Membangun Keberdayaan Sosial (Part 1): Komposisi Sosial Indonesia

Dengan postingan ini juga, saya buka sesi baru di blog saya: Social Empowerment. Yaay *potong pita*. Sesi tersebut berisi pengetahuan dan pengalaman yang saya kumpulkan dalam rangka mewujudkan pemberdayaan masyarakat ūüėÄ

Ini adalah serial postingan hasil kunjungan saya dan teman-teman Himpunan Mahasiswa Informatika ITB ke IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan). Di sana kami diberikan arahan oleh Bapak Iskandar Kutoadji, pencetus IBEKA Foundation, tentang idealisme pemberdayaan masyarakat.

Intro

IBEKA Foundation merupakan sebuah organisasi non-profit yang bergerak di bidang pengembangan ekonomi dan energi daerah pedesaan. Organisasi tersebut diinisiasi tahun 1992 oleh Iskandar Kutoadji dan istrinya, Sri Mumpuni. Dalam lebih dari 20 tahun keberjalanannya, IBEKA telah memprakarsai berdirinya pembangkit listrik mikrohidro di berbagai wilayah Indonesia. IBEKA juga telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya adalah Ashden Award tahun 2012 dan Ramon Magsaysay Award tahun 2011.

IBEKA foundation Sri Mumpuni

Bapak Iskandar Kutoadji memberikan pengarahan

Kegiatan pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang mulia sekaligus menantang. Tidak banyak orang yang mampu konsisten dalam jangka panjang. Apa yang menjadi sebabnya? Kami berdiskusi dengan Bapak Iskandar di kediaman Subang untuk mendengarkan langsung fakta pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Komposisi Masyarakat

Berdasarkan data dan pengamatan selama 20 tahun, Pak Iskandar mendeskripsikan komposisi masyarakat berdasarkan kekuatan dan orientasi sosial.

Grafik masyarakat indonesia

Keterangannya sebagai berikut.

Tipe I : tidak mampu, tidak punya kekuatan. Masyarakat tipe I biasanya memiliki tingkat pendidikan rendah. Selain itu, inisiatif untuk melakukan langkah strategis juga rendah. Sebanyak 78% masyarakat Indonesia tergolong dalam jenis ini.

Tipe II : mampu, egois, dan tamak. Masyarakat tipe II biasanya memiliki jabatan atau pekerjaan terpandang di mata masyarakat, namun menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Kecenderungan penyalahgunaan kekuasaan sangat tinggi di dalam tipe ini. Mereka sewenang-wenang, namun sulit dihentikan. Sayangnya banyak orang tidak sadar bahwa mereka tergolong tipe ini. Suka atau tidak, jumlahnya mencapai 19% dari penduduk Indonesia.

Tipe III : mampu, baik, dan egois. Masyarakat tipe III bekerja dengan baik dan memiliki tingkat kemakmuran tinggi. Mereka cenderung terfokus pada keselamatan pribadi atau keluarga. Masyarakat tipe ini tidak merugikan orang lain, namun tidak berusaha untuk membantu orang lain. Ada 2,5% penduduk Indonesia tergolong dalam tipe III.

Tipe IV : mampu, baik, dan benar. Masyarakat tipe IV adalah orang yang tergerak untuk mewujudkan kemakmuran bersama tanpa merugikan orang lain. Fokus utama masyarakat tipe ini adalah memberikan manfaat kepada orang banyak. Meskipun nampak paling indah, sedikit sekali masyarakat yang tergolong dalam tipe ini. Hanya 0,5% dari penduduk Indonesia.

Komposisi sosial Bangsa Indonesia yang demikian mengakibatkan ketimpangan dalam masyarakat. Yang kaya jadi makin kaya, sementara yang miskin tetap miskin. Indonesia boleh saja mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi, namun pertumbuhan ekonomi belum tentu menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat umum.

Melihat kondisi masyarakat yang demikian, apakah kita akan berdiam diri saja? Menjawab “tidak” saja sudah untung. Nyatanya memang lebih banyak yang tidak peduli.¬†Harusnya ada usaha untuk memperbaikinya. Bukan dengan uang. Uang hanya solusi jangka pendek. Yang penting adalah kontribusi untuk turut serta dalam membangun masyarakat, terutama yang kurang mampu. Dengan itulah keberdayaan sosial bisa dibangun.

(Bersambung)

Baca series Membangun Keberdayaan Sosial di post berikut.

Iklan

One thought on “Membangun Keberdayaan Sosial (Part 1): Komposisi Sosial Indonesia

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s