juga terinspirasi dari soal TPA (Tes Potensi Akademik) yang seperti ini:

Kata manakah yang berbeda dengan yang lain?

Dengan sedikit modifikasi aturan, saya sajikan dalam gambar di bawah. Aturannya sederhana, saya membuat sekelompok kata yang merupakan anagram: hurufnya sama semua, hanya susunannya berbeda. Tugas pembaca adalah menentukan kata mana yang tidak tepat. Hanya ada satu jawaban untuk tiap nomor. Siapkanlah kertas dan pensil lalu tulis jawabannya.

Kunci jawaban ada pada tautan berikut: http://pastebin.com/4w09N887.

Uji Kosakata-Anagram [1]

Saya menambahkan rating supaya ada nilai seperti main Angry Birds atau Candy Crush. Dalam proses seperti ini malah mungkin kita menemukan kata-kata yang ada namun belum terdengar sebelumnya. Di situlah letak kesenangannya 🙂

Doakanlah saya lancar rezeki. Suatu saat saya berencana membuat kuis seperti ini dengan hadiah sungguhan. Semoga bisa terwujud hahaha.

Mau tahu dan belajar lebih banyak tentang Bahasa Indonesia? Klik Balada Bahasa Indonesia.
Untuk memperoleh lebih banyak Uji Kosakata, klik tag Uji Kosakata.

Salam dan sampai jumpa di Uji Kosakata berikutnya.

Bukan Lebih Pandai, Cuma Tahu Duluan

 

Bayangkan skenario ini: Eka seorang software engineer lulusan S1 dari universitas terkenal. Dia belajar dari mata kuliah, praktikum, oprek secara pribadi, dan sesekali ikut proyek menghasilkan perangkat lunak. Dia menguasai teknik pembuatan perangkat lunak serta berbagai bahasa pemrograman. Bisa dibilang Eka jagoan software engineering. Kemudian dia punya anak buah untuk mengerjakan berbagai proyek. Lewat delegasi tugas tersebut, beban Eka jadi lebih ringan. Dia lebih santai dan bisa mengurus hal lain.

Di sisi lain ada Dwi. Dia adalah orang muda yang direkrut Eka untuk mengerjakan proyek. Dalam tahap ini kemampuan Dwi dalam bidang software engineering lebih rendah daripada Eka. Untuk mengejar ketertinggalannya, Dwi belajar. Dia tidak sekolah setinggi Eka, jadi dia mencoba metode lain. Kursus online, mencontek Stack Overflow, mencoba framework baru, berdiskusi dengan rekan yang lebih ahli. Di saat Eka berhenti belajar karena status dan kenyamanan, Dwi berkembang.

Tibalah saat dimana keahlian Dwi diakui lebih tinggi daripada Eka. Nah, bagaimana Eka seharusnya menanggapi hal ini?

Kalau Eka berpikiran jadul, dia akan menyangkal Dwi dan menggunakan statusnya sebagai pertahanan. Kalimat yang umum diucapkan seperti ini, “Saya di sini lebih lama daripada Dwi atau semua orang di sini. Pengalaman saya lebih banyak. Jelas semua ikut ilmu saya. Lulusan sarjana…dst…dst”.

Kalau Eka berpikiran modern, yang paling pertama disadari Eka adalah kekhilafannya dalam belajar sebab statusnya sudah tinggi. Kemudian Eka mengakui Dwi sebagai orang yang lebih ahli. Eka tidak perlu merasa kecil karena dia bisa mengejar ketertinggalannya.

***

Kenapa saya menulis ini? Sebab menurut saya di zaman ini informasi begitu mudah diperoleh. Saking mudahnya dosen saya Iwan Pranoto pernah berkata kurang lebih , “Lebih sulit untuk tidak mengetahui sesuatu daripada mengetahuinya”. Lalu apa dampaknya? Lebih susah untuk mengaku the smartest guy/girl in the room. Semuanya bisa dipelajari asal ada waktu dan kemauan. Jadi tidak ada namanya orang yang lebih pandai. Adanya orang yang tahu lebih dulu.

Quote-Lebih pandai

Saya suka melakukan sharing dengan orang. Memberi dan menerima ide. Sebelum sharing, saya selalu mencamkan quote di atas. Mengapa? Supaya tidak merasa paling jago. Bahkan ketika yang saya ajak sharing adalah junior di kampus. Saya tahu apa yang mereka belum tahu, sementara mereka punya perspektif yang belum kepikiran bagi saya. Efeknya adalah pertukaran pengetahuan atau pengalaman. Itulah prinsip sharing.

Apapun pekerjaan seseorang: akuntan, arsitek, wiraswasta, sales, musisi, petani, pilot, developer, penulis, jangan pernah merasa lebih superior hanya karena lebih dahulu berkecimpung di suatu bidang. Zaman ini bergerak cepat. Bukan barang langka lagi CEO perusahaan umur 30-an. Dengan dibukanya akses terhadap informasi, kesempatan orang untuk tahu lebih banyak semakin terbuka. Jadilah Dwi, atau Eka yang berpikiran modern.

***

Tulisan ini sifatnya filosofis. Ngomongnya besar. Setuju atau nggak, boleh berpendapat. Ini adalah pendapat dari satu sisi dimana orang muda berkesempatan menjadi game changer. Inisiator perubahan. Di sisi lain saya setuju bahwa orang muda tetap perlu respek/hormat kepada yang lebih senior. Itu akan dibahas pada kesempatan lain.

Lihat tag Kofi alias Kompilasi Filosofi untuk tulisan saya yang berat macam begini.

UKBI – TOEFL/IELTS untuk Bahasa Indonesia

Saya yakin pembaca blog ini pada tahu TOEFL dan IELTS. Keduanya adalah tes yang menunjukkan kemampuan seseorang dalam bahasa Inggris. Kalau ingin tahu lebih lanjut bisa lihat referensi atau blog Budi Waluyo di Sekolah TOEFL.

Kalau ada tes yang menunjukkan kemampuan Bahasa Inggris, adakah tes serupa untuk kemampuan Bahasa Indonesia? Ternyata ada. Namanya Uji Kemampuan Bahasa Indonesia atau UKBI. Dulu saya sering bertanya-tanya keberadaan tes ini dan kini terjawab.

Jadi apa yang diujikan di dalam UKBI? Di sini ada 5 aspek yang dinilai: membaca, struktur bahasa, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Setiap aspek diuji dalam sesi berdurasi 50 menit. Kemudian penilaiannya dikategorikan menjadi beberapa kelompok. Mulai dari tidak mencukupi sampai istimewa. Berikut tercantum rentang hasil seluruh UKBI tahun 2011-2014.

peta_pengujian_2011

peta_pengujian_2012

peta_pengujian_2013

peta_pengujian_2014

UKBI diakui secara sah sebagai alat ukur kecakapan Bahasa Indonesia. UKBI ini dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Selengkapnya dapat dilihat pada tautan http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/ukbi/v2/index.php/sekilas-ukbi?id=103

Melihat adanya instrumen pengukuran kecakapan Bahasa Indonesia seperti ini muncul beberapa pertanyaan dari saya.
1. Siapa yang harus mengikuti UKBI?
2. Seberapa pentingkah UKBI?
3. Mengapa UKBI belum dikenal masyarakat?

Saya sekedar orang awam yang tertarik berbahasa saja. Jadi pertanyaan di atas saya jawab sebagai orang awam.
1. Menurut website UKBI di atas, UKBI diambil oleh non-Indonesia yang butuh kecakapan Bahasa Indonesia atau warga Indonesia yang perlu kecakapan keahlian Bahasa Indonesia. Tapi apakah semua non-Indonesia yang bekerja di Indonesia perlu UKBI? Saya membandingkan dengan TOEFL dan IELTS dimana mereka diminta untuk keperluan kerja atau sekolah. Hal itu “memaksa” banyak orang mengambil tes.

2. Saya pikir kalau saya WNA dan kerja di Indonesia tanpa ikut UKBI, segalanya bakal berjalan normal. Kebanyakan perusahaan atau institusi tak “memaksa” saya ambil UKBI. Jadi saya tak ambil pusing.

3. Dilihat dari dua jawaban di atas, ada kesamaan poin yaitu paksaan untuk mengikuti UKBI. Mengapa TOEFL dan IELTS terkenal? Karena itu adalah kriteria agar layak bekerja atau sekolah. Sudah begitu mahal dan sulit. Rasanya kalau punya nilai bagus di TOEFL dan IELTS itu pamor diri bertambah hehe.
Di sisi lain bagi saya keduanya berfungsi menyaring individu berkompetensi. Indonesia sangat memerlukan ini, terutama di era MEA. Pekerja asing boleh masuk asal lolos uji. Jadi nanti nggak ada masalah-masalah baru yang bakal muncul.

Jadi begitulah UKBI. Kalau saya tertarik sekedar tahu saya masuk kategori semenjana (kata ini catchy, saya suka) atau di atasnya. Anda bagaimana?

Mengulik SMS Promo Berbasis Lokasi

Ketika jalan-jalan di King Plaza dekat Masjid Raya Bandung, handphone saya bergetar. Rupanya ada SMS. Rupanya lagi, si SMS ini asalnya dari D****n Donuts. Dia sedang ada penawaran: beli 6 donat gratis 6 donat. Sama kaya selusin setengah harga mungkin ya. Saya rasa itu tawaran menarik, namun saya menahan diri karena pengeluaran lagi besar.

SMS promo berbasis lokasi

SMS Promo yang saya dapat pas jalan-jalan

Bagi pembaca yang hobi jalan-jalan di mall/pertokoan, apalagi di kota besar, pasti sering juga menerima SMS promo macam begini. Nah, mengapa SMS promo seperti ini mulai sering bermunculan? Bagaimana si D****n Donuts mengetahui kalau saya berada di dekat Dalem Kaum sehingga bisa mengirim SMS promo seperti itu? Kita bakal membahas dua pertanyaan itu dalam post ini. Oh ya, ini murni dari pengamatan saya sendiri berdasarkan ilmu yang diperoleh di Sistem dan Teknologi Informasi. Tidak ada bentuk approval dari operatornya. Baca lebih lanjut

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Uji Kosakata: Lawan Kata

Apa lawan kata dari nyata? Jangan dijawab ‘tidak nyata’ ya. Nanti kalah dari anak SD hehehe. Tergantung konteksnya, lawan dari nyata yaitu khayal atau maya. Mungkin bisa juga gaib.

Oke. Terus?

Salah satu fitur dalam bahasa adalah ekspresi yang menunjukkan dua hal yang berlawanan. Dalam Bahasa Indonesia pun ada. Hitam-putih, positif-negatif, bersih-kotor, ujung-pangkal, primitif-modern, dan sebagainya. Ekspresi tersebut terutama dipakai untuk membandingkan dua hal secara ekstrem. Kita menghindari kata ‘tidak’ dan memberi kata khusus sebagai lawan.

Yang seperti ini kan sudah dipelajari di SD. Tapi ini adalah Balada Bahasa Indonesia di blog saya. Target saya adalah membuat kita mengagumi kekayaan bahasa sendiri. Minimal ada peningkatan pengetahuan setelah membaca tulisan ini. Jadi saya membuat tes kecil-kecilan. Namanya Uji Kosakata. Lewat Uji Kosakata ini, saya memperkenalkan beberapa kata yang sebenarnya umum kita dengar namun cukup sulit untuk dicari lawannya. Sedikit lebih susah daripada soal anak SD…mungkin.

Perlu saya tambahkan bahwa jawaban terbaik adalah jawaban dengan makna paling spesifik. Contohnya, lawan sederhana adalah kompleks/rumit bukan sulit. Mengapa? Sebab lawan sulit adalah mudah, sementara makna sederhana dan mudah tidak sama.

Di sisi lain, lawan kata yang tepat pun tergantung dari konteks. Contohnya, apa lawan kata dari sempit? Dalam Bahasa Indonesia, ada dua konteks. Pertama berkaitan dengan celah. Dalam kasus ini, lawan sempit adalah lebar. Kedua berkaitan dengan luas. Kali ini, lawan sempit adalah luas.

Soal uji kosakata Bahasa Indonesia untuk umum

Uji Kosakata: Lawan kata.

Silakan menjawab di bagian komentar atau membaginya lewat media sosial biar teman-teman pusing. Jangan kalah sama anak SD. Selamat berjuang 😀

Mau tahu dan belajar lebih banyak tentang Bahasa Indonesia? Klik Balada Bahasa Indonesia.
Untuk memperoleh lebih banyak Uji Kosakata, klik tag Uji Kosakata.

Memberantas Korupsi dengan Menjaga Arus Informasi

Tulisan ini merupakan bentuk dukungan saya kepada Bapak Sarwono Sutikno untuk menyebarkan idealisme pemberantasan korupsi lewat bidang ilmu teknologi informasi. Beliau adalah dosen pembimbing skripsi saya. Saat ini beliau mengikuti seleksi calon pimpinan KPK alias Komisi Pemberantasan Korupsi. Isu utama yang dibawa adalah soal penjagaan arus informasi untuk pemberantasan korupsi.

Utama

Dalam makalah singkat berjudul Informasi sebagai Darah Nadi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, beliau mengutarakan visi dan misi utama dalam strategi pemberantasan korupsi.

Visi

Penerapan best practice kerangka pengendalian internal COSO dan COBIT untuk mendapatkan manfaat maksimum informasi dan optimasi risiko serta optimasi sumber daya (resource) untuk pencapaian tujuan negara Indonesia dan termasuk pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Misi

  • Mendorong pemanfaatan big data analytic di instansi dalam koordinasi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Mendorong penerapan tata kelola informasi pada instansi dalam supervisi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Mendorong pemanfaatan big data dalam penyelidikan, penyidikan, dan penutupan terhadap tindak pidana korupsi serta pencucian uang.
  • Secara aktif mendorong prasyarat pemanfaatan big data analytic dalam pencegahan tidak pidana korupsi.
  • Mendorong penerapan three lines of defense terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara termasuk mendorong rencana manfaat (benefit realisation plan).

Penjelasan

Bagi yang awam soal tata kelola dan penanganan informasi, visi dan misi di atas sulit dipahami. Sebab itu saya memberikan banyak tautan pada banyak frase. Istilah dan singkatan tersebut berada pada domain teknologi informasi sekaligus tata kelola perusahaan. Pemanfaatan informasi adalah titik temu antara dunia IT dan dunia bisnis/politik. Baca lebih lanjut

Serangan LGBT di Internet

Ketika pertama kali buka dasbor Wordpress hari ini, saya terkejut karena header nya warna pelangi. Setelah lihat berita sedikit-sedikit, saya menyadari bahwa ini adalah bentuk selebrasi diresmikannya pernikahan sejenis (gay marriage) di Amerika Serikat. Nampaknya si WordPress ini ikut-ikut mendukung gerakan LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender). Kemudian kalau Anda melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “LGBT” atau “gay marriage” bakal muncul warna pelangi juga.

FYI, gambar pelangi itu merupakan lambang “resmi” dari LGBT. Mungkin menyatakan bahwa manusia itu bebas untuk berekspresi sesuai kodrat yang menurut mereka benar. Prinsip yang bagi saya justru menentang kodrat.

Wordpress dashboard celebrating legalization gay marriage in USA

Dasbor WordPress versi LGBT

Google celebrates LGBT by banner

Kalau ketik LGBT, nanti hasilnya muncul seperti ini

Ini gambar Fanpage FB The White House setelah meresmikan peraturan pernikahan sejenis.

Saya menulis bukan karena ikut mendukung LGBT. Saya sendiri berpendapat Baca lebih lanjut

Ramadhan Adalah Sale Season

Obral pahala bulan Ramadhan

Seperti musim obral yang terjadi sesaat dalam setahun, Ramadhan adalah bulan spesial dimana Allah memberikan “obral” kepada umat muslim di seluruh dunia. “Obral” yang dimaksud adalah berlimpahnya pahala dan ampunan.

Bayangkan saja, setiap huruf pujian yang terucap dijanjikan pahala berlipat. Setiap ibadah wajib maupun sunnah dijanjikan keutamaan di dunia maupun akhirat. Bisa dicari lah detail keutamannya gimana, lewat kitab hadits dan kultum terdekat :D. Yang saya tekankan di sini, kalau bulan Ramadhan disadari sebagai musim obral untuk muslim, sungguh merugi kalau dijalani dengan sekedar menahan lapar di siang hari dan tarawih di malam hari.

Bahkan bulan Ramadhan itu lebih istimewa daripada sale season biasa. Mengapa?

  • Tidak ada batasan jumlah barang (dalam hal ini ampunan dan pahala) yang diobral. Kita boleh ambil sebanyak-banyaknya.
  • Seiring berjalannya waktu, obralan semakin besar. Puncaknya ada di sepertiga akhir Ramadhan.
  • Ada berbagai bonus, seperti Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar.

Saya ibaratkan bulan Ramadhan ini sebagai satu lorong panjang shopping mall. Umat muslim berdesakan mengantri di depan pintu mall. Ketika pintu mall dibuka, umat muslim mengalami euforia Ramadhan. Masjid penuh, media sosial berisi siar ucapan maaf lahir batin (padahal masih Ramadhan), anak-anak berkeliling kampung membangunkan sahur. Seperti suasana dalam shopping mall yang terasa hidup, orang sibuk mencari barang diskon.

Dalam keberjalanannya, orang-orang mulai merasa cukup dengan apa yang diusahakan. Nah, di ujung lorong shopping mall ini ada sesuatu berkilauan bernama Idul Fitri. Mulai pertengahan hingga akhir, banyak orang lebih memilih mengejar Idul Fitri daripada mengisi kantong dengan barang obral. Padahal sale paling besar ada di ujung lorong shopping mall. Begitu sudah sampai di Idul Fitri yang berkilauan, pintu shopping mall pun tertutup. Idul Fitri memang menyenangkan, namun sebagian tidak menyadari apa yang telah dilewatkan. Penyesalan biasanya datang di akhir. Bukan saat Idul Fitri, melainkan lama setelah itu.

Mumpung masih tanggal muda, ayo manfaatkan sale season Ramadhan dengan sebaik-baiknya.