Berterimakasihlah, Para Penerima Beasiswa!

Jangan sekedar mencari informasi beasiswa

Setidaknya saya ingin bertanya kepada para pemberi beasiswa tersebut, “Apa yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan ini?”

Siapa yang mau beasiswa? Pembaca yang berstatus pelajar dan mahasiswa mungkin sudah niat angkat tangan. Lagipula siapa yang tidak mau mendapat beasiswa? Bayangkan saja, biaya pendidikan ditanggung oleh pemberi beasiswa. Bahkan tidak sedikit yang memberikan uang saku untuk membantu kehidupan sehari-hari.

Saya bersyukur pernah mendapat beasiswa. Dua kali. Yang pertama adalah ketika SMA, saya dibebaskan dari biaya pendidikan (sekolah saya berasrama, sehingga biaya pendidikan itu sudah meliputi semua aspek biaya hidup dan kebutuhan sekolah). Yang kedua adalah saat kuliah, saya memperoleh Djarum Beasiswa Plus dari Djarum Foundation. Saya pun berencana mencari beasiswa studi S2 di luar negeri (ngomong-ngomong, saya menemukan artikel menarik tentang kisah perjuangan mencari beasiswa)

Ketika mendapatkan beasiswa, saya merasa senang karena beban hidup ini terasa lebih ringan. Serius. Alasan utamanya adalah kita tidak kepikiran lagi tentang kesulitan terkait finansial. Ingin rasanya mengucapkan terima kasih langsung. Sayangnya tidak mungkin dong nyelonong ke ruang pimpinan perusahaan dan sekedar mengucapkan terima kasih saja. Meskipun demikian, saya merasa itu hal yang keren untuk dilakukan. Bahkan seharusnya menjadi kewajiban moral bagi penerima beasiswa. Setidaknya saya ingin bertanya kepada para pemberi beasiswa tersebut, “Apa yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan ini?”

Di sisi lain saya melihat jumlah pencari beasiswa yang makin meningkat dari waktu ke waktu. Itu pertanda positif bahwa minat pendidikan di Indonesia meningkat. Ada juga pertanda negatifnya bahwa sebagian menganggap beasiswa itu soal bersaing demi mendapatkan uang. Maunya dapat duit saja. Sudah siapkah mempertanggungjawabkan?

Bayangkan beasiswa adalah sebuah investasi, sementara kita adalah perusahaan yang membutuhkan modal. Di satu sisi, perusahaan yang menerima dana investasi pasti senang karena dapat menambah modal untuk meningkatkan kapabilitas bisnis. Di sisi lain, perusahaan juga harus mengeluarkan pertanggungjawaban kepada investor. Timbal balik yang menguntungkan tentu diinginkan investor, namun dalam beasiswa di sinilah terdapat perbedaan. Beasiswa itu bentuk investasi kepada kita, kaum pelajar, untuk meningkatkan kualitas Bangsa Indonesia.

Gambaran ideal dari kegunaan beasiswa adalah meningkatkan kualitas manusia yang terpilih, sehingga mereka (orang-orang terpilih) dapat memberikan manfaat lebih besar di masa mendatang.Dengan demikian, bentuk balas budi yang dapat dilakukan adalah memberikan sumbangsih kepada masyarakat berdasarkan hasil studi.

Berterimakasihlah kepada sang pemberi dengan memberikan lebih banyak kepada orang lain. Harapan saya, tulisan ini membantu mengingatkan para pencari beasiswa agar tidak sekedar mencari dana saja. Biaya pendidikan itu mahal, tidak dapat dipungkiri. Beruntunglah Anda yang mendapat beasiswa, sementara di luar sana ada ratusan orang tak kalah hebat namun tidak kebagian kesempatan.

Mari disebar supaya kita sama-sama sadar.

Iklan

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s