Belajar dari Alun-Alun Bandung, Wisata Lokal Idaman

Prolog

Menurut saya ada 4 kriteria tempat wisata lokal yang baik.

  1. Memberikan hiburan bagi masyarakat secara umum
  2. Menyediakan fasilitas dasar memadai (parkir, toilet, tempat sampah, dll)
  3. Terjangkau bagi semua kalangan
  4. Menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan

Karena bicara soal wisata lokal, ya konteksnya berangkat dari yang paling dasar, yaitu sarana rekreasi bagi orang-orang di sekitar tempat wisata. Terus, lingkupnya adalah kebutuhan masyarakat umum. Saya tidak bahas orang-orang dengan jiwa petualang berlebih karena ada satu kebutuhan lain: menjelajah hal baru. Biarpun cuma hal dasar, saya pikir empat syarat tersebut mutlak agar suatu tempat wisata bisa berkembang. Kalau pariwisata di Indonesia mau dimajukan, tempat wisata juga harus nyaman kan?

Ada satu tempat wisata di Bandung yang ingin saya ulas karena memenuhi kriteria di atas. Itulah Alun-Alun Bandung dan Masjid Raya Bandung.

Masjid Raya bandung Propinsi Jawa Barat

Masjid Raya Kota Bandung

Kalau cuma alun-alun dan masjid raya sih, sebagian besar kabupaten juga punya kan? Nyatanya hampir setiap hari tempat itu selalu ramai pengunjung. Baik dari Bandung maupun luar Bandung. Lantas apa istimewanya tempat wisata itu? Untuk menjawabnya, kita kembali ke 4 kriteria awal.

Hiburan untuk Semua Kalangan

Apa yang ditawarkan di Alun-alun dan Masjid Raya Bandung, namun tak tersedia di wilayah kota lain? Lapangan bersih dan tulisan besar. Itu saja? Iya. Terdengar remeh memang. Ayo dilihat lebih jauh. Coba kita pikirkan, di zaman ini siapa sih yang nggak mengambil foto di tempat wisata? Foto yang banyak, upload yang banyak, terus dapat like yang banyak. Itu prinsipnya. Nah, di sana ada tulisan “Alun-alun Bandung” dan “Masjid Raya Bandung” yang besar. Orang-orang sering berfoto di situ, minimal sebagai bukti yang menyatakan, “Gue udah berkunjung ke Bandung, guys.”

Lapangan rumput Alun-alun Bandung

Alun-alun Bandung yang selalu ramai

Sementara itu, di Alun-alun Bandung terdapat lapangan rumput sintetis yang luas. Keuntungan dari lapangan sintetis, rumputnya selalu hijau dan takkan kotor. Mau dipakai main bola, lari-lari, guling-guling, aman. Makanya tempat itu jadi tujuan wisata anak-anak maupun orang dewasa. Damai rasanya melihat anak-anak berlarian riang.

Fasilitas Dasar Memadai

Bagaimana menurut Anda sebuah tempat wisata yang nggak punya toliet dan mushola? Aneh kan? Fasilitas yang pokok bagi keperluan wisatawan itu mutlak diperlukan. Di Alun-alun Bandung, parkirnya ada di basement, tepat di bawah Alun-alun. Canggih sekali menurut saya, sebab bangunan yang memiliki fitur demikian hanya gedung kantoran dan mall. Di sekitar wilayah tersebut juga tersedia tempat parkir. Kemudian soal toilet dan tempat sholat nggak usah ditanya lagi. It’s a mosque, for God sake. Tempat sampah tersedia. Kursi dan meja tersedia. Mungkin yang sedikit tersedia hanya makanan dan minuman. Keluhan tak terdengar di sini.

Terjangkau

Satu-satunya yang harus Anda bayar saat berkunjung ke Alun-alun Bandung adalah parkir. Sisanya dapat dinikmati gratis. Tidak ada pungutan liar. Tidak ada biaya tak masuk akal yang morotin wisatawan. Di zaman ini tidak banyak wisata lokal yang memberi penawaran tersebut.

Satu lagi definisi terjangkau adalah mudah diakses. Banyak daerah wisata yang memukau, namun sulit diakses karena jalan yang sulit atau terbatasnya kendaraan. Otomatis biaya pun meningkat.

Aman dan Nyaman

Banyak tempat wisata yang tidak terjaga kebersihannya. Banyak pula tempat wisata yang jadi sarang maling pengincar wisatawan. Mana ada wisatawan yang mau pergi ke tempat seperti itu? Aspek keamanan dan kenyamanan sangat memengaruhi penilaian. Wisatawan yang kapok akan menceritakan hal yang jelek serta tidak mau berkunjung lagi. Di Alun-alun Bandung ada petugas khusus yang mengawasi Alun-alun. Petugas kebersihan membersihkan secara rutin. Tempat sampah tersedia di pojok-pojok strategis. Dengan demikian keamanan dan kenyamanan terjaga di Alun-alun Bandung dan Masjid Raya Bandung.

Mengembangkan Wisata Lokal

Tak ragu lagi, di Indonesia banyak tempat wisata lokal yang menunggu dijelajahi. Surga-surga Nusantara bersembunyi seperti mutiara dalam tiram. Saat ini bermunculan media si internet yang menguak berbagai potensi wisata baru di Indonesia. Contohnya adalah blog dan aplikasi wisata. Salah satu contoh aplikasi wisata yang menguak potensi di Indonesia adalah WisataLokal.

Aplikasi untuk wisata lokal Indonesia

WisataLokal apps

Sejujurnya, aplikasi ini menolong saya dalam mengetahui potensi wisata di berbagai daerah secara spesifik. Sebab pilihan wisata di apps WisataLokal dibagi berdasarkan propinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Selain itu, seperti aplikasi wisata pada umumnya, tersedia pilihan untuk memberikan review dan foto unggahan pengguna. Fitur itu akan membentuk kualitas penilaian yang lebih baik karena didasarkan pada komunitas. Saya sih sebagai blogger dan pengguna mengharapkan adanya timbal balik atas foto dan review yang diberikan hehehe. Yang lebih penting lagi, ini aplikasi buatan anak bangsa. Jadi ayo didukung πŸ™‚

Nah dari aplikasi tersebut kan bisa diketahui potensi wisata daerah masing-masing. Langkah selanjutnya adalah mendorong pengembangan tempat wisata supaya bisa memenuhi kriteria yang saya sebutkan di atas. Kalau tempat wisata daerah sendiri sudah aman, nyaman, bermanfaat, dan terjangkau, pasti akan muncul kualitasnya. Dengan bantuan blog atau apps modern seperti WisataLokal, tempat wisata lokalΒ yang sudah berkualitas satu per satu makin terkenal. Kalau sudah begitu, semuanya senang πŸ˜€

Iklan

17 thoughts on “Belajar dari Alun-Alun Bandung, Wisata Lokal Idaman

  1. Gara berkata:

    Moga-moga tempat wisata lainnya di Indonesia segera menyusul ya Mas :hehe. Keren memang kalau empat indikator itu sudah terpenuhi dengan baik, apalagi untuk tempat wisata andalan di suatu daerah :)).

    Suka

  2. wah.. saya baru saja weekend kemarin kesana, saking penasarannya pengen coba nginjak rumput sintetis alun-alun Bandung yang terkenal.. hehe.. Tapi memang sebuah tempat wisata seharusnya membuat nyaman di hati dan di kantong, semoga tempat wisata yang tidak komersil seperti ini lebih banyak disetiap kota di Indonesia biar kalau jalan jalan tidak terlalu pusing.. πŸ™‚

    Suka

    • Aku juga baru tahu rumputnya sintetis pas udah nginjek Alun-alun hehe. Sebelumnya mah lapangan sintetis cuma di tempat futsal. Yah, semoga yang seperti ini makin banyak lagi πŸ™‚

      Tengkyu udah berkunjung.

      Disukai oleh 1 orang

  3. Basement nya dari dulu juga adaaaa hehehe. Semenjak dibangun jadi alun2 berumput saya belum pernah kesana, soalnya penuh terus jadi kurang asik buat foto #yaelah hahaha tapi katanya kalau pagi2 weekday kesana enak, bisa piknik2 sambil menghirup udara segar dan nungguin matahari yang munculnya masih malu2 πŸ˜€

    Suka

    • Dulu itu berpagar, terus kesannya repot kalau mau masuk segala macem. Aku malah baru pernah ke Alun-alun setelah direnovasi πŸ˜€
      Kalo weekday sambil bolos deh #ups

      Suka

  4. wah saya dahulu sering main kesana, belum kesana lagi setelah perubahan macam ini yah, pasti #KangEmilEffect yah??

    sepertinya jadi bisa leyeh-leyeh santai ya bro.. rumputnya katanya keren tuh..
    anyway… Hidup Persib lah!! πŸ˜€

    Suka

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s