Wana Wisata Grape: Vakansi Kilat Daerah Madiun dan Ponorogo

Setiap warga kota biasanya punya destinasi favorit sebagai tempat untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk rutinitas. Tujuan kesukaan adalah daerah dataran tinggi yang sejuk. Orang Bandung pergi ke Lembang. Orang Jakarta pergi ke Puncak (merambah ke Bogor dan Bandung pula). Orang Jogja pergi ke Kaliurang. Orang Solo pergi ke Tawangmangu. Orang Malang pergi ke Batu. Apa lagi?

Orang Ponorogo dan Madiun biasanya pergi ke Telaga Ngebel atau Telaga Sarangan. Saya yang aslinya Ponorogo pun sudah berkali-kali menyinggahi kedua tempat tersebut sejak kecil. Pikir saya sudah tidak ada tempat dekat yang berhawa sejuk di sekitar Ponorogo. Ternyata saya salah. Masih ada tempat yang demikian. Namanya Grape (baca: gra-pe, bukan grape yang berarti buah anggur, hehehe).

Peta Google di atas menunjukkan jalur menuju Grape dengan patokan Alun-alun Ponorogo. Silakan edit tujuan awal sendiri sesuai kebutuhan. Perlu diketahui bahwa dari kota Ponorogo maupun Madiun tidak ada tanda jalan yang langsung menunjuk Grape. Kalau dari Madiun cari tanda jalan ke Dungus, atau langsung bertanya ke warga lokal jalan menuju Grape. Sementara dari Ponorogo cari jalan utama ke Madiun lalu belok kanan di perempatan Pagotan.

Tulisannya kurang bagus karena difoto sambil lewat, tapi kalau sudah bertemu tanda ini, Anda berada di jalan yang benar. Ambil kiri.

Tulisannya kurang bagus karena difoto sambil lewat, tapi kalau sudah bertemu tanda ini, Anda berada di jalan yang benar. Ambil kiri.

Di sepanjang perjalanan Anda bakal disuguhi panorama persawahan dengan latar Gunung Wilis yang kebiruan. Di pinggir jalan terdapat deburan pelan sungai. Angin sepoi-sepoi menyapa jika membuka jendela mobil. Memang tidak sedingin daerah wisata dataran tinggi, namun jauh lebih baik daripada daerah kota yang panasnya minta ampun.

Sawah hijau dan lereng Gunung Wilis

Hamparan sawah hijau dan lereng Gunung Wilis di belakangnya.

Pemandangan Grape

Pemandangan hijau lagi

Listrik pedesaan Madiun

Barisan tiang listrik memotong hamparan sawah hijau. Tempat ini tak jauh dari PLTA.

Perjalanan sekitar satu jam takkan terasa apabila cuaca sedang cerah. Anda akan tiba di jembatan dengan sungai berbatu yang bersuara deras. Itulah Wana Wisata Grape yang dikelola Perhutani. Di sini saya dan keluarga makan-makan sambil menikmati pemandangan alami.

Bagian makan lesehan itu ada di satu sisi jalan, sementara di wana wisatanya sendiri ada di sisi jalan lain. Di sana tersedia fasilitas berupa outbond, lapangan, kantor, dan tempat untuk bersantai. Hanya saja fasilitasnya tampak kurang terawat. Mungkin karena keterbatasan anggaran. Tidak bisa berharap banyak juga sebenarnya.

Jalur menuju Wana Wisata Grape

Wana Wisata Grape

Kalau sudah sampai sini, kurang barokah rasanya tak mencicipi hidangan sambil lesehan di pinggir sungai. Tersedia hidangan ikan dan ayam yang menggugah selera. Ikan yang tersedia adalah gurame, nila, dan wader. Favorit saya adalah wader, ikan sungai yang berukuran sejempol. Apabila digoreng garing, langsung enak dimakan sekaligus. Ada pula sayur ala Jawa yang nikmat.

Satu saran saya. Apabila hendak berlibur ke Grape di akhir pekan, berangkatlah sebelum jam makan siang. Kalau sampai di Grape ketika jam makan siang, bisa-bisa Anda harus kecewa. Soalnya stok makanan cepat sekali habis di tempat ini. Kadang-kadang dapat tempat saja sudah syukur.

Lesehan di Grape

Lesehan pinggir kali (sungai)

Wisata kuliner khas Grape

Mari makan 😀

Hidangannya nikmat, suasananya pun dapat. Kumpul keluarga pun jadi menyenangkan di Grape. Dari segi makanannya, paling cuma sambalnya kurang jos bagi lidah orang Ponorogo dan Madiun. Dari segi wisata, menurut saya semuanya cukup. It’s worth it.

Supaya lebih lengkap, saya nilai Grape ini berdasarkan kriteria tempat wisata ala Yogi.

Kriteria Tersedia? Keterangan
Wisata yang disediakan Sungai, kuliner, outbond, wisata alam
Parkir Ya Motor dan mobil
Toilet Ya Di tempat makan dan wana wisata
Mushola Ya Di tempat makan dan wana wisata
Tiket masuk Tidak
Tempat sampah Ya Jumlahnya terbatas
Papan penunjuk jalan Ya Mudah ditemui

Sungai indah dan wisata kuliner bukan satu-satunya objek yang bisa dituju di Grape. Terdapat air terjun dan monumen apabila berminat untuk menjelajahi daerah sekitar. Jangan lupa memotret panorama Gunung Wilis yang memukau.

Iklan

10 thoughts on “Wana Wisata Grape: Vakansi Kilat Daerah Madiun dan Ponorogo

  1. Gara berkata:

    Ikannya :ngiler.
    Saya suka ikan! Dan itu kelihatannya sangat menggugah selera. Apalagi kalau banyak sambalnya dan pedas. Dimakan dengan nasi panas dan es jeruk, wuih, sedap!
    Ngomong-ngomong, papan petunjuk arah menuju ke PLTA itu agak mengganggu pandangan pengemudi yang mencari jalan :hehe.

    Suka

    • Wah mendeskripsikannya sampai aku sendiri ngiler, pintar sekali mas Gara ini haha.

      Itu papan petunjuknya pas difoto dari kursi mobil sambil lewat. Tapi kelihatan kok bagi pengendara hehe.

      Disukai oleh 1 orang

      • Gara berkata:

        Bolehlah saya diandalkan kalau soal makanan Mas :hihi.
        Syukurlah kalau tidak menghalangi pandangan pengendara :)).

        Suka

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s