Matahari Terbenam di Candi Ijo Yogyakarta

Candi Ijo-6

Di lereng bukit kapur nan hijau, di antara kerasnya bebatuan, berdiri oase peribadatan megah. Orang-orang berkumpul dan menjalankan ritual menghadap matahari terbenam. Bangunan menjulang, arca terpasang, sesajian diletakkan. Khidmat dalam sore yang agung.

Kira-kira begitulah masa kejayaan Candi Ijo berabad silam.

Zaman menggerus Candi Ijo sehingga ia takkan pernah sama. Namun setidaknya, kita-kita saat ini masih bisa menikmati matahari terbenam di tempatnya berdiri. Kali ini saya akan ceritakan pengalaman mencari matahari terbenam di Candi Ijo.

Lokasi

Candi Ijo terletak di Dusun Nglengkong, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Biar lebih gampang tahu, candi ini lokasinya tidak terlalu jauh dari Candi Prambanan. Kalau dari arah Yogyakarta, terus saja menuju arah Candi Prambanan lewat jalan utama. Ketika mencapai lampu lalu lintas sebelum perbatasan Yogyakarta-Klaten, berbeloklah ke kanan. Bisa juga mencari papan penunjuk jalan yang ke arah Piyungan. Setelah itu lewat jalur Piyungan.

Di jalur Piyungan ini banyak papan penunjuk jalan yang menawarkan wisata candi lain. Contohnya adalah Candi Ratu Boko dan Candi Barong. Namun saya sengaja berangkat sore untuk mencari matahari terbenam di Candi Ijo. Mungkin candi lainnya tak sempat dikunjungi, begitu pikir saya di awal. Ternyata dugaan saya tepat. Jadi kalau mau mengunjungi serangkaian candi yang ada di daerah ini silakan sediakan waktu dari pagi atau siang.

Di Piyungan bakal ada papan penunjuk yang mengarah ke Candi Ijo. Kalau tidak nampak, bisa dicari papan penunjuk ke arah MDS Boarding School. Itu arahnya sama dan saya diberi tahu informasi itu oleh warga sekitar. Sisanya tinggal ikuti jalan. Ciri-ciri jalan yang benar ke Candi Ijo adalah jalur yang semakin menanjak.

Ulangi. Jalan yang makin menanjak sekaligus makin jelek.

Candi Ijo berada di lokasi yang kaya akan batu kapur dan sejenisnya. Setiap hari truk bermuatan barang tambang ini naik-turun, meninggalkan jalan bergelombang dan berlubang. Waktu saya ke sini (awal Oktober 2015), jalanannya sangat parah. Lubang jalan nggak pernah absen. Sudah begitu jalannya mulai berbelok dan makin menanjak. Saran saya perlu hati-hati terutama yang bermobil. Setelah melalui medan, akhirnya nampak kompleks Candi Ijo di kiri jalan.

Saya pergi naik motor dari Yogyakarta dekat UGM. Ditambah macet dan lain-lain, waktu tempuhnya sekitar 40 menit. Rute lebih detail bisa dilihat pada Google Map berikut.

Candi dan Matahari Terbenam

Ternyata mencari matahari terbenam di Candi Ijo sudah menjadi kegiatan mainstream. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung ketika saya sampai. Tapi tak apa-apa. Misi tetap dilanjutkan.

Untuk masuk ke Candi Ijo tidak dikenakan biaya. Pengunjung cukup mengisi buku tamu dan dipersilakan masuk. Di dalam komplek Candi Ijo sendiri ada balai situs untuk berbagai keperluan. Di sampingnya lah baru nampak candi yang sebenarnya.

Konon katanya Candi Ijo ini terdiri atas 11 tingkatan. Sementara yang bisa dinikmati oleh pengunjung baru tingkatan paling atas. Tingkatan bawahnya sedang dipugar. Saya membayangkan kalau ini bakal jadi kompleks candi yang besar saat semua bangunan selesai.

Bagian bawah candi sedang dipugar

Bagian bawah candi sedang dipugar

Tepian tingkat paling atas yang biasa dijadikan lokasi untuk melihat matahari terbenam. Lokasinya cukup Instagram-able

Tepian tingkat paling atas yang biasa dijadikan lokasi untuk melihat matahari terbenam. Lokasinya cukup Instagram-able

Ada tangga untuk menuju tingkat paling atas. Ketika kami sampai, yang tampak oleh kami adalah candi-candi utama bermandikan mentari senja. Tak lupa banyak kerumunan orang mendedikasikan pose untuk berfoto. Sungguh ramai sore ini ya :D. Untungnya itu tak mengurangi niat untuk mengabadikan foto juga.

Bangunan utama Candi Ijo, tempat favorit pengunjung normal untuk berfoto. Saya bukan pengunjung normal, tapi ini adalah bukti paling sahih kalau saya memang ke Candi Ijo :)

Bangunan utama Candi Ijo, tempat favorit pengunjung normal untuk berfoto. Saya bukan pengunjung normal, tapi ini adalah bukti paling sahih kalau saya memang ke Candi Ijo 🙂

Tiga candi kecil dan candi utama di kompleks Candi Ijo. Pengunjung duduk-duduk sambil menikmati matahari terbenam.

Tiga candi kecil dan candi utama di kompleks Candi Ijo. Pengunjung duduk-duduk sambil menikmati matahari terbenam.

Waktu yang paling tepat untuk menikmati matahari terbenam di tempat ini adalah pukul 16:30 sampai 17:00. Mengapa tak menunggu sampai matahari benar-benar terbenam? Sebab momen matahari terbenamnya tak tampak lagi. Tertutup oleh asap dan pembiasan kota Yogyakarta. Saya pun maklum, sudah wajar lansekap kota menghalangi keindahan panorama langit. Saya beruntung bisa mengambil foto ketika suasananya tepat.

Matahari terbenam di Candi Ijo

Matahari terbenam di Candi Ijo

Candi yang sedang dipugar tampak makin gelap seiring matahari mencondongkan diri.

Candi yang sedang dipugar tampak makin gelap seiring matahari mencondongkan diri.

Ulasan Wisata

Sebagai tempat wisata, Candi Ijo cukup layak untuk dikunjungi dengan beberapa fasilitas dasar. Bagusnya lagi, masuk Candi Ijo itu gratis. Parkirnya saja yang bayar. Kemudian kalau masih sempat berwisata ke tempat lain, saya sarankan ke Tebing Breksi. Lokasinya di bawah Candi Ijo pada jalan yang sama, takkan terlewati deh. Di sana kayaknya cukup oke sebagai spot foto-foto.

Kriteria Tersedia? Keterangan
Wisata yang disediakan Wisata budaya, atraksi matahari terbenam
Parkir Ya Motor dan mobil
Toilet Ya Numpang di balai situs Candi Ijo
Mushola Ya Numpang di balai situs Candi Ijo (Tidak untuk umum. Lebih baik cari masjid di luar)
Tiket masuk Tidak Cukup isi buku tamu di pos satpam dan langsung lanjut
Tempat sampah Ya Ada di balai situs Candi Ijo dan sekitar candi
Papan penunjuk jalan Ya Cukup jelas waktu berangkat, minim waktu pulang
Lain-lain Ya Ada Tebing Breksi dan situs lain tidak jauh dari kompleks Candi Ijo

Terakhir, saya menghimbau buat semua pecinta wisata supaya ikut mencintai tempat wisata. Caranya dengan ikut menjaga kebersihan dan keutuhan objeknya. Tempat sampah sudah tersedia, tinggal bawa 10 meter ke sana terus buang. Coret-coret batu sudah nggak zaman. Siapa yang mau baca? Lebih enak coret-coret di foto Instagram sendiri banyak yang komen.

Salam tempel. Eh.. Salam wisata budaya 😀

Iklan

2 thoughts on “Matahari Terbenam di Candi Ijo Yogyakarta

  1. Gara berkata:

    Kalau saya boleh lancang meminta izin untuk memberi pendapat, ibadat masyarakat yang menggunakan candi ini dulunya menghadap timur Mas :hehe :peace. Memang tempat ibadahnya yang menghadap barat :)). Tapi memang keren bangetlah Candi Ijo ini, buat hunting sunset atau penelitian juga keren banget :)). Aaak jadi kangen, banyak ukiran aneh di candi ini juga :)).

    Suka

    • Gapapa kok Gara. Justru aku tahu kalau itu salah dan bisa dibenerin. Tengkyu buat tambahannya 🙂

      Nampaknya wisata di tempat beginian lebih cocok kalau kamu cobain. Banyak banget tempat tersembunyi yang mengandung candi, arca, atau peninggalan purbakala lain di tanah ini.

      Disukai oleh 1 orang

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s