Tips wawancara kerja

Tips Menjawab Pertanyaan Teka-teki Saat Interview

Saya kurang tahu apakah metode rekrutmen seperti ini sudah digunakan di Indonesia. Di perusahaan multinasional, terutama yang berbasis teknologi macam Google dan Microsoft, sudah menerapkannya sejak lama. Jadi ketika diwawancara/interview untuk seleksi masuk perusahaan, sang calon pegawai kadang-kadang diberi pertanyaan yang nyeleneh dan unik. Mirip seperti teka-teki. Ini contohnya:

  1. Berapa jumlah penduduk Indonesia yang bergolongan darah O?
  2. Seandainya Anda punya usaha penyewaan helikopter untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, berapa tarif per jam yang Anda kenakan pada konsumen?

Ujian Terselubung

Kalau mendengar pertanyaan seperti itu, tak perlu heran. Tetap saja bersikap tenang. Menurut biginterview.com, pertanyaan teka-teki memiliki maksud untuk menguji kemampuan kandidat Baca lebih lanjut

Iklan
The fire within me

The Fire Within

Well, let me tell you all that I experienced little mix of insight and shock earlier this week. I was having an undergraduate thesis seminar (not thesis defence), and it affected my mood for almost a whole week. Of course I got useful reviews and chance for improvement. It’s just somehow my effort didn’t come out completely, thus created unexpected output from both my supervisor and examiner. As a result, I felt incapable of doing something that fulfill their expectation. I lost my determination, confidence, and focus. The fire within me had gone.

This week is spent by going to campus regularly, doing old hobbies like bookbinding and playing puzzles, even some more productive activities. Haven’t touch the thesis again, though. Couldn’t do it with this messed up mind. Basically I was just running away.

Fortunately, this Yogi is an intuitive thinker and easily triggered by stimulus of challenge. Today I attended an info session of MGAC (Maybank Go Ahead Challenge). At first I thought it’s business case competition, until I see the videos of previous competitions. My pupils dilated when I watch various challenges provided. More than business case, they have pitching test, courage test, creativity test, reasoning test, teamwork test, and many more. For the first time in this week, I felt like I found something worthy to pursue. At precisely that moment, the fire within me returned. Too simple, huh? Well, I never try to have difficult life by overexposing my feeling. I lost my drive, and thank The Lord I got it back.

I seldom post confession like this in my blog before. Strangely I feel better after writing this. Weaknesses we admit are sign that makes us human.

Happy holiday, because Bandung is celebrating 60 years of AAC (Asia Africa Conference) tomorrow 🙂

Check the schedule out. Beware of traffic jam.

Kartini: (Jangan) Sekedar Simbol Emansipasi Wanita

Selamat Hari Kartini bagi yang merayakan. Eh, siapa yang merayakan Hari Kartini? Tengok saja sekeliling, di tepi jalan hingga kantor pemerintahan. Pawai-pawai meriah diadakan, perempuan berdandan dan berkebaya, bunga-bunga dibagikan di jalan, lomba-lomba PKK diadakan. Di televisi dan media massa lain tak kalah heboh. Liputan khusus diadakan, bahkan hingga film dokumenter khusus. Semuanya dilakukan untuk memperingati Hari Kartini.

Raden Ajeng Kartini (Sumber: Wikipedia)

Memangnya apa sih jasa Kartini bagi Bangsa Indonesia?

Pertanyaan di atas sulit dijawab kecuali dengan membaca kembali sejarah.

Apakah Kartini mengusir penjajah? Tidak. Dia justru berkorespondensi dengan orang-orang Eropa. Apakah Kartini pendiri organisasi massa yang memperjuangkan kepentingan rakyat? Bukan. Dia cuma setara lulusan SD lalu hidup dipingit. Apakah Kartini kaya dan dermawan? Dia keturunan bangsawan namun tak berharta. Lalu apa yang membuat nama Kartini melambung begitu tinggi?

Jawabannya adalah buah pikiran Kartini.

Mungkin ada yang bertanya, “Apa hebatnya cuma menulis surat kepada kaum penjajah? Banyak pahlawan perempuan lain yang lebih berjasa. Mereka membangun sekolah, ikut terjun ke medan perang, …” dan seterusnya. Saya bilang, hati-hati kawan dengan pendapat yang demikian. Aksi memang terdengar lebih mantap, namun perubahan pola pikir memberikan dampak jauh lebih besar. Dengan membuat sekolah zaman itu, berapa orang yang bisa dibantu? Puluhan. Mungkin ratusan kalau sudah berkembang. Dengan berperang langsung, mungkinkah mengusir seluruh penjajah? Paling satu batalyon mundur, lalu kembali lagi dengan bala bantuan lebih besar. Saya tidak mengecilkan peran para pahlawan di bidang tersebut, ya. Hanya saja ada alasan perjuangan sporadis tidak mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Dengan berkorespondensi dan menyebarkan gagasan tertulisnya, Kartini mampu memukau ribuan orang nun jauh di Eropa sana. Dia menulis soal feodalisme yang mengekang perempuan, soal kemanusiaan, soal agama, dan persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan.Sulit dipercaya ada pribumi, dari golongan bangsawan, perempuan pula, yang mampu memberikan pandangan visioner pada masa itu. Apa efeknya? Dunia pun menengok ke Hindia Belanda, tempat yang dulunya dianggap antah-berantah. Hal tersebut menurut saya jadi pemicu hal penting seperti politik etis. Jadi Kartini berperan dalam skala yang tak terbayangkan untuk kebangkitan bangsa ini.

“Sebagai pengarang, aku akan bekerja secara besar-besaran untuk mewujudkan cita-citaku, serta bekerja untuk menaikkan derajat dan peradaban rakyat kami” Panggil Aku Kartini Saja – Pramoedya Ananta Toer

Kartini adalah pencetus pemikiran terbuka yang lahir dari bangsa kita. Pikiran terbuka itulah yang seharusnya kita pelajari dan hargai. Emansipasi adalah konsekuensi dari pikiran yang terbuka. Dengan menghargai peran dan kapabilitas perempuan, seharusnya tidak ada lagi pengekangan dan diskriminasi. Di sisi lain, bagi saya tidak perlu terlalu ambisius dalam menggiatkan apa yang disebut “kesetaraan gender”. Laki-laki dan perempuan ditakdirkan atas peran yang berbeda. Peran tersebut fitrahnya saling melengkapi.

Tujuan hakiki dari perayaan Hari Kartini adalah melahirkan Kartini baru untuk Indonesia (Sumber: ourworld.unu.edu)

Kembali lagi ke perayaan Hari Kartini. Pelaksanaan lomba, aksi-aksi di jalan, liputan-liputan spesial, itu semuanya memiliki maksud yang baik. Yang perlu ditekankan adalah esensinya. Lewat post ini saya mengingatkan lagi misi besar peringatan Hari Kartini. Emansipasi perempuan hanyalah sebagian dari buah pikiran Kartini. Bukalah pikiran, hilangkan tembok perbedaan, dan mari menyongsong terbitnya terang.

Logic Puzzle collection

7 Puzzle Logika yang Bikin Penasaran Semalaman

Saya sudah suka memecahkan puzzle sejak bertahun-tahun lalu. Ada banyak jenis puzzle yang eksis di dunia. Ada puzzle geometri, puzzle matematika, puzzle logika, puzzle lateral, hingga puzzle jebakan. Setelah beredar soal untuk siswa Singapura yang super susah di internet, pamor puzzle logika pun naik beberapa hari terakhir. Gara-gara itu, teman-teman saya jadi rajin berdiskusi sampai malam untuk memecahkan berbagai puzzle. Saya yang sudah banyak baca puzzle pun cengengesan (gaya, padahal nyontek solusi. Itu pun banyak yang nggak ngerti). Bukannya membantu malah bagi-bagi puzzle baru, bikin mereka makin penasaran semalaman.

Soal logika yang bikin geger jagad persilatan (sumber: www.straitstimes.com)

Sekarang saya mau bagi-bagi soal buat para pembaca kece saya. Setelah semedi dan membaca sumber primer puzzle, saya sajikan 7 puzzle pilihan untuk menemani Anda berpusing kepala. Kalau merasa puzzle di gambar atas terlalu sulit, jangan khawatir. Kita mulai dari yang mudah-mudah. Nanti diakhiri dengan puzzle logika tersulit di dunia (The Hardest Logic Puzzle Ever). Baca lebih lanjut

Wana Wisata Grape: Vakansi Kilat Daerah Madiun dan Ponorogo

Setiap warga kota biasanya punya destinasi favorit sebagai tempat untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk rutinitas. Tujuan kesukaan adalah daerah dataran tinggi yang sejuk. Orang Bandung pergi ke Lembang. Orang Jakarta pergi ke Puncak (merambah ke Bogor dan Bandung pula). Orang Jogja pergi ke Kaliurang. Orang Solo pergi ke Tawangmangu. Orang Malang pergi ke Batu. Apa lagi?

Orang Ponorogo dan Madiun biasanya pergi ke Telaga Ngebel atau Telaga Sarangan. Saya yang aslinya Ponorogo pun sudah berkali-kali menyinggahi kedua tempat tersebut sejak kecil. Pikir saya sudah tidak ada tempat dekat yang berhawa sejuk di sekitar Ponorogo. Ternyata saya salah. Masih ada tempat yang demikian. Namanya Grape (baca: gra-pe, bukan grape yang berarti buah anggur, hehehe).

Peta Google di atas menunjukkan jalur menuju Grape dengan patokan Alun-alun Ponorogo. Silakan edit tujuan awal sendiri sesuai kebutuhan. Perlu diketahui bahwa dari kota Ponorogo maupun Madiun tidak ada tanda jalan yang langsung menunjuk Grape. Kalau dari Madiun cari tanda jalan ke Dungus, atau langsung Baca lebih lanjut

Kutipan

Little Floating Creatures

In response to The Daily Post’s weekly photo challenge: “Afloat.”

Barely visible to naked eyes, there are floating creatures roaming around. Either looking for dinner or just enjoying life.

macro image of butterfly

Weightless butterfly is having some rest on tall grass.

afloat-spider

Little spider walks on single thread

Look for more submission here. For my other photo collections, click here.

Tren Pekerjaan Bidang IT 2015

Sebagai mahasiswa yang bergelut di bidang IT, kadang saya merasa sedih saat melihat persepsi masyarakat yang memandang IT terlalu luas dan abu-abu. Tahunya lihat komputer, kemudian di dalamnya ada aplikasi yang secara mejik bisa begini-begitu. Begitu ada masalah, langsung teriak-teriak ke “orang IT”. Perlu saya tegaskan, bidang IT tidak sedangkal itu.

Sekarang saya buat analogi membangun suatu gedung. Dalam membangun satu gedung bertingkat yang fungsional kan tidak bisa asal bikin. Perlu ada perhitungan dan rancangan. Makanya perlu ada desain dahulu, baru kemudian gedungnya dibangun berdasarkan desain tersebut. Lalu, apakah pengerjaan desain dan pembangunan gedung dilakukan pihak yang sama? Biasanya tidak. Yang di awal jatah arsitek, sementara di akhir jatah kontraktor. Mengapa dipisah pekerjaannya? Sebab kalau dilakukan satu pihak, beban kerjanya terlalu besar. Selain itu, merancang dan membangun gedung memerlukan keahlian berbeda. Kemudian setelah gedung itu jadi dan berfungsi secara utuh, tanggung jawab arsitek dan kontraktor pun selesai. Kalau suatu saat ada masalah bagaimana? Perlu dibentuk lagi tim maintenance gedung.

Pengembangan dalam bidang IT pun memiliki kompleksitas yang serupa dengan analogi di atas. Ada yang tugasnya jadi arsitek pengembangan sistem, atau bahkan cuma arsitek software. Ada yang jadi software developer. Tapi zaman sekarang software pun tergantung platform: desktop, web, maupun mobile. Daftar kebutuhan kerja di bidang IT makin beragam, makanya Baca lebih lanjut

EF#14 Weekly Challenge: Wargreymon

I hear your call, and this is my submission for EF#14 Weekly Challenge: Favorite Cartoon Character

Digimon generations

Digimon generations, by KoujiGirl

It’s really exciting to talk about childhood memories of course. When the phrase “favorite cartoon character” came up, I immediately remembered some cool cartoons to watch on Sunday morning. I and my brother used to watch TV together. We were amazed by vibrant storyline, fresh humor, little weird voice acting (as if some characters were played by one voice actor), and most importantly bad-ass characters.

The TV shows in 90s didn’t involve crappy love story, swaggin’, and some other nonsense stuff like these days. Even though most cartoons are nonsense, 90s cartoons had important values to learn. Dominantly about friendship and determination. So at least I was taught something useful.

When I was trying to decide featured character, I had a bit of dilemma Baca lebih lanjut

Belajar dari Alun-Alun Bandung, Wisata Lokal Idaman

Prolog

Menurut saya ada 4 kriteria tempat wisata lokal yang baik.

  1. Memberikan hiburan bagi masyarakat secara umum
  2. Menyediakan fasilitas dasar memadai (parkir, toilet, tempat sampah, dll)
  3. Terjangkau bagi semua kalangan
  4. Menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan

Karena bicara soal wisata lokal, ya konteksnya berangkat dari yang paling dasar, yaitu sarana rekreasi bagi orang-orang di sekitar tempat wisata. Terus, lingkupnya adalah kebutuhan masyarakat umum. Saya tidak bahas orang-orang dengan jiwa petualang berlebih karena ada satu kebutuhan lain: menjelajah hal baru. Biarpun cuma hal dasar, saya pikir empat syarat tersebut mutlak agar suatu tempat wisata bisa berkembang. Kalau pariwisata di Indonesia mau dimajukan, tempat wisata juga harus nyaman kan?

Ada satu tempat wisata di Bandung yang ingin saya ulas karena memenuhi kriteria di atas. Itulah Alun-Alun Bandung dan Masjid Raya Bandung.

Masjid Raya bandung Propinsi Jawa Barat

Masjid Raya Kota Bandung

Kalau cuma alun-alun dan masjid raya sih, sebagian besar kabupaten juga punya kan? Nyatanya hampir setiap hari tempat itu selalu ramai pengunjung. Baik dari Bandung maupun luar Bandung. Lantas apa istimewanya tempat wisata itu? Untuk menjawabnya, Baca lebih lanjut