Balada Bahasa Indonesia: Mala dan Mara

Dalam bahasa Indonesia ada dua kata yang mirip: mala dan mara. Keduanya memiliki arti berdekatan, namun penggunaannya berbeda. Sedikit aneh. Bagaimana anehnya?

Sekarang kita lihat dulu arti masing-masing kata. (sumber: KBBI)

mala 1/ma·la /n bencana; celaka; sengsara

mara 1/ma·ra / n bencana; bahaya

Masing-masing jarang dipakai sebagai kata yang berdiri sendiri. Kita lebih sering mendengarnya dipaketkan dengan kata lain. Tepatnya adalah malapetaka dan marabahaya. Padahal mala artinya petaka, mara artinya bahaya. Ini cara orang Indonesia melebih-lebihkan sesuatu, seperti bilang, “ini super ultra amat sangat bahaya banget”.

Sekarang saya ajukan pertanyaan ini: kalau arti keduanya mirip, mengapa keduanya digunakan? Apalagi ejaannya hanya beda satu huruf. Menurut saya ini redundansi kosakata. Kemudian saya melakukan sedikit pencarian di internet. Menurut artikata.com dan dictionary.com, berikut adalah definisinya.

maranoun1. (Hindu Mythology). the god of death, sometimes seen as one aspect of a god whose other aspect is Kama, or erotic desire; 2. (Buddhism). Satan, who tried to seduce the Buddha at the time of his Enlightenment.

mala / noun / 1. Evils; wrongs; offenses against right and law.

Dari makna yang diperoleh, saya punya hipotesis sendiri. Mara artinya sesuatu yang membahayakan diri seseorang. Bahayanya bersifat menyakiti atau mengakibatkan kematian. Mungkin lebih tepat dipakai oleh agen asuransi. Mala artinya sesuatu yang mengakibatkan nasib buruk dan kesulitan, namun maknanya lebih luas.

Tentunya saya menerima diskusi makna kata ini. Bahasa memang rumit dan dinamis, namun perkembangan bahasa adalah tanda perkembangan peradaban. Ayo kembangkan bahasa kita. Dimulai dari mengenalinya 😉

Iklan

6 thoughts on “Balada Bahasa Indonesia: Mala dan Mara

  1. Gara berkata:

    Mala dan mara ini penggunaannya dipisah atau disambung ya Mas? Kalau disambung, masih bisa disebut katakah? Soalnya setahu saya kata itu kesatuan morfologi yang bisa berdiri sendiri yah? Hadoh bingung, mohon penjelasannya, suhu :hehe :peace.

    Suka

    • Bukan keahlianku tuh kalau sudah sampai morfologi kata. Yang jelas masing-masing merupakan kata dasar. Sementara bentuk terkenalnya seperti malapetaka dan marabahaya juga termasuk dalam penjelasan definisi.
      Penggunaannya disambung.
      Sisanya tergantung imajinasi…mungkin (bener-bener nggak tahu). Tapi asal memenuhi kaidah, seaneh apapun bentuknya, menurut saya nggak salah.

      Disukai oleh 1 orang

    • Aku juga setengah bingung pas nyari sumber. Sedikit sekali sumber yg bisa jadi rujukan, sementara pemakaian di masyarakat sudah terlanjur begitu. Ini sedikit usaha untuk kembali kepada fitrah.

      Disukai oleh 1 orang

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s