Ayo Melek Hukum

Tulisan ini muncul karena dalam dua minggu terakhir banyak bikin makalah soal konflik sosial yang berujung pada ranah hukum. Saya bukan orang hukum, jadi nggak mengerti seluk-beluk secara detail. Yang saya pahami, kalau kita sebagai individu sudah sadar hukum sejak dini, kesiapan menghadapi tuntutan hukum bakal meningkat.

Kalau di Amerika, orang sangat melek hukum nampaknya. Dari nonton berbagai jenis series soal detektif dan kriminal, saya tahu hal pertama yang diminta tersangka, “I want my lawyer.” Kalau di Indonesia? Sepertinya masih jauh. Mental sok kuasa aparat dan sogokan bicara duluan.

Di dunia ini ternyata ada saja pihak yang punya niat jahat untuk menjerumuskan seseorang. Contohnya sering nampak di KPK sekarang. Banyak penyidik KPK ditahan. Banyak pula yang dituntut tapi bisa lepas dari pemrosesan hukum. Tapi yah, itu soal lain. Sekarang yang saya bahas, bagaimana cara mempertahankan diri apabila terkena jerat hukum.

Dalam makalah yang saya bahas ada masyarakat petani melawan perusahaan perkebunan. Hal yang dipermasalahkan adalah sengketa tanah. Yang parah, dari zaman Hindia Belanda sampai sekarang, para petani selalu ada dalam posisi yang lemah (baca novel Bumi Manusia untuk mengetahui peradilan yang tak memihak pribumi). Yang bisa mereka lakukan cuma blokade jalur transportasi, protes di gerbang perusahaan, dan aksi kekerasan. Miris rasanya kalau mereka tidak tahu strategi. Pada akhirnya sebagian bakal ditangkap karena melakukan aksi kekerasan. Yang lain pun takut sampai aksi protes meredup. Apakah itu berarti perusahaan perkebunan adalah orang yang licik? Entahlah. Yang jelas mereka menang.

Ini perlu diingat: kita tidak dapat mempertahankan diri dari tuntutan hukum kecuali dengan melek hukum. Supaya melek hukum, tidak perlu menghapal pasal-pasal yang rumit. Cukup menanamkan di pikiran bahwa jalur hukum itu ada untuk mewujudkan keadilan. Selain itu, pahami pula bahwa kita sebagai warga negara memiliki hak yang tidak dapat diganggu orang lain. Kalau memang tidak bersalah, jangan takut menghadapi jalur hukum. Yang terakhir, kita perlu mengetahui akses terhadap bantuan hukum. Setahu saya saat ini ada LBH (Lembaga Bantuan Hukum) yang berperan membantu rakyat biasa mendapat dukungan untuk melalui proses hukum.

Dengan melek hukum, tidak perlu takut dengan ancaman tuntutan hukum. Keadilan bakal terkuak kalau diperjuangkan.

Iklan

5 thoughts on “Ayo Melek Hukum

  1. Gara berkata:

    Setuju, hukum bukan momok. Hukum ada justru untuk membuat keadilan bagi semua orang, bukan sebagai hal yang harus dijauhi (karena ini pekerjaan saya sehari-hari… *malah curhat*) :)).

    Suka

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s