s.id, URL Shortener Buatan Indonesia

Penggemar sosial media tentu pada tahu apa itu URL shortener atau dalam Bahasa Indonesianya pemendek tautan (blog ini cinta Bahasa Indonesia yang baik dan benar, hehehe). Pada prinsipnya pemendek tautan merupakan layanan yang mengubah tautan panjang menjadi tautan yang lebih pendek. Fungsi utamanya ada dua: menyampaikan informasi dalam media yang membatasi jumlah karakter (Twitter, messenger), serta memudahkan mengingat tautan.

Layanan pemendek tautan yang terkenal antara lain:

  1. bit.ly
  2. tinyurl.com
  3. goo.gl
  4. is.gd

Semuanya buatan luar negeri. Apakah tidak ada yang buatan Indonesia? Tentu saja ada. Banyak orang Indonesia jago kok. Satu yang mau saya bahas adalah s.id, pemendek tautan buatan PANDI (Pengelola Nama Domain Internet indonesia). Saya bilang ini keren banget. Mengapa? Ada dua alasan:

  1. Buatan anak Indonesia
  2. Pendek. Banget. Sampai-sampai situs ini berani pasang tagline “The world shortest and open URL analytics”
s.id, layanan URL shortener Indonesia

Tampilannya modern tapi Indonesia banget.

Saya awali dengan mencoba tautan blog sendiri. Dari tautan yang panjang itu awalnya saya dapat tautan s.id/H59. Pendek sekali bukan? Kalau mau diubah, klik tombol edit di bawahnya. Kemudian saya ubah tautan alternatif saya menjadi s.id/yogski. Hasilnya seperti gambar di bawah.

s.id url shortener indonesia

Fiturnya standar, namun saya suka dengan formatnya yang ringkas.

Jadi, kalau ada layanan bagus buatan orang Indonesia sendiri kenapa tak dipakai? Ayo pakai produk karya anak bangsa 🙂

Bonus

Mahasiswa di himpunan saya juga bisa bikin pemendek tautan, walaupun tidak bisa dibilang hasilnya lebih pendek. Namanya beat.inkubatorit.com

IIT URL shortener beatiit

Pemendek tautan buatan Himpunan Mahasiswa Informatika ITB

Iklan

Review Buku: Animal Farm – George Orwell

Setelah membahas novel legendaris George Orwell berjudul 1984 di postingan dulu, sekarang saya mau membahas karya George Orwell berjudul Animal Farm. Novel ini juga terhitung legendaris. Katanya nama George Orwell sebagai penulis kritik sosial melambung lewat karya satu ini.

Cover Novel Animal Farm George Orwell

Animal Farm – George Orwell

Saya akui kover novel ini keren. Di sisi lain, telat sekali novel ini terbit di Indonesia. Bentang Pustaka baru menerbitkannya Januari 2015. Faktanya, buku ini usianya sama dengan Indonesia. Terbit pertama kali tahun 1945 sebagai kritikan terhadap ideologi sosialisme. Dikemas dalam bentuk satir dan fabel, Animal Farm adalah sebuah bacaan yang mendidik namun tidak menggurui. Mirip dongeng sebelum tidur, hanya saja topiknya berat.

Kisahnya bermula dari Major, si babi tua peternakan yang visioner. Dia punya mimpi bahwa semua binatang di peternakan itu dapat hidup bebas tanpa ditindas manusia. Untuk itu para hewan harus bersatu mengalahkan si pemilik peternakan. Akhirnya mereka pun berhasil menguasainya.

Begitu para hewan menguasai peternakan dan menjalankannya, muncul berbagai perkara. Mengurus peternakan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih lagi, perkara kepemimpinan menjadi isu yang gawat. Berhasilkah para hewan itu mewujudkan kebebasan dalam peternakan mereka? Silakan baca sendiri 😀

Kamu berjiwa sosialis? Mahasiswa FISIP yang rajin kajian? Sekedar ingin tahu bagaimana ideologi sosialisme muncul dan berkembang dalam ilustrasi? Wajib baca buku ini.

Kutipan

Life is Ephemeral

In response to The Daily Post’s weekly photo challenge: “Ephemeral.” Click here to look for more.

Nothing lives forever. We have several decades of lifetime in average. More creatures live even much shorter. In my opinion, one must always realize that he/she is ephemeral relative to vast universe.

I am weak, ephemeral creature made of mud and dream. But I feel all the powers of the universe whirling within me. (Nikos Kazantzakis)

By watching ephemeral existence, we learn how to apreciate life.

Jamur mulai muncul saat musim hujan

Early stage of mushroom life on a tree. It’s so small that I couldn’t get good focus.

Jamur tumbuh di pohon saat musim hujan

Mature stage of mushroom life on the same tree.

See more of my WPC submissions at Weekly Photo Challenge menu or click here.

Lampu lalu lintas kota

Lucky Streak Lampu Hijau

Lucky streak merupakan istilah yang berarti keberuntungan secara beruntun. Biasanya dipakai dalam istilah perjudian untuk menandakan kemenangan secara berturut-turut dan dapat uang banyak. Bukan berarti saya berjudi nih. Hanya saja beberapa waktu lalu saya mengalami hal menarik yang berkaitan dengan hoki ini.

Ceritanya Sabtu kemarin sanak keluarga main ke Bandung. Katanya tiba di Stasiun Bandung pukul 06:40. Karena ada sedikit hambatan, saya baru bisa berangkat pukul 06:30. Pasti terlambat, begitu pikir saya. Makanya begitu di atas motor langsung geber saja mumpung lalu lintas masih sepi. Begitu sampai di lampu merah Gasibu, alhamdulilah lampunya pas berubah hijau. Nggak ada halangan. Kemudian menuju lampu merah perempatan Taman Dago. Eh, nggak tahunya sedang hijau juga. Sampai saat itu saya senang karena lagi hoki. Yang bikin heran, setiap saya lalui lampu lalu lintas pagi itu, keadaannya selalu lampu hijau. Totalnya lima kali. Lima kali lampu hijau!

Anda mengerti betapa mejik pengalaman itu? Kalau disuruh mengulangi, saya nggak tahu kapan bisa terjadi lagi. Biar lebih paham, hitungan persentase kemungkinannya sebagai berikut.

Asumsikan rata-rata perbandingan waktu lampu hijau dan lampu merah adalah 1:2. Dengan demikian, kemungkinan kita datang di perempatan pas lampu sedang hijau adalah 1/3. Kalau dapat dua lampu hijau berturut-turut, kemungkinannya adalah 1/3 x 1/3 = 1/9 = 11,1%. Sementara lima lampu hijau berturut kemungkinannya adalah 1/3 x 1/3 x 1/3 x 1/3 x 1/3 = 1/243 = 0,41%. Satu dari dua ratus empat puluh tiga kali percobaan.

Ada dua kemungkinan apabila saya mendapatkan hoki di saat saya membutuhkannya:

  1. Saya jago hacking lampu lalu lintas macam game Watchdogs
  2. Perjalanan saya diridhoi
Game watchdogs hacking elektronik

Enak kalau bisa hacking ala Watchdogs, lampu lalu lintas jadi hijau semua (Sumber: venturebeat.com)

Nomor 1 mustahil di Bandung. Koneksi laptop aja gampang-gampang susah. Apalagi lampu lalu lintas 😛

Akibat kemacetan yang minim dan lampu lalu lintas yang hijau terus, saya bisa sampai dalam 15 menit (biasanya 20-30 menit). Tidak terlalu terlambat untuk menjemput keluarga. Mungkin lucky streak seperti ini terjadi karena tujuan yang mulia, jadi perjalanannya barokah 😀

Kesimpulan: Berdoa sebelum berangkat naik kendaraan. Luruskan niat yang barokah. Siapa tahu hoki.

Balada bahasa indonesia Yogi Saputro

Balada Bahasa Indonesia: Keluarga Kata “Tujuan”

Kembali lagi ke postingan soal Bahasa Indonesia yang menyusahkan tercinta.Asal mula saya membahas ini adalah karena saya belajar ilmu manajemen teknologi informasi dalam organisasi (enterprise). Dalam organisasi kita mengenal ada visi, misi, tujuan, dan sasaran. Padahal semuanya bermakna pokok sama, hanya beda konteks. Dalam teks referensi asli yang berbahasa inggris ada lebih banyak lagi kata yang bermakna “tujuan”, namun digunakan dalam konteks berbeda terkait ilmu keorganisasian. Berikut contohnya (definisi kata diambil dari Merriam-Webster):

  • vision : something seen in a dream, trance, or ecstasy
  • mission : a task or job that someone is given to do
  • goals : the end toward which effort is directed
  • objectives : something toward which effort is directed; a strategic position to be attained or a purpose to be achieved
  • purpose : something set up as an object or end to be attained

Sekarang, kita coba terjemahkan ke Bahasa Indonesia. Referensi pilihan katanya berasal dari Google Translate.

Pusing? Iya. Sebab maknanya bertumpuk. Ini bisa menimbulkan kerancuan, terutama di bidang yang saya pelajari. Ketika saya menuliskan “tujuan”, bisa saja muncul kebingungan. Yang diacu maksudnya goals, purpose, atau objectives?

Untuk menghindari kerancuan, saya mencari kata dalam Bahasa Indonesia yang bermakna “tujuan”. Caranya? Saya mencari dalam Kamus Tesaurus Bahasa indonesia. Hasilnya banyak temuan kata menarik yang bisa jadi alternatif.

  • bahan
  • hajat
  • haluan
  • intensi
  • jangka
  • juntrungan
  • jurusan
  • kehendak
  • khitah
  • landasan
  • murad
  • objek
  • orientasi
  • pamrih
  • paran
  • ujud
Kamus meme KBBI khitah tujuan

Trademark blog ini, definisi kata-kata aneh 🙂

Sekarang yang perlu saya lakukan adalah mengecek arti kata masing-masing kemudian mencocokkannya dengan makna dalam bahasa inggris. Yang paling mendekati maknanya adalah yang layak dipakai sebagai terjemahan. Dengan demikian tidak akan muncul kerancuan. Sayangnya saya terlalu malas melakukannya. Capek. Hahaha.

Sampingan

Infografis 5 Bulan Pemerintahan Jokowi

Infografik pemerintahan Indonesia Jokowi

Infografis kinerja pemerintahan Jokowi berjudul “Indonesia Sejak 20 Oktober 2014”, diterbitkan oleh Keluarga Mahasiswa ITB

Keluarga Mahasiswa ITB atau KM-ITB baru-baru ini menerbitkan infografis (atau infografik?). Infografis di atas menggambarkan kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Kabinet Indonesia Hebat sejak Oktober 2014 hingga Maret 2015 (klik gambarnya untuk melihat lebih jelas). Tak semuanya dilingkupi dalam infografis ini. Setidaknya kita dapat gambaran mengenai perkembangan di Indonesia. Kebijakan yang disorot KM-ITB antara lain:

  • Fluktuasi harga BBM dan perbandingannya dengan harga minyak global
  • Nilai tukar rupiah
  • Tarif tol dan subsidi KA
  • Jaksa Agung Indonesia
  • Blok Mahakam
  • Harga Beras

Namanya juga infografis, semua yang ditampilkan di sini berdasarkan data dan fakta. TIdak ada penarikan kesimpulan yang menjatuhkan pihak manapun. Mari ditanggapi dengan bijak.

Kutipan

Wall of Old Batavian Bar

In response to The Daily Post’s weekly photo challenge: “Wall.”

Foto Kota Tua Jakarta Batavia

Old bar in Old Batavia. The old signs on the wall are classic. The bar is not operating anymore, though.

This is a wall of building in Old Batavia or Kota Tua Jakarta. The place used to be capital of Dutch Colonial Government. Old Batavia was busy with port activities. Life was hard. Fortunately, bar always brought cheers to people. Time had flown away. Now only the building and signs (at least most of them) remained. Indonesian flags are waving.

Other submissions for Weekly Photo Challenges: Wall are here.

NB: I tried to edit my old submission, but the connection was unstable. Then my earlier post went wrong and I can’t fix it. Sorry.

Rekomendasi Workout ‘Menyenangkan’ ala Neila Rey

pokemon workout kebugaran jasmani

Lihatnya saja sudah lucu, apalagi dijalanin biar kuat

I hate being weak.

Berikut ini ada tes sederhana: kalau anda bekerja atau sering berada di gedung bertingkat tinggi, coba naik tangga hingga 3 lantai (lantai 1 ke lantai 4, lantai 2 ke lantai 5, dst) dengan langkah agak cepat atau membawa beban. Kalau sampai di atas sudah mulai ngos-ngosan, berarti tingkat kebugaran (fitness) anda sedang payah. Terlalu terus terang? Sebaiknya disadari bahwa kesehatan dan kebugaran badan itu merupakan amanah sekaligus aset. Kalau tingkat kebugaran rendah, yang rugi adalah diri sendiri. Kalau badan enteng kan pekerjaan lebih cepat selesai, tidak mudah lelah, dan cepat pulih setelah kerja keras.

Saya dulu senang bergerak lebih cepat. Sekali melangkah, dua anak tangga terlewati (literally). Pas jalan sama teman-teman sering yang paling depan. Lalu sampai di bagian akhir kuliah, dimana tugas menumpuk dan jadwal terbengkalai. Hari-hari lebih banyak dipenuhi bertugas di depan laptop. Ketika naik tangga dari lantai 1 sampai 4 gedung kuliah (sambil bawa tas berisi laptop), nafas mulai tak teratur. Saya pun sadar kalau kebugaran berkurang.

I hate being weak. Jadi saya langsung cari solusi. Saya nggak pernah fitness di gym. Mahal dan nggak ngerti. Terus malas juga kesana kemari buat latihan. Mending latihan di rumah dengan modal murah. Alternatif pilihan ada 3: Baca lebih lanjut

Dimensi 4R Mahasiswa ITB

Tongkat estafet kepemimpinan Institut Teknologi Bandung sudah berganti tangan. Kini posisi rektor ITB dijabat oleh Bapak Kadarsyah. Nama lengkapnya Prof. Dr. Ir. Kadarsyah Suryadi, DEA. Sebenarnya sih sudah beberapa bulan yang lalu. Hanya saja baru-baru ini saya berkesempatan melihat beliau dalam kapasitas sebagai rektor. Tepatnya dalam acara Gelar Budaya Aceh 2015 di Sabuga tanggal 8 Maret 2015 kemarin.

Menurut beliau, dimensi mahasiswa ITB yang ideal itu ada 4R: rasio, raga, rasa, dan religi.

Rasio: Mahasiswa ITB itu dilatih untuk berpikir kritis. Pikirannya dalam, analisisnya tajam. Hal tersebut diajarkan lewat mata kuliah dan budaya sistematis (ini adalah salah satu keunggulan ITB sejak dulu hingga sekarang).

Raga: Mahasiswa ITB itu harus sehat dan mampu secara jasmani. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya mata kuliah olahraga dan unit olahraga (yang menurut saya sendiri pun kurang. Bagaimana dengan mahasiswa tingkat akhir?).

Rasa: Mahasiswa ITB itu memiliki kepekaan yang tinggi. Bersikap kooperatif di lingkungan sosial dan menjunjung tinggi norma. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya pelatihan soft skill saat masa TPB serta kesempatan belajar di organisasi mahasiswa seperti KM-ITB, himpunan, serta unit kegiatan mahasiswa.

Religi: Mahasiswa ITB diharapkan memiliki jiwa spiritual. Segala tindakannya tidak terbatas pada maksud duniawi, melainkan untuk tujuan yang lebih tinggi. Hal tersebut diwujudkan dengan wadah beragama di unit agama masing-masing, serta mata kuliah agama yang wajib diikuti.

Demikianlah dimensi 4R menurut Pak Kadarsyah. Semoga bisa dipahami, dilaksanakan, dan dievaluasi keberjalanannya di ITB.

Reading list featured image Maret 2015

Reading List: Maret 2015

Apakah sudah terlambat untuk menuliskan buku yang mau dibaca bulan ini, padahal sepertiga bulan sudah berlalu? Masa bodoh lah. Ini karena lagi sibuk membaca materi untuk tugas akhir. Jadi saya curi-curi kesempatan untuk membaca (kurang sableng apa ini, kalau bosan membaca hiburannya adalah membaca yang lain). Di samping itu, sudah menumpuk buku yang saya beli namun belum kunjung dibaca. Sekarang saatnya menyobek sampul plastik dan menyelami lautan kata di dalamnya.

Ini daftar baca saya untuk bulan Maret 2015.

1. Animal Farm-George Orwell

Cover Novel Animal Farm George Orwell

Animal Farm yang legendaris. Desainnya seram, namun mencerminkan karya Orwell.

Novel ini ditulis pada masa perang dunia II. Saat itu pandangan politik tirani ala Soviet tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Kemudian Orwell secara cerdas membuat karya berdasarkan kondisi tersebut. Bayangkan ada sekelompok hewan ternak dan peliharaan ingin lepas dari majikan manusianya. Mereka pun berhasil (sampai sini saja sudah absurd) dan merasa senang. Namun apakah kesenangan itu berakhir selamanya? It’s time to find out

2. Hope: Kick Andy Heroes-Tim Kick Andy

Cover buku Kick Andy Heroes

Buku motivasi biar jadi pahlawan 🙂

Saya sudah punya buku sejenis. Namun godaan motivasi sejenis ini memang tidak bisa saya hindari. Kisah orang-orang ini memukau sekaligus tersembunyi. Bagaikan batu akik yang masih tertimbun dalam tanah :P. Buku ini berisi kisah perjuangan pahlawan yang sebenarnya. Jalan menjadi pahlawan tidak pernah mudah, namun berkat orang-orang ini kita sadar bahwa masih ada kebajikan di muka bumi.

3. Pembunuhan atas Roger Ackroyd-Agatha Christie

Cover Novel Terjemahan Agatha Christie Bahasa Indonesia

Kisah detektif, salah satu genre favorit saya. Karya Agatha Christie yang wajib dikoleksi.

Misteri pembunuhan. Agatha Christie ahlinya soal itu. Ditambah pula tokoh-tokoh yang saling berkonflik menambah keruwetan kasus. Pokoknya saya suka baca novelnya saja. Setiap beli buku baru pasti ada yang dari Agatha Christie.

4. Satu Menit Pencerahan Nurcholish Madjid-Budhy Munawar-Rachman dkk (editor)

Cover Buku Nurcholish Madjid

Saya sering mendengar nama Cak Nur, namun belum pernah mengetahui pemikirannya secara langsung. Daripada berprasangka dengan label macam-macam, lebih baik baca dulu. Setelah itu baru memberikan penilaian.

Sebagai pemikir dan cendekiawan muslim, Nurcholish Madjid telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan Islam terutama di Indonesia. Saya sendiri cenderung berpendapat penegakan Islam zaman dulu dan zaman sekarang itu caranya berbeda meskipun syariatnya sama. Cak Nur sudah menyadari hal tersebut sejak tahun 1970!

Yang dipikirkan adalah modernisasi Islam. Benar atau salah, saya tidak bisa memberikan judgement karena ilmu yang teramat dangkal. Setidaknya cobalah baca buku ini untuk memahami jalur pikiran beliau. Banyak yang anti dan menganggap sesat, saya juga tidak berhak memberikan judgement atas penilaian mereka (Pasalnya, kata kunci yang muncul di Google terkait Nurcholish Madjid umumnya dua jenis: pemikirannya dan kesesatannya). Just enjoy the book.

5. Sherlock Holmes: Games of Passion-Sir Arthur Conan Doyle

Cover Sherlock Holmes The Game of Passion

Kumpulan kisah yang menyebut nama Irene Adler, wanita idaman Holmes, di dalamnya. Menariknya, versi ini cuma diterbitkan di Indonesia.

Pengumpulan yang unik dari buku Sherlock Holmes. Saya baca karena suka saja.

Jadi itulah Reading List saya untuk Maret. Semoga diberi kesempatan untuk menyelesaikan semuanya 😀

Mengapa Mahasiswa Harus Menulis Skripsi

gambar kaos meme tuhan bersama mahasiswa tingkat akhir

Biar mantap, cantumkan kalimat sakti: Tuhan bersama mahasiswa tingkat akhir. Amin. (Sumber: tongsetancolony.wordpress.com)

Tulisan ini terinspirasi dari bimbingan dan nasihat dosen beberapa hari belakangan. Saya menulis ini dengan dua tujuan. Pertama, memacau semangat untuk menyelesaikan skripsi. Kedua, berbagi pencerahan dengan pencari wangsit ranah maya (terutama yang sedang dirundung stres tingkat akhir). Saya tidak mencoba memberi kata-kata motivasi. Banyak yang lebih jago. Yang ingin saya lakukan adalah menjabarkan esensi di balik kewajiban skripsi bagi mahasiswa S1.

“Mahasiswa adalah ujung tombak perubahan bangsa ini.” Ada yang pernah mendengar kalimat tersebut? Biasanya banyak diucapkan ketika masa ospek dengan mahasiswa senior. Kalimat mereka berapi-api, membakar semangat. Kadang-kadang juga sedemikian membosankan sampai bikin ngantuk (tapi jangan ngantuk kalau baca tulisan saya hehe). Sayangnya kebanyakan dari mereka tidak menjelaskan bagaimana cara menjadi ujung tombak perubahan bangsa ini. Bukan, bukan dengan berdemonstrasi. Kebanyakan demonstrasi berujung anarki. Gerakan mahasiswa? Bisa juga. Namun bukan yang utama. Menurut saya, mahasiswa menjadi ujung tombak perubahan dengan membawa ilmu kepada masyarakat.

Seorang mahasiswa selayaknya punya kualitas akademik dan idealisme. Dengan keduanya, mahasiswa menimba ilmu untuk memperbaiki masyarakat.

Apakah kita memilih untuk menjaga idealisme atau tenggelam dalam realita?

Lalu apa hubungannya dengan skripsi?

Skripsi adalah perwujudan kualitas akademik mahasiswa. Lewat skripsi, mahasiswa belajar untuk berpikir kritis dan menuliskannya secara sistematis. Kemampuan tersebut penting dalam jenjang kehidupan selanjutnya. Di sisi lain, mahasiswa juga membaca berbagai pustaka dalam rangka penulisan skripsi. Sebagian besar pustaka yang tersedia masih ditulis dalam bahasa asing. Penyerapan pengetahuan ke dalam Bahasa Indonesia akan menambah wawasan untuk negeri ini. Proses berpikir dan produk pengetahuan adalah bentuk kontribusi mahasiswa yang ‘dipaksa’ dengan skripsi.

Dalam skala yang lebih besar, makin banyak jumlah tugas akhir atau skripsi yang dibuat berarti makin banyak pengetahuan yang diserap. Setiap peradaban yang unggul dalam pengetahuan akan berjaya. Tidak ada yang bisa melakukan peran sebesar itu selain mahasiswa. Di situlah peran mahasiswa sesungguhnya sebagai ujung tombak perubahan.

Tentunya filosofi yang dijelaskan di sini adalah bentuk ideal. Terlebih lagi, tujuan mulia ini tidak tampak manfaatnya dalam jangka pendek. Skripsi lebih dipandang sebagai ‘tembok tinggi’ yang harus dilewati kalau ingin lulus kuliah. Akibatnya, segala cara dilakukan untuk melampaui tembok tersebut. “Yang penting saya lulus,” adalah pikiran keliru yang menghinggapi banyak mahasiswa sehingga skripsi dibuat asal jadi.

Skripsi memang sudah mencakup pemenuhan kualitas akademik mahasiswa, namun satu aspek lainnya tertinggal: idealisme. Kualitas akademik tanpa idealisme hanya berujung pada kuliah asal, belajar asal, dan berkarya asal. Idealisme harus dijaga oleh masing-masing mahasiswa, sebab itulah hakikat ujung tombak perubahan. Bagaimana cara menjaga kualitas idealisme mahasiswa? Mungkin harus ditanyakan ke nurani masing-masing. Apakah kita memilih untuk menjaga idealisme atau tenggelam dalam realita?

Galeri

Pemandangan dari Gunung Api Purba Yogyakarta

Kali ini saya bakal bercerita soal Gunung Api Purba Nglanggeran. Ini adalah satu contoh objek wisata yang cukup oke untuk jadi alternatif wisata alam di Yogyakarta. Letaknya ada di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya mudah dicapai dengan motor maupun mobil. Direkomendasikan memakai kendaraan pribadi atau sewaan sebab tidak ada kendaraan umum.

Jalurnya mengikuti arah ke Kabupaten Gunung Kidul. Kemudian akan muncul petunjuk jalan ke arah Gunung Api Purba. Petunjuknya jelas, asalkan Anda tetap memperhatikan tanda di jalan. Peta jalannya juga bisa dilihat via Google Maps di bawah (asumsi titik start dari Universitas Gajah Mada) 🙂

Harganya tergolong sangat murah. Anda cukup bayar tiket parkir Rp 7000 plus tarif parkir.

Gunung Api Purba ini sekilas nampak seperti bongkahan batu vulkanik raksasa yang muncuat di permukaan. Kalau diperhatikan seksama, daerah sekitar tempat wisata pun dipenuhi bebatuan serupa. Saya bisa membayangkan gunung api purba yang dimaksud itu sebenarnya jauh lebih besar daripada yang tampak saat ini. Sayangnya, karena tidak punya kamera yang memadai untuk memotret kenampakan gunung api dari dekat, saya baru mengambil gambar setelah sudah naik.

Pemandangan di sini menyenangkan. Anda akan menaiki tangga, menyusuri celah batu, hingga bertaut dengan akar pohon agar bisa naik. Ada banyak pilihan daerah yang bisa dipanjat. Kalau sekedar menikmati pemandangan, naik selama 15 menit pun sudah cukup. Kalau menginginkan tantangan lebih, ada banyak jalur yang bisa ditelusuri. Jangan takut tersesat karena banyak papan petunjuk. Btw, papan petunjuk di sini kocak. Mulai dari “semangat”, “Anda luar biasa”, sampai “kawasan keep smile“.