Resensi Novel Legendaris: 1984 (George Orwell)

Siapa yang menguasai masa silam akan menguasai masa depan, siapa yang menguasai masa kini menguasai masa silam

1984 karya George Orwell

1984 karya George Orwell

Penantian saya untuk membaca buku ini akhirnya kesampaian juga. Sudah dua tahun lebih saya mencari buku ini (karena selalu ada di puncak listopia Goodreads). Awalnya saya kira cuma ada versi Bahasa Inggris. Kemudian ketika keluar cetakan baru dari Penerbit Bentang, saya langsung berburu dan akhirnya dapat.

Rada basa-basi nih, tapi saya merasa harus berterima kasih disertai rasa kagum terhadap Landung Simatupang sang penerjemah novel ini. 1984 sama sekali bukan karya dengan bahasa gampangan. Bahkan di dalamnya terdapat kosakata baru sebagai bagian dari cerita. Namun beliau mampu menuliskannya ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengurangi makna utuhnya. Sungguh hebat saya rasa. Walaupun beberapa kata menjadi lucu juga karena diterjemahkan. Misalnya Ministry of Plenty menjadi Kementrian Tumpah Ruah.

Mengenai isi novel ini saya pun angkat topi. Poster bertuliskan BUNG BESAR MENGAWASI ANDA itu terasa menjadi pembuka tabir atas latar dunia di novel ini. Kondisi distopia dimana Partai manguasai negeri secara penuh. Rakyat diawasi dan dikontrol hingga sedetail-detailnya. Hukuman untuk pembangkang adalah diuapkan. Untuk melanggengkan kekuasaannya, Partai memberikan tiga prinsip:

Perang ialah Damai
Kebebasan ialah Perbudakan
Kebodohan ialah Kekuatan

Di dalam sistem yang ketat itu muncul seorang bernama Winston. Dia anggota Partai yang merasakan ketidakpuasan atas kekejian dan kepalsuan yang terjadi. Pemuja sekaligus pembenci Partai. Orang yang berpotensi menggulingkan kekuasaan totaliter Partai. Dia menjalin kisah cinta (yang tentunya ilegal menurut Partai) dengan gadis bernama Julia. Bersama mereka memupuk kebencian terhadap Partai secara sembunyi-sembunyi. Sampai suatu ketika sesuatu dahsyat terjadi…

Saya hampir tidak percaya buku ini ditulis pada tahun 1949. Seolah-olah novel ini pada masa itu merupakan ramalan dunia masa depan pasca Perang Dunia II. Deskripsinya begitu nyata, merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan terawasi oleh teleskrin, sulitnya suplai pisau cukur sementara berita mengatakan surplus, ketakutan dilaporkan menyimpang oleh anak sendiri, tuntutan pekerjaan pemalsuan di Partai, makan siang di kantin berkarat, dan sebagainya. Penceritaannya begitu mengagumkan sampai-sampai beberapa orang khawatir kalau itu sungguh terjadi pada masa mendatang. Yah, walaupun akhirnya kita tahu kondisi sekarang tidak sampai sedemikian.

Sedikit spoiler, dalam novel ini Winston akan membaca sebuah “kitab” berisi dasar ideologi dunia distopia dalam novel ini. Bagian ini yang menurut saya penyambung paling kuat. Peletak teori politik baru yang cemerlang dari Orwell. Rasanya kalau iman tidak kuat, paham yang tertanam bisa menyimpang. Saya hampir yakin buku ini dibredel di zaman Soeharto. Alasannya dapat dimengerti kalau Anda sudah selesai baca buku ini. Pada akhirnya novel ini pun merupakan satir yang memotret kekerasan dalam pemerintahan dan perang yang terjadi pada dekade 40-an.

Secara keseluruhan, novel ini memang layak disebut sebagai bacaan legendaris. Tulisan yang visioner, kritik sosial yang keras, alur cerita yang kuat, fitur-fitur unik dunia distopia, semua memadu menjadi buku yang layak dibaca sepanjang zaman. Bahkan ketika sudah lewat tahun 1984 sekalipun.

Iklan

2 thoughts on “Resensi Novel Legendaris: 1984 (George Orwell)

  1. Menarik sekali membaca George Orwell, kehidupannya yang penuh dengan perlawanan dituangkan dalam tulisan-tulisannya. Di dalam 1984 ada satu hal yang begitu melekat, yaitu screening, kita bisa diawasi kapanpun dan dimanapun kita melalui banyak hal, gadget, satelit dan bahkan melalui TV pikiran kita dikontrol. Saya rasa buku ini masuk dalam daftar buku yang harus dibaca sebelum mati. 😀

    Disukai oleh 1 orang

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s