UKBI – TOEFL/IELTS untuk Bahasa Indonesia

Saya yakin pembaca blog ini pada tahu TOEFL dan IELTS. Keduanya adalah tes yang menunjukkan kemampuan seseorang dalam bahasa Inggris. Kalau ingin tahu lebih lanjut bisa lihat referensi atau blog Budi Waluyo di Sekolah TOEFL.

Kalau ada tes yang menunjukkan kemampuan Bahasa Inggris, adakah tes serupa untuk kemampuan Bahasa Indonesia? Ternyata ada. Namanya Uji Kemampuan Bahasa Indonesia atau UKBI. Dulu saya sering bertanya-tanya keberadaan tes ini dan kini terjawab.

Jadi apa yang diujikan di dalam UKBI? Di sini ada 5 aspek yang dinilai: membaca, struktur bahasa, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Setiap aspek diuji dalam sesi berdurasi 50 menit. Kemudian penilaiannya dikategorikan menjadi beberapa kelompok. Mulai dari tidak mencukupi sampai istimewa. Berikut tercantum rentang hasil seluruh UKBI tahun 2011-2014.

peta_pengujian_2011

peta_pengujian_2012

peta_pengujian_2013

peta_pengujian_2014

UKBI diakui secara sah sebagai alat ukur kecakapan Bahasa Indonesia. UKBI ini dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Selengkapnya dapat dilihat pada tautan http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/ukbi/v2/index.php/sekilas-ukbi?id=103

Melihat adanya instrumen pengukuran kecakapan Bahasa Indonesia seperti ini muncul beberapa pertanyaan dari saya.
1. Siapa yang harus mengikuti UKBI?
2. Seberapa pentingkah UKBI?
3. Mengapa UKBI belum dikenal masyarakat?

Saya sekedar orang awam yang tertarik berbahasa saja. Jadi pertanyaan di atas saya jawab sebagai orang awam.
1. Menurut website UKBI di atas, UKBI diambil oleh non-Indonesia yang butuh kecakapan Bahasa Indonesia atau warga Indonesia yang perlu kecakapan keahlian Bahasa Indonesia. Tapi apakah semua non-Indonesia yang bekerja di Indonesia perlu UKBI? Saya membandingkan dengan TOEFL dan IELTS dimana mereka diminta untuk keperluan kerja atau sekolah. Hal itu “memaksa” banyak orang mengambil tes.

2. Saya pikir kalau saya WNA dan kerja di Indonesia tanpa ikut UKBI, segalanya bakal berjalan normal. Kebanyakan perusahaan atau institusi tak “memaksa” saya ambil UKBI. Jadi saya tak ambil pusing.

3. Dilihat dari dua jawaban di atas, ada kesamaan poin yaitu paksaan untuk mengikuti UKBI. Mengapa TOEFL dan IELTS terkenal? Karena itu adalah kriteria agar layak bekerja atau sekolah. Sudah begitu mahal dan sulit. Rasanya kalau punya nilai bagus di TOEFL dan IELTS itu pamor diri bertambah hehe.
Di sisi lain bagi saya keduanya berfungsi menyaring individu berkompetensi. Indonesia sangat memerlukan ini, terutama di era MEA. Pekerja asing boleh masuk asal lolos uji. Jadi nanti nggak ada masalah-masalah baru yang bakal muncul.

Jadi begitulah UKBI. Kalau saya tertarik sekedar tahu saya masuk kategori semenjana (kata ini catchy, saya suka) atau di atasnya. Anda bagaimana?

Iklan

5 thoughts on “UKBI – TOEFL/IELTS untuk Bahasa Indonesia

  1. Lagi di mana sih Mas? Kayaknya dalam sebuah penerbangan liburan akhir tahun ya :hihi. Uhuy, have a nice holiday!
    Semenjana itu artinya apa saja saya kurang tahu :haha. Eh tapi saya antara tak heran dan miris melihat sedikit banget orang yang punya kemampuan bahasa Indonesia yang “istimewa” menurut infografis di atas: bahasa Indonesia itu susah banget! Tapi orang Indonesia kok kurang banyak yang mendapat nilai tinggi di sana, ya? :haha.

    Suka

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s