Ramadhan Adalah Sale Season

Obral pahala bulan Ramadhan

Seperti musim obral yang terjadi sesaat dalam setahun, Ramadhan adalah bulan spesial dimana Allah memberikan “obral” kepada umat muslim di seluruh dunia. “Obral” yang dimaksud adalah berlimpahnya pahala dan ampunan.

Bayangkan saja, setiap huruf pujian yang terucap dijanjikan pahala berlipat. Setiap ibadah wajib maupun sunnah dijanjikan keutamaan di dunia maupun akhirat. Bisa dicari lah detail keutamannya gimana, lewat kitab hadits dan kultum terdekat :D. Yang saya tekankan di sini, kalau bulan Ramadhan disadari sebagai musim obral untuk muslim, sungguh merugi kalau dijalani dengan sekedar menahan lapar di siang hari dan tarawih di malam hari.

Bahkan bulan Ramadhan itu lebih istimewa daripada sale season biasa. Mengapa?

  • Tidak ada batasan jumlah barang (dalam hal ini ampunan dan pahala) yang diobral. Kita boleh ambil sebanyak-banyaknya.
  • Seiring berjalannya waktu, obralan semakin besar. Puncaknya ada di sepertiga akhir Ramadhan.
  • Ada berbagai bonus, seperti Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar.

Saya ibaratkan bulan Ramadhan ini sebagai satu lorong panjang shopping mall. Umat muslim berdesakan mengantri di depan pintu mall. Ketika pintu mall dibuka, umat muslim mengalami euforia Ramadhan. Masjid penuh, media sosial berisi siar ucapan maaf lahir batin (padahal masih Ramadhan), anak-anak berkeliling kampung membangunkan sahur. Seperti suasana dalam shopping mall yang terasa hidup, orang sibuk mencari barang diskon.

Dalam keberjalanannya, orang-orang mulai merasa cukup dengan apa yang diusahakan. Nah, di ujung lorong shopping mall ini ada sesuatu berkilauan bernama Idul Fitri. Mulai pertengahan hingga akhir, banyak orang lebih memilih mengejar Idul Fitri daripada mengisi kantong dengan barang obral. Padahal sale paling besar ada di ujung lorong shopping mall. Begitu sudah sampai di Idul Fitri yang berkilauan, pintu shopping mall pun tertutup. Idul Fitri memang menyenangkan, namun sebagian tidak menyadari apa yang telah dilewatkan. Penyesalan biasanya datang di akhir. Bukan saat Idul Fitri, melainkan lama setelah itu.

Mumpung masih tanggal muda, ayo manfaatkan sale season Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Iklan

8 thoughts on “Ramadhan Adalah Sale Season

  1. Yah, ironisnya sih kebanyakan justru lebih suka sama sale di shoping ketimbang sale ramadhan :’ lihat nanti akhir-akhir ramadhan, jamaah tarawih bakal berkurang ketimbang di awal ramadhan :’
    Yah, yuk semoga kita bukan bagian dari mereka, kita sambut sale ramadhan yang penuh berkah ini :))

    Suka

  2. Gara berkata:

    Analogi yang keren! Jadi Ramadhan bukan saat yang pantas untuk dilewatkan, karena sale price-nya sedang jor-joran banget ya Mas :hehe. Selamat menunaikan ibadah puasa Mas, semoga season sale pahala di bulan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya :)).

    Disukai oleh 1 orang

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s