Memberantas Korupsi dengan Menjaga Arus Informasi

Tulisan ini merupakan bentuk dukungan saya kepada Bapak Sarwono Sutikno untuk menyebarkan idealisme pemberantasan korupsi lewat bidang ilmu teknologi informasi. Beliau adalah dosen pembimbing skripsi saya. Saat ini beliau mengikuti seleksi calon pimpinan KPK alias Komisi Pemberantasan Korupsi. Isu utama yang dibawa adalah soal penjagaan arus informasi untuk pemberantasan korupsi.

Utama

Dalam makalah singkat berjudul Informasi sebagai Darah Nadi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, beliau mengutarakan visi dan misi utama dalam strategi pemberantasan korupsi.

Visi

Penerapan best practice kerangka pengendalian internal COSO dan COBIT untuk mendapatkan manfaat maksimum informasi dan optimasi risiko serta optimasi sumber daya (resource) untuk pencapaian tujuan negara Indonesia dan termasuk pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Misi

  • Mendorong pemanfaatan big data analytic di instansi dalam koordinasi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Mendorong penerapan tata kelola informasi pada instansi dalam supervisi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Mendorong pemanfaatan big data dalam penyelidikan, penyidikan, dan penutupan terhadap tindak pidana korupsi serta pencucian uang.
  • Secara aktif mendorong prasyarat pemanfaatan big data analytic dalam pencegahan tidak pidana korupsi.
  • Mendorong penerapan three lines of defense terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara termasuk mendorong rencana manfaat (benefit realisation plan).

Penjelasan

Bagi yang awam soal tata kelola dan penanganan informasi, visi dan misi di atas sulit dipahami. Sebab itu saya memberikan banyak tautan pada banyak frase. Istilah dan singkatan tersebut berada pada domain teknologi informasi sekaligus tata kelola perusahaan. Pemanfaatan informasi adalah titik temu antara dunia IT dan dunia bisnis/politik. Baca lebih lanjut

Iklan

Eksperimen Resep Sahur dengan Oatmeal

Dalam setengah bulan kemarin, saya mengalami banyak eksperimen soal menyiapkan makan sahur. Mulai dari beli di warteg terdekat, kemudian beli nasi padang porsi jumbo buat makan malam dan makan sahur, sampai bikin makanan sendiri. Di antara semua itu, yang paling berkesan adalah saat saya sahur pakai oatmeal.

Oatmeal itu kan terbuat dari serealia. Kandungannya karbohidrat kompleks yang dicerna secara perlahan. Ideal untuk puasa. Lebih baik sahur oatmeal daripada mie instan. Kandungannya lebih baik dan harganya sama. Hanya saja ada satu kekurangan besar: oatmeal itu nggak ada rasanya. Sama sekali nggak membangkitkan selera. Sedih banget susah-susah bangun terus makan oatmeal tawar dan air putih belaka.

Makanya saya bereksperimen untuk mendapatkan sahur oatmeal yang lebih kaya rasa. Ada 5 resep oatmeal buat sahur yang mau saya bagikan, berikut ulasannya 😀

1. Oatmeal Kurma Biskuit

Ini personal favorite. Rahasia utamanya ada di biskuit. Sebab biskuit yang saya pakai adalah biskuit oat. Secara lah, biskuit oat dibikin dari oat tapi rasanya enak. Kalau dicampurkan ke oatmeal ternyata jadi enak juga.

Resep sahur dengan oatmeal

Oatmeal kurma biskuit

Bahan

  • 1 porsi oatmeal sesuai selera
  • 1 bungkus biskuit oat
  • 5 biji kurma, hilangkan bijinya dan potong kecil

Cara membuat

  • Campurkan oatmeal dan air panas, aduk sampai rata.
  • Tambahkan biskuit dan kurma yang sudah dipotong, aduk rata.

Komentar

Rasanya sesuai dengan biskuit yang dimasukkan. Kalau biskuit rasa almond, oatmealnya jadi berasa almond dengan sentuhan manis kurma. Saran saya, jangan campur dengan biskuit yang beda rasa. Baca lebih lanjut