Tips Keamanan Informasi: Cek Sebelum Klik

Beberapa hari belakangan di Line saya banyak muncul postingan yang memperingatkan banyaknya akun hoax. Ciri-ciri akun hoax tersebut biasanya:

  1. mensyaratkan like dan share
  2. menjanjikan hadiah/imbalan besar (yang biasanya PHP)
  3. mempromosikan secara berlebihan atau mendadak beda dengan maksud awal keberadaan akun.
Akun line hoax

Tersangka akun hoax. 1000 coin itu ratusan ribu nilainya. Nggak mungkin orang kasih secara cuma-cuma.

Terus karena teman-teman sepergaulan mulai memikirkan soal lowongan kerja (ah, jadi kelihatan nih sudah mahasiswa akhir zaman), tawaran kerja dari perusahaan ini itu kerap bermunculan di grup media sosial. Suatu ketika ada tawaran kerja dari perusahaan multinasional muncul di grup. Pasti banyak yang tertarik, khas mahasiswa ITB. Tiba-tiba muncul satu message yang bilang itu tawaran kerja hoax. Tahunya dari mana? Ternyata postingan lowongan kerja itu mensyaratkan email berisi CV dikirim ke *******indonesia@yahoo.co.id. Masa perusahaan segede itu pakai e-mail gratisan? Nggak mungkin terlalu fakir buat beli domain kan?

Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Ini bukan barang baru. Modus penipuan ini bernama social engineering (silakan googling) dan berevolusi sejalan kemajuan teknologi. Tujuan social engineering ini adalah membuat pelaku penipuan memperoleh informasi rahasia atau manfaat lain. Misalnya menjadi beken karena banyak like dan share dari ‘korban’. Herannya, modus usang seperti ini masih bisa menjaring banyak korban. Hmm, mungkin manusia memang suka di PHP-in? Ups 😛

Terus bagaimana cara mengatasinya?

Saya memiliki satu tips. Sederhana namun sangat penting untuk keamanan personal di dunia maya. Ini hasil pemikiran setelah kuliah dengan dosen keren sekaligus blogger terkemuka, Budi Rahardjo. Sesuai dengan judul, tipsnya adalah cek sebelum klik.

Supaya lebih paham lagi, saya perkenalkan juga beberapa prinsip berdasarkan akal sehat. Prinsip ini penting untuk menghadapi segala macam bujuk rayu yang beredar di internet.

  1. Di dunia itu tidak ada yang gratis. Jagat maya juga bergitu. Kalau ada yang menawarkan sesuatu gratis tanpa embel-embel apapun, plus Anda tak kenal siapa yang memberikan penawaran, lebih baik tolak sampai benar-benar pasti. Kemungkinan dapat gratisan sih ada, tapi sedikit. Baiknya tak usah berharap pada kemungkinan kecil.
  2. Orang yang berniat buruk akan menyembunyikan sesuatu. Mungkin pernah di-tag sama penjual lapak iPhone 6 seharga 2 juta? Biasanya lapak itu tulisannya kapital semua, tapi informasi soal penjualnya sangat minim. Seolah-olah sengaja dibuat untuk membingungkan calon pembeli. Demikian juga soal lowongan kerja. Para penipu biasanya menunjukkan gaji besar atau tidak perlu pengalaman kerja. Sementara profil perusahaan nihil dan CP tidak ada namanya. Pakai email gratisan pula 😛
  3. Informasi Anda adalah milik Anda. Bahkan Bank pun nggak bakal meminta berapa PIN ATM. Jangan mudah sebar-sebar informasi sensitif di dunia maya. Tidak jarang data itu jatuh ke tangan yang salah. Social engineering banyak dipakai sebab keteledoran manusia adalah celah paling gampang untuk dimanfaatkan.

Modus seperti ini cikal-bakal penipuan untuk mencari tahu PIN ATM

Saya sarankan tiga prinsip di atas dicamkan. Nanti akan jelas bahwa mayoritas modus penipuan di jagat maya melanggar setidaknya satu prinsip. Biasanya muncul feeling “ada yang aneh nih” begitu melihat contoh modus penipuan. Kalau ada yang berpromosi janji manis tapi terkesan rahasia-rahasiaan Anda bisa langsung waspada. Apalagi kalau muncul link yang nggak jelas.

Jadi kalau Anda melihat suatu tawaran di dunia maya, cek apakah

  1. kata-katanya too good to be true,
  2. sebagian faktanya disamarkan, dan
  3. mengincar informasi personal Anda.

Setelah yakin, baru lanjutkan 🙂

Semoga bermanfaat. Stay safe. Internet is dangerous place 😉

Iklan

16 thoughts on “Tips Keamanan Informasi: Cek Sebelum Klik

  1. Era Smartphone, dgn sebagian usernya adalah notsosmart users. Terlalu semangat untuk berbagi sampe hoax & identitas pribadi pun dibagi & disebarluaskan kemana-mana. Juga males ngecek kebenaran suatu info sehingga gampang ketipu (ini selain karena notsosmart, kadang ada unsur greedy-nya juga sih). Terlalu tergesa-gesa untuk mempercayai suatu hal sehingga awareness-nya kurang, akal sehat nggak dipake.

    Suka

  2. Gara berkata:

    Beuh, memang mesti makin hati-hati ya Mas kalau di dunia maya. Pintar-pintar menahan diri untuk tidak membuka semua informasi, karena sekecil apapun info pribadi pasti bisa disalahgunakan apabila kita membuka semuanya ke ruang publik, bahkan termasuk foto profil yang bukan tidak mungkin jadi meme yang mungkin banget jadi viral.

    Kecuali, saat mengunggah info pribadi kita siap dengan semua kemungkinan yang bisa terjadi dengan foto-foto itu.

    Suka

    • Haha, masalah penyalahgunaan informasi itu topik baru yang bahasannya nggak kalah panjang.

      Lagipula kalau meme itu memang sudah umum di masyarakat sekarang.

      Betul Gar, harus siap dengan apapun yang terjadi dengan foto dunia maya. Di Indonesia terlalu baper soal meme. Cara bereaksinya beda dengan masyarakat Barat yang menjunjung kebebasan berekspresi. Yah, mungkin satu saat kita bahas aja 🙂

      Disukai oleh 1 orang

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s