Rahasia Dibalik Nama Panjang yang Terpotong di Aplikasi

Nama anda panjang? Mungkin pernah dongkol ketika lihat nama Anda tidak dicantumkan penuh di tiket pesawat/kereta api atau di akun bank. Saya merasakan itu. Sebal rasanya lihat nama dipotong. Apa susahnya sih tambah sekian huruf?

Tiket KA nama dipotong

Kalau saya tidak belajar tentang IT, kedongkolan itu tetap ada di pikiran. Cuma lebih pasrah. Karena saya belajar, saya mengenal alasannya dan bisa menceritakannya kepada pembaca sekalian.

Bicara soal nama orang di dunia IT, terutama software engineering, wajib membahas dulu tentang database atau basis data. Database adalah wadah yang dipakai untuk menyimpan sekaligus menyortir data. Seperti lemari yang isinya diberi label A-Z. Salah satu jenis data yang paling sering disimpan adalah nama orang. Di sisi lain, database ada batasan kemampuan dalam menyimpan data. Seperti lemari yang cuma bisa menampung berkas dalam jumlah terbatas. Jadi para software engineer mengakali dengan cara membuat data nama orang panjang maksimumnya 20 karakter. Kemudian aplikasi disusun sedemikian rupa sehingga kalau seseorang memasukkan nama sepanjang lebih dari 20 karakter, kelebihannya akan dipotong.

Misal nama saya “Yogi Agnia Dwi Saputro” memiliki 22 karakter (bagi komputer, spasi dihitung satu karakter). Kalau saya input nama ke dalam aplikasi, dua kelebihan karakter akan dibuang. Menyisakan “Yogi Agnia Dwi Saput” dalam database. Sialnya, selama database itu yang dipakai oleh bank atau instansi, saya akan tetap “Yogi Agnia Dwi Saput” bagi mereka. Untungnya, gejala seperti ini hanya ada di aplikasi versi lama.

Meskipun hanya aplikasi versi lama yang memiliki isu ini, dampaknya masih terasa di Indonesia. Saya yakin masih ada di Indonesia yang memakai aplikasi versi dibawah 2005. Kemudian, ada semacam salah kaprah yang menyebar karena batasan nama 20 karakter. Ya, salah kaprah yang menganggap data nama orang harus 20 karakter. Lihat saja LJK (Lembar Jawab Komputer) yang tersebar di pelosok nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, dari ujian SD sampai ujian masuk universitas, kolom nama dijatah hanya 20 kotak.

panjang nama LJK

Semua LJK memiliki jatah 20 karakter

Beberapa buku pedoman penggunaan aplikasi database juga mensyaratkan supaya nama dibatasi 20 karakter saja. Alasannya? Entahlah, dari dulu memang sudah begitu. Kita mah orangnya percaya dan terima saja. Apakah ini best practice alias pakem yang sudah paten dan tak bisa diubah? Dari sudut pandang saya, tidak. Sebab bagi orang bernama panjang (pasti banyak di Indonesia), itu tidak elok. Kalau nama saya masih mending, tidak berdampak pada perubahan arti. Coba misalnya nama “Gatotkaca Purnama Tirta” (mohon maaf kalau ada kesamaan nama, murni tidak sengaja). Kalau dipotong jadi “Gatotkaca Purnama Ti” (bila diucapkan seperti Gatotkaca purna mati). Lagipula, komputer zaman sekarang lebih bertenaga dan kapasitasnya besar. Pasti bisa mengakomodasi karakter yang lebih banyak.

Nama 20 karakter

Di salah satu buku petunjuk SPSS, dibilang begitu saja batasan nama 20 karakter. Untuk keseragaman? Ya ampun…

Perjuangan saya mengembalikan 2 karakter nama belum selesai. Saya cari penyebab munculnya standar panjang nama harus 20 karakter. Setelah melakukan riset kecil, saya memperoleh jawaban memuaskan dari laman bantuan teknis Microsoft:

Windows NT 3.1, 3.5, 3.51, and 4.0 do not support Windows NT global groups with names longer than 20 characters. This limit is imposed to allow for interoperability with OS/2 LAN Manager, DOS LAN Manager, IBM LAN Server, and Windows for Workgroups.

Sumber: https://support.microsoft.com/en-us/kb/131417

Windows NT 3.1, 3.5, 3.51, 4.0 adalah Windows edisi sangat lama. Windows 95 pun masih lebih baru dibanding versi tersebut. OS/2 LAN Manager, DOS LAN Manager, dan IBM LAN Server adalah semacam antarmuka untuk komputer mainframe yang ukurannya sebesar lemari baju. Global groups adalah database pengguna komputer yang berisi nama dan password. Dari sini saya mendapat pencerahan.

Berdasarkan jawaban di atas, observasi atas teknologi zaman tersebut, serta pengalaman dengan server keturunan mainframe, saya menyusun hipotesis sebagai berikut.

Pada akhir 80’an dan awal 90’an, komputer mainframe banyak digunakan oleh instansi seperti bank, lembaga keuangan, dan pemerintahan. Komputer mainframe memiliki kapasitas terbatas namun beban penyimpanan dan komputasi yang besar. Satu karakter memerlukan ruang 1 byte. Data nama orang, yang pasti ada di dalam database instansi tersebut, memiliki beban besar. Komputer mainframe didesain untuk menampung hingga jutaan rekam data. Bayangkan 1 byte dikali 1.000.000 sekitar 1 MB. Pada waktu itu, 1 MB tergolong besar, setara ukuran RAM komputer bagus pada zamannya.

Untuk membuat kinerja komputer mainframe tetap optimal, beberapa data harus dipangkas tanpa mengurangi banyak makna. Salah satunya adalah format tanggal DD/MM/YY yang mengakibatkan isu Y2K. Sekarang formatnya adalah DD/MM/YYYY. Nama orang juga dibatasi panjangnya untuk mencegah penggunaan sumber daya mainframe berlebih.

Pendeknya, nama orang disingkat oleh aplikasi dengan alasan efisiensi. Supaya mainframe server bisa melayani perhitungan data tanpa berhenti. Aplikasi lain juga harus mematuhi. Kalau mau masukkan data harus 20 karakter. Akhirnya menyebarlah ketentuan itu.

Sekarang, banyak server sudah digdaya. Kemampuannya jauh mengungguli pendahulunya. Sudah tak laku lagi batas 20 karakter untuk nama orang. Penghalangnya hanyalah ketidaktahuan atau kemasabodohan. Pemerintah  Inggris merekomendasikan standar karakter nama panjang maksimum 70 karakter. Masa kita tidak berkembang juga?

Iklan