Mengajar Cita-cita untuk Penerus Bangsa

Ketika Anda bertanya kepada anak usia SD tentang cita-cita mereka, kira-kira apa jawabannya? Di zaman secanggih ini, nampaknya Anda perlu khawatir kalau jawabannya masih sama dengan tren anak-anak 20-30 tahun yang lalu: dokter, guru, insinyur, pilot. Bukan berarti pekerjaan yang disebutkan tadi jelek, hanya saja keanekaragaman profesi masa kini seharusnya lebih mudah diketahui lewat berbagai macam media. Imajinasi tentang cita-cita pun selayaknya lebih berkembang. Bagi anak yang dididik secara modern, hal tersebut nampak jelas. Mereka dapat mengungkapkan cita-cita mulai dari desainer web, ahli botani, hingga negarawan. Bagaimana dengan anak Indonesia?

Program Ikastara Mengajar di Bandung

Ikastara Mengajar

Sebelum lanjut, saya jelaskan dulu apa maksud postingan ini sebenarnya. Jadi saat ini saya menjalankan program kerja Ikastara (Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara) Cabang Bandung terkait pemberdayaan masyarakat. Program ini dinamakan Ikastara Mengajar. Saya dan pengurus lain memilih untuk mengajar di sebuah SD swasta di Bandung. Mengapa mengajar?

  1. Mengajar adalah kegiatan berkelanjutan, bukan acara sekali dua kali.
  2. Mengajar  itu memberikan manfaat jangka panjang.
  3. Mengajar itu bentuk kontribusi paling gampang yang bisa dilakukan mahasiswa (mayoritas partisipan Ikastara Mengajar adalah mahasiswa)

Pada awalnya goal yang diinginkan adalah membantu pemantapan untuk ujian nasional kelas 6 SD, namun yang demikian pun belum cukup. Tidak ada bedanya dengan bimbel kalau begitu. Saya pun mencoba menambahkan materi baru. Salah satunya adalah mengajari anak-anak untuk memiliki impian dan berani mengungkapkannya.

Hasilnya? Silakan lihat karya anak-anak yang menarik ini 🙂

Cita-cita: menjadi tentara. Mengapa? Karena menyenangkan :3

Cita-cita anak kecil menjadi chef

Jadi Chef harus belajar masak dari sekarang

Cita-cita menjadi guru

Menjadi guru adalah cita-cita paling umum yang ditulis anak-anak ini.

Impian anak SD untuk menjadi penyanyi

Cita-cita: penyanyi

impian anak SD menjadi dokter sekaligus artis

Cita-citanya ingin menjadi dokter atau artis. Hmm, mungkin nggak ya kalau dua-duanya?

Impian anak SD menjadi pembalap F1

“Pembalap F1 adalah cita-cita saya!”, saya langsung tersenyum lebar mendengarnya

Saya senang anak-anak memiliki cita-cita yang beragam. Yang perlu dilakukan oleh para guru atau orang tua adalah membiarkan anak-anak tersebut memiliki impian sehingga mereka memiliki motivasi untuk belajar. Hindari memakai kalimat semacam “Cita-cita kamu aneh sekali,” atau “Itu susah dicapai,” bisa-bisa mereka kehilangan semangat. Seiring waktu mereka akan belajar menyesuaikan dengan bakat dan minat.

Setelah berani bercita-cita, saya mengajar mereka untuk berani mengungkapkannya. Tugas pertama itu sulit, tapi yang kedua jauh lebih sulit. Sistem pendidikan di Indonesia belum efektif menumbuhkan keberanian bagi para siswa, bahkan dengan kurikulum 2013. Pada bagian ini saya harus lebih ‘memaksa’ mereka untuk maju. Harus ada yang mendorong anak-anak ini keluar dari zona nyaman. Kalau tidak, mereka akan terus terbentur dinding bernama malu.

Pada akhirnya saya memberi mereka apresiasi karena telah berani maju dan menceritakan impian. Masih banyak yang perlu ditingkatkan, but I’ll stick around to see them growing up.

Iklan

2 thoughts on “Mengajar Cita-cita untuk Penerus Bangsa

  1. mhilal berkata:

    refleksi menarik, mas. pendidikan sekolah memang harus dibantu agar lebih kreatif. kebijakan dari pemerintah tidak banyak membantu, masyarakatlah yang harus membantunya 🙂

    Suka

  2. Makasih buat dukungannya. Kurikulum sekolah di Indonesia itu masih banyak mengandung nilai yang kurang sesuai dengan tuntutan zaman sekarang. Perubahannya harus dilakukan oleh semua elemen. Perlahan tapi pasti.

    Suka

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s