Tips Menjawab Pertanyaan Teka-teki Saat Interview

Saya kurang tahu apakah metode rekrutmen seperti ini sudah digunakan di Indonesia. Di perusahaan multinasional, terutama yang berbasis teknologi macam Google dan Microsoft, sudah menerapkannya sejak lama. Jadi ketika diwawancara/interview untuk seleksi masuk perusahaan, sang calon pegawai kadang-kadang diberi pertanyaan yang nyeleneh dan unik. Mirip seperti teka-teki. Ini contohnya:

  1. Berapa jumlah penduduk Indonesia yang bergolongan darah O?
  2. Seandainya Anda punya usaha penyewaan helikopter untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, berapa tarif per jam yang Anda kenakan pada konsumen?

Ujian Terselubung

Kalau mendengar pertanyaan seperti itu, tak perlu heran. Tetap saja bersikap tenang. Menurut biginterview.com, pertanyaan teka-teki memiliki maksud untuk menguji kemampuan kandidat dalam aspek berikut.

  • Pendekatan atas penyelesaian masalah (problem solving approach)
  • Kemampuan analisis
  • Kreativitas
  • Berpikir dalam tekanan
  • Mengembangkan ide dari satu hal tanpa persiapan

Biasanya kemampuan di atas dicari dari fresh graduate. Ini bisa jadi tips lulusan universitas buat wawancara kerja hehe.

Cara Menjawab Pertanyaan Teka-teki

Ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait pertanyaan jenis ini.

  • Jawaban yang benar itu tidak penting. Yang penting adalah bagaimana Anda menjelaskan pendekatan dan menjustifikasi asumsi.
  • Tetap pede. Sebagian besar orang terkejut dengan pertanyaan seperti ini.
  • Pahami pertanyaan dengan baik sebelum menjawabnya. Tanyakan informasi tambahan apabila tersedia. Konfirmasi ulang pemahaman Anda kepada pewawancara.

Sekarang kita coba menjawab dua pertanyaan yang telah tertulis di atas. Tak perlu mencari jawaban di ensiklopedia atau Google. Semuanya didasarkan pada pendekatan dan asumsi yang memadai.

Pertanyaan nomor 1 tidak terlalu sulit. Tidak ada jawaban yang pasti benar atas pertanyaan ini. BPS saja tidak punya datanya. Yang pertama kali harus dilakukan adalah menentukan kemungkinan seseorang memiliki golongan darah O. Ada 4 jenis golongan darah: A, B, AB, dan O. Apakah kemungkinannya sama besar? Tidak juga. Ada justifikasi yang bisa dilakukan. Bisa dari basis keilmuan biologi atau statistik. Misalkan kemungkinan seseorang bergolongan darah O adalah 35%, lalu diaplikasikan pada populasi Indonesia saat ini. Asumsikan saja penduduk Indonesia saat ini 250 juta jiwa, berarti penduduk yang bergolongan darah O adalah 35% x 250.000.000 = 87.500.000 juta jiwa.

Think before act quote

Remember to carefully consider your approach

Pertanyaan nomor 2 lebih kompleks. Ada tuntutan untuk mengestimasi kondisi pasar. Di Jakarta dan sekitarnya belum banyak yang menggunakan helikopter untuk sarana transportasi. Pesaing pun relatif sedikit. Dengan demikian margin keuntungan yang diperoleh bisa tinggi. Kemudian yang harus diperhitungkan adalah biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Katakanlah harga helikopter standar 4 miliar rupiah. Pertimbangkan pula harga bahan bakar, harga sewa helipad di pangkalan udara, harga rekrutmen pilot, dan sebagainya. Dalam sewa helikopter diestimasi setiap hari ada setidaknya satu penyewa sehingga dalam setahun ada 365 transaksi. Gabungkan semua biaya dalam setahun dan bagi dengan 365. Kemudian estimasi lagi dalam satu hari helikopter disewa berapa jam. Misalkan dalam sehari rata-rata sewa 4 jam, artinya bagi lagi angka tersebut dengan 4. Kita sudah mendapat biaya dasar per jam.

Dari harga dasar tersebut tambahkan minimal 50%. Misalnya biaya dasar sebesar Rp 2.500.000 per jam, maka setidaknya biaya jasa yang ditawarkan ke konsumen adalah Rp 3.750.000 per jam. Ketika berhadapan dengan konsumen bisa disesuaikan lagi ke harga yang lebih tinggi. Demikianlah dasar penentuan harga dibentuk.

Begitulah tahapan menaklukkan pertanyaan teka-teki dalam interview/wawancara. Semoga sukses 🙂

Iklan

8 thoughts on “Tips Menjawab Pertanyaan Teka-teki Saat Interview

  1. Gara berkata:

    Dapat ilmu baru lagi dari sini :hihi. Intinya jangan panik ya. Kalau saya dapat pertanyaan itu soalnya saya akan bilang, “Hah?”, dan respons “hah” bukanlah bentuk tanggapan yang baik :hehe.

    Suka

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s