Bagaimana Warna Duniamu?

Hari ini saya dapat sesuatu yang mencengangkan dari teman-teman. Bukan hal yang amat penting, tapi bisa mengubah persepsi tentang bagaimana orang lain memandang dunia dengan versi mereka.

Belum lama ini pula saya baca artikel di Quora berjudul “Do You See the Same Colour of Your Blood as I Do?” (link di sini). Cocok sebagai pengantar buat bahasan post kali ini: buta warna.

Pas di kampus tadi pagi, saya lagi ngobrol sama dua orang. Kebetulan dua-duanya buta warna parsial. Entah juntrungannya bagaimana, akhirnya kita berakhir ke topik buta warna parsial. Fatoni (liat blognya di sini) pernah cerita kalau dia sempat berdebat dengan temannya soal warna angkot. Dia bilang angkot jurusan Cisitu-Tegalega itu warna “biru”.

Angkot Bandung

Angkot Cisitu-Tegalega sebagai sumber perdebatan adalah yang di kanan atas (Sumber: aboutbdg.com)

Bagi teman Fatoni yang berpandangan normal (tidak buta warna), pernyataan itu jelas aneh. Sebagian besar orang di muka bumi sepakat bahwa warna angkot bersangkutan adalah “ungu”. Jadi Fatoni nggak bisa bedakan warna biru dan ungu? Nampaknya begitu. Namun ketika tadi pagi mencari perbandingan warna biru dan ungu, Fatoni bisa membedakan keduanya dengan baik. Jadi mengapa dia meleset dalam menyebut warna angkot? Jawabannya bisa lebih rumit lagi.

Setelah membedakan warna biru dan ungu, pembicaraan beralih ke tes Ishihara. Buat yang belum tahu, tes Ishihara adalah tes mengenal angka atau pola dari rangkaian bulatan beraneka warna. Sering dipakai untuk tes buta warna seleksi masuk akademi atau pekerjaan tertentu. Fatoni merasa kesulitan mengenal sebagian pola yang ada di tes tersebut. Gilang, teman saya yang satu lagi (lihat blognya di sini), juga merasa kesulitan dengan sebagian pola. Uniknya mereka memiliki lingkup kesulitan yang berbeda.

Tes Buta Warna Ishihara

Satu orang menganggap pada gambar di atas hanya ada angka 2, sementara yang lainnya menganggap hanya ada angka 4. Bagi yang normal, melihat angka 42 bukan perkara sulit. Jawaban kedua teman saya itu membuat penasaran. Bagaimana ya penampakan dunia dari penglihatan mereka?

Dari hasil penerawangan Mbah Google, saya dapat wangsit soal tipe buta warna. Berdasarkan sebuah artikel di Olympus Microscopy Resource Center, ada beberapa jenis buta warna. Berikut tabel lengkapnya.

Jenis buta warna Penyebab Probabilitas (%)
Anomali trikromasi 6,0
Protanomali Anomali pigmen pendeteksi merah 1,0
Deuteranomali Anomali pigmen pendeteksi hijau 5,0
Tritanomali Anomali pigmen pendeteksi biru 0,0001
Dikromasi 2,1
Protanopia Ketiadaan pigmen pendeteksi merah 1,0
Deuteranopia Ketiadaan pigmen pendeteksi hijau 1,1
Tritanopia Ketiadaan pigmen pendeteksi biru 0,001
Monokromasi batang < 0,0001

Karena itu bukan bidang saya, jadi silakan cek artikelnya untuk tahu lebih lanjut. Yang jadi penekanan dalam post ini adalah bagaimana orang-orang dengan gejala seperti ini melihat dunia.

Saya berikan thought experiment untuk dipikirkan. Apa yang bakal terjadi kalau misalnya saya bertukar gejala buta warna dengan Fatoni atau Gilang? Persepsi tentang dunia yang tersimpan di otak masing-masing akan berubah. Saya yang awalnya melihat dunia dengan lingkup warna luas harus mendefinisikan ulang dunia supaya sesuai dengan yang saya lihat. Sementara Fatoni maupun Gilang mungkin bakal terkagum-kagum melihat warna yang belum pernah diketahui sebelumnya. Bagaimana coba rasanya menemukan warna baru? Tidak terdeskripsi dengan kata-kata.

Pada akhirnya orang boleh sepakat atau tidak sepakat soal warna. Masing-masing punya persepsi sendiri atas apa yang dia lihat. Jadi, bagaimana warna duniamu?

Iklan

10 thoughts on “Bagaimana Warna Duniamu?

  1. Gara berkata:

    Erm… saya melihat warna angkot itu yang ungu hanya atasnya saja, Mas. Benarkah demikian? Tapi saya bisa baca angka 42 dengan baik, syukurlah. Dulu juga pernah ikut tes Ishihara untuk keperluan tes kesehatan pegawai negeri, syukur juga lulus dengan baik :hehe.

    Suka

  2. Angkot Bandung mang penuh warna dan bingungin (bg yang bukan warga sana). Krn berdasarkan warna kadang gak da tulisan jurusan mananya. Hehehe.
    42nya masih kebaca mas. Syukurnya begitu.

    Suka

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s