Serangan LGBT di Internet

Ketika pertama kali buka dasbor Wordpress hari ini, saya terkejut karena header nya warna pelangi. Setelah lihat berita sedikit-sedikit, saya menyadari bahwa ini adalah bentuk selebrasi diresmikannya pernikahan sejenis (gay marriage) di Amerika Serikat. Nampaknya si WordPress ini ikut-ikut mendukung gerakan LGBT (Lesbian Gay Bisexual Transgender). Kemudian kalau Anda melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “LGBT” atau “gay marriage” bakal muncul warna pelangi juga.

FYI, gambar pelangi itu merupakan lambang “resmi” dari LGBT. Mungkin menyatakan bahwa manusia itu bebas untuk berekspresi sesuai kodrat yang menurut mereka benar. Prinsip yang bagi saya justru menentang kodrat.

Wordpress dashboard celebrating legalization gay marriage in USA

Dasbor WordPress versi LGBT

Google celebrates LGBT by banner

Kalau ketik LGBT, nanti hasilnya muncul seperti ini

Ini gambar Fanpage FB The White House setelah meresmikan peraturan pernikahan sejenis.

Saya menulis bukan karena ikut mendukung LGBT. Saya sendiri berpendapat Baca lebih lanjut

Iklan

Tips Keamanan Informasi: Cek Sebelum Klik

Beberapa hari belakangan di Line saya banyak muncul postingan yang memperingatkan banyaknya akun hoax. Ciri-ciri akun hoax tersebut biasanya:

  1. mensyaratkan like dan share
  2. menjanjikan hadiah/imbalan besar (yang biasanya PHP)
  3. mempromosikan secara berlebihan atau mendadak beda dengan maksud awal keberadaan akun.
Akun line hoax

Tersangka akun hoax. 1000 coin itu ratusan ribu nilainya. Nggak mungkin orang kasih secara cuma-cuma.

Terus karena teman-teman sepergaulan mulai memikirkan soal lowongan kerja (ah, jadi kelihatan nih sudah mahasiswa akhir zaman), tawaran kerja dari perusahaan ini itu kerap bermunculan di grup media sosial. Suatu ketika ada tawaran kerja dari perusahaan multinasional muncul di grup. Pasti banyak yang tertarik, khas mahasiswa ITB. Tiba-tiba muncul satu message yang bilang itu tawaran kerja hoax. Tahunya dari mana? Ternyata postingan lowongan kerja itu mensyaratkan email berisi CV dikirim ke *******indonesia@yahoo.co.id. Masa perusahaan segede itu pakai e-mail gratisan? Nggak mungkin terlalu fakir buat beli domain kan?

Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Ini bukan barang baru. Modus penipuan ini bernama social engineering (silakan googling) dan berevolusi sejalan kemajuan teknologi. Tujuan social engineering ini adalah membuat pelaku penipuan memperoleh informasi rahasia atau manfaat lain. Misalnya menjadi beken karena banyak like dan share dari ‘korban’. Herannya, modus usang seperti ini masih bisa menjaring banyak korban. Hmm, mungkin manusia memang suka di PHP-in? Ups 😛

Terus bagaimana cara mengatasinya? Baca lebih lanjut

Ramadhan Adalah Sale Season

Obral pahala bulan Ramadhan

Seperti musim obral yang terjadi sesaat dalam setahun, Ramadhan adalah bulan spesial dimana Allah memberikan “obral” kepada umat muslim di seluruh dunia. “Obral” yang dimaksud adalah berlimpahnya pahala dan ampunan.

Bayangkan saja, setiap huruf pujian yang terucap dijanjikan pahala berlipat. Setiap ibadah wajib maupun sunnah dijanjikan keutamaan di dunia maupun akhirat. Bisa dicari lah detail keutamannya gimana, lewat kitab hadits dan kultum terdekat :D. Yang saya tekankan di sini, kalau bulan Ramadhan disadari sebagai musim obral untuk muslim, sungguh merugi kalau dijalani dengan sekedar menahan lapar di siang hari dan tarawih di malam hari.

Bahkan bulan Ramadhan itu lebih istimewa daripada sale season biasa. Mengapa?

  • Tidak ada batasan jumlah barang (dalam hal ini ampunan dan pahala) yang diobral. Kita boleh ambil sebanyak-banyaknya.
  • Seiring berjalannya waktu, obralan semakin besar. Puncaknya ada di sepertiga akhir Ramadhan.
  • Ada berbagai bonus, seperti Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar.

Saya ibaratkan bulan Ramadhan ini sebagai satu lorong panjang shopping mall. Umat muslim berdesakan mengantri di depan pintu mall. Ketika pintu mall dibuka, umat muslim mengalami euforia Ramadhan. Masjid penuh, media sosial berisi siar ucapan maaf lahir batin (padahal masih Ramadhan), anak-anak berkeliling kampung membangunkan sahur. Seperti suasana dalam shopping mall yang terasa hidup, orang sibuk mencari barang diskon.

Dalam keberjalanannya, orang-orang mulai merasa cukup dengan apa yang diusahakan. Nah, di ujung lorong shopping mall ini ada sesuatu berkilauan bernama Idul Fitri. Mulai pertengahan hingga akhir, banyak orang lebih memilih mengejar Idul Fitri daripada mengisi kantong dengan barang obral. Padahal sale paling besar ada di ujung lorong shopping mall. Begitu sudah sampai di Idul Fitri yang berkilauan, pintu shopping mall pun tertutup. Idul Fitri memang menyenangkan, namun sebagian tidak menyadari apa yang telah dilewatkan. Penyesalan biasanya datang di akhir. Bukan saat Idul Fitri, melainkan lama setelah itu.

Mumpung masih tanggal muda, ayo manfaatkan sale season Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Galeri

Street Art of Bandung City Zoo

Bandung is filled with restless creative minds. They create fine arts on every corner of the city. Clean walls are rare sight these days. Walls are filled with various forms of street art. May it be mural or graffiti. This kind of creativity is supported by local government as long as the message is positive. So, you will find many galleries of street art in Bandung. One of cool gallery, yet not praised enough, is located at Jl. Tamansari Bandung. The exact place is on the walls of Bandung City Zoo. It is next to my campus, and today I only have little to do. So I captured some street art there and post it. The complete list of photos are available on my Pinterest Board. Enjoy. Graffiti Bandung Mural Bandung Tamansari Mural hijau kota Bandung kreatif Mural adventure time Indonesia Karya seni anak kreatif Bandung Mural kreatif di kebun binatang Bandung Crazy cool graffiti Indonesia Karya seniman jalanan modern Bandung Karya mural di dinding kebun binatang Apakah mural itu dilarang di Bandung? Nampaknya tidak juga Street Art of Bandung City Zoo Karya kontemporer para creative mind dari Bandung Graffiti yang melambangkan pahlawan Mural buatan anak muda Bandung

Kutipan

WPC: Kite Season

In response to The Daily Post’s weekly photo challenge: “Off-Season.”

When the sunny sky embraced Bandung for last few days, the people know it’s time to do something fun outside. Playing kite was one good choice. Then, the game begins. In afternoon, kids and adults play on the street. When it’s too crowded, there’s still other place: their roof.

I used to play kite when I was 8 or 9. The playground was wide field, higher degree of freedom. It’s hard to imagine people here can do something like playing kite within narrow spaces. Of course it has some consequences. They have to accept undesirable fact that their kite will always stuck somewhere. From my house alone, my friends and I have collected 4 fine kites. However, it didn’t stop them. So, I’ll see some more kites among cables, tangling strings, and battle of kites.

This kite season it’s a bit weird. I can say that this is a season outside its usual season (can we define it as off-season???).

Anomali cuaca Bandung dalam satu tahun terakhir

Daily mean temperature of Bandung since last year.

One week ago, we still have rain in Bandung. Now the sun shines like it’s directly above our head (in fact, it is). It can bee seen from graph above that significant temperature deviation happened since earl 2015. That’s why no one can conclude what season it is right now. The real kite season should have begun in April. But in Bandung we had constant rain in April. It caused shifting in many minor seasons, especially in agriculture. So, many things are off-season here.

Rules Aren’t Diamonds

rule breaker quote

Alkisah ada seorang saudagar Arab tua yang sakit-sakitan. Menjelang ajal, dia memanggil kedua putranya, “Aku mewariskan hartaku kepada kalian. Syaratnya, kalian harus berlomba balap unta. Yang untanya sampai paling akhir memperoleh bagian harta lebih besar.” Kemudian dua bersaudara itu pun melakukan balap unta. Balap unta itu berlangsung sangat lama sebab tidak seorangpun mau sampai lebih dulu.

Suatu ketika lewatlah seorang tua bijak. Orang bijak tersebut mendatangi dua bersaudara, mendengar kisah mereka, lalu mengatakan sesuatu. Tidak lama berselang, kedua bersaudara memacu unta dengan cepat untuk mencapai garis finish

Tahukah anda, apa yang dikatakan si orang bijak kepada dua bersaudara?

Kisah di atas sebenarnya merupakan satu teka-teki terkenal. Saya mengutipnya karena berhubungan dengan postingan kali ini: menyiasati peraturan. Ngomong-ngomong, kalau Anda penasaran dengan teka-teki di atas, jawabannya ada di akhir postingan ini.

Bagi saya, peraturan itu dibuat untuk mengusahakan keadilan bagi semua orang. Peraturan idealya dibuat dengan niat baik, namun tidak semua peraturan itu baik. Kalau Anda dirugikan karena adanya peraturan, sesungguhnya peraturan itu tidak sehat. Misalnya akhir-akhir ini muncul berita bahwa Pemda Aceh mengajukan peraturan jam malam bagi perempuan. Tanpa memberikan judgement, perlu adanya pertimbangan apakah para perempuan itu akan dirugikan? Apakah kerugian tersebut berdampak besar? Misalnya pembatasan tersebut berakibat sebagian perempuan tidak bisa melakukan kegiatan ekonomi. Efeknya adalah penurunan produktivitas. Pendapatan daerah juga berkurang (misalnya saja loh yaa).

Mengikuti peraturan itu bagus. Yang saya tekankan adalah, you don’t have to follow rules when you know it’s stupid. Ini merupakan pola pikir yang banyak dipakai di dunia kreatif. Ketika semua handphone 7-8 tahun lalu menggunakan keypad, iPhone menggebrak pakem dengan layar sentuh dan hanya satu tombol sebagai antarmuka. Hasilnya, pamor iPhone melejit sebagai produk paling inovatif. Hal yang sama saya temukan di dunia consulting. Para konsultan bisnis membuat solusi dari mencatat fenomena, kemudian mendobrak asumsi dasar untuk menemukan sesuatu yang baru. Seringkali solusinya datang dari sesuatu sederhana yang diluar asumsi normal. Solusi bisa datang dari mendobrak peraturan. Quote di awal saya kutip dari kantor suatu firma konsultan tersohor.

Peraturan adalah sesuatu buatan manusia. Seperti layaknya semua hal buatan manusia, mereka tak lepas dari cacat. Jadi sikapilah peraturan di sekitar Anda dengan cerdas. Be rebellious yet wise. Rules, unlike eternal diamonds, are subject to change.

NB. Jawaban dari teka-teki di atas yaitu: si orang bijak berkata, “Kalian saling bertukar unta saja.” Kalau Anda mengerti makna solusi ini, berarti 80% isi blog sudah tersampaikan 😉

Sampingan

Catatan Kecil Seorang Pengawas SBMPTN

meme SBMPTN

Setiap tahun puluhan hingga ratusan ribu lulusan SMA dan sederajat bersaing untuk memasuki perguruan tinggi idaman. Ada satu jalur yang digunakan untuk menentukan orang-orang terpilih. Namanya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Ngeri Negeri alias SBMPTN. Namanya berubah dari generasi ke generasi, namun isinya sama saja. Pertempuran untuk mendapatkan lulusan favorit.

Persepsi saya soal SBMPTN pun berubah. Mulai dari dengar keseramannya dari saudara dan senior, mengalaminya sendiri, sampai kini saya duduk di kursi yang berseberangan dengan para peserta.

Saya jadi pengawas ujian tulis SBMPTN hari ini.

Saya jadi pengawas dengan tujuan melihat perkembangan generasi masa kini (Bohong besar! Asal tahu saja, pengawas SBMPTN itu bagaikan mendapat durian dari langit. Honor yang sangat lumayan untuk kerja sehari. Tapi durian dari langit pasti jadi rebutan banyak orang, jadi berdoalah yang banyak). Dalam sehari itu tampak berbagai ekspresi. Khawatir menjelang ujian, membanting lembaran catatan ke muka, senda gurau bersama teman untuk hilangkan stress, sampai muka setengah ngantuk menghadapi soal. Walaupun cepat bukan berarti tidak ada pengalaman berkesan.

⋆⋆⋆

Ini adalah percakapan di ruang ujian SBMPTN tadi siang.

Bel ujian usai berbunyi dan semua lembar jawab peserta sudah saya kumpulkan.

Me: “Terima kasih telah mengerjakan ujian dengan tenang dan menjaga suasana kondusif.”
Ibu Guru Partner Penjaga Ruang: “Semoga semuanya memperoleh hasil terbaik, sesuai yang diharapkan.”
Peserta: “Amiiin!” (bareng-bareng)

Terus semuanya maju ke depan kelas, salim sama pengawas. Termasuk saya.
“Terima kasih, pak”
Pak…
Pak????

Ini perlu diluruskan.
Me: “Aku masih mahasiswa kok.”

Ternyata tidak berubah. Masih pada salim. Kalimatnya saja yang diubah jadi, “Terima kasih, kak.”

Yah, saya cuma bisa senyum. Semoga Allah membalas kerja keras kalian, pejuang SBMPTN.

⋆⋆⋆

Sebagai tambahan, pengumuman SBMPTN 2015 dapat dilihat di website resminya tanggal 9 Juli 2017 pukul 17:00. Info berharga nih hehehe.

Sumber Gambar: www.itinthed.com, dengan perubahan seenak jidat.

Galeri

Weekly Photo Challenge: Vivid Skies

In response to The Daily Post’s weekly photo challenge: “Vivid.”

‘Cause you’re a sky, you’re a sky full of stars
Such a heavenly view
You’re such a heavenly view
(Coldplay – A Sky Full of Stars)

When I look up, all I see is lovely, sunny, tropical sky. Vivid at all day. Always like that, especially in these times. Hot days. Wish you all safe summer.

Langit Pantai Depok Yogyakarta

Clear sky in Yogyakarta beach

Langit di atas taman Bandung

Clear sky above Bandung park. Not much different, right?

Foto taman bandung sore hari

Same park, in the evening

Pemandangan sunset di ITB

Taken at my campus. Sunset light between trees and buildings.

Foto apartemen Cihampelas Bandung

Sky and brand new skyscraper apartment in Bandung

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Balada Bahasa Indonesia: Mala dan Mara

Dalam bahasa Indonesia ada dua kata yang mirip: mala dan mara. Keduanya memiliki arti berdekatan, namun penggunaannya berbeda. Sedikit aneh. Bagaimana anehnya?

Sekarang kita lihat dulu arti masing-masing kata. (sumber: KBBI)

mala 1/ma·la /n bencana; celaka; sengsara

mara 1/ma·ra / n bencana; bahaya

Masing-masing jarang dipakai sebagai kata yang berdiri sendiri. Kita lebih sering mendengarnya dipaketkan dengan kata lain. Tepatnya adalah malapetaka dan marabahaya. Padahal mala artinya petaka, mara artinya bahaya. Ini cara orang Indonesia melebih-lebihkan sesuatu, seperti bilang, “ini super ultra amat sangat bahaya banget”.

Sekarang saya ajukan pertanyaan ini: kalau arti keduanya mirip, mengapa keduanya digunakan? Apalagi ejaannya hanya beda satu huruf. Menurut saya ini redundansi kosakata. Kemudian saya melakukan sedikit pencarian di internet. Menurut artikata.com dan dictionary.com, berikut adalah definisinya.

maranoun1. (Hindu Mythology). the god of death, sometimes seen as one aspect of a god whose other aspect is Kama, or erotic desire; 2. (Buddhism). Satan, who tried to seduce the Buddha at the time of his Enlightenment.

mala / noun / 1. Evils; wrongs; offenses against right and law.

Dari makna yang diperoleh, saya punya hipotesis sendiri. Mara artinya sesuatu yang membahayakan diri seseorang. Bahayanya bersifat menyakiti atau mengakibatkan kematian. Mungkin lebih tepat dipakai oleh agen asuransi. Mala artinya sesuatu yang mengakibatkan nasib buruk dan kesulitan, namun maknanya lebih luas.

Tentunya saya menerima diskusi makna kata ini. Bahasa memang rumit dan dinamis, namun perkembangan bahasa adalah tanda perkembangan peradaban. Ayo kembangkan bahasa kita. Dimulai dari mengenalinya 😉

Pantai Nglambor untuk Snorkeling

Pantai Nglambor: Sensasi Snorkeling di Yogyakarta

Di kampus saya sekarang sudah masa liburan. Sayangnya bagi mahasiswa yang mengerjakan skripsi libur itu terasa sulit dilakukan. Sebenarnya nggak sibuk-sibuk amat, tapi harus ketemu dosen hari ini, lusa ke tempat studi kasus, dan kegiatan lainnya itu menyita waktu. Akhirnya dengan ketetapan hati saya pilih libur (memang ngarep libur, maafkan saya ya Bapak Dosen).

Sebelum pulang, saya sempatkan dulu ke Yogyakarta untuk mengunjungi adik tingkat yang mau ikutan lomba. Sekalian mengunjungi doi setelah sekitar 2 bulan. Niatnya sih santai-santai di Jogja, kemudian si doi mengajak, “Snorkeling yuk.”

“Di mana?”

“Pantai Nglambor. Gunungkidul.”

Terus si doi cerita kalau waktu snorkeling terbatas. Paling cuma bisa pas sore. Jadi pulangnya malam. Saya nggak suka kalau pulangnya malam banget. Tapi demi quality time yang amat berharga, saya mengiyakan.

Dalam hati masih sedikit kepikiran, “Renang aja susah payah. Piye mau snorkeling?”

Ke Gunungkidul

Pantai Nglambor termasuk dalam jajaran pantai di Gunungkidul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya sekitar 74 km (lihat di Google Map bawah) dari kota Yogyakarta. Jalannya bagus dari awal hingga akhir. Anda mau ke sana naik motor, mobil, maupun bus tak jadi masalah. Perjalanannya memakan waktu kurang lebih 2,5 jam (jangan percaya estimasi Mbah Google, soalnya jalannya berkelok naik turun).

Petunjuk yang paling gampang adalah ikuti jalur ke arah Wonosari. Ikuti saja jalan lurus niscaya tidak akan tersesat, literally. Sesampainya di Wonosari, ikuti petunjuk jalan ke arah Baron (Pantai Baron). Mulai dari sini perhatikan penunjuk jalan secara seksama. Akan ada banyak pantai yang bisa dituju dengan jalur bercabang. Cari jalur ke Pantai Siung. Kalau teliti lihat jalan, tidak sulit kok.

Setelah masuk komplek Pantai Siung, Anda bakal bertemu pos penjagaan. Di sini bayar tiket masuk untuk setiap orang dan kendaraan yang dibawa. Baca lebih lanjut