Sabtu Refreshing, Part 1: Kawah Putih Ciwidey

Alkisah, saya sedang gabut hari Sabtu kemarin. Pagi sampai siang cuma makan, baca buku, nongkrong di laptop, dan kontak dengan beberapa teman. Saat itulah Bima Yuda alias BM datang dan berkata, “Yog, arep dolan gak?”.

“Neng endi?”

“Kawah Putih.”

Tidak perlu menunggu lama untuk menunggu persetujuan dari saya. Akhirnya terkumpul 4 orang yang mau jalan ke Kawah Putih: Saya, BM, Ridho, dan Yodha. Semuanya sama-sama belum pernah ke Kawah Putih. Jadi kami pakai teknologi untuk menolong. Namanya Google Maps. Transportasi pakai motor biar gesit.

Perjalanan berangkat lumayan menantang. Karena di Bandung sedang ada perayaan HUT (bakal dibahas di part berikutnya hehehe), beberapa ruas jalan dialihkan. Hasilnya adalah kemacetan yang membabi buta. Tidak cuma di kota Bandung. Sudah sampai Bandung Barat pun masih acakadut. Sampai-sampai kami harus naik jembatan penyeberangan agar bisa melewati jalan tol. Untungnya lepas dari daerah kota perjalanan relatif lancar.

Kami sampai di Kawah Putih sekitar pukul 16.00. Udara dingin seperti layaknya daerah pegunungan. Kami sholat ashar dulu baru mulai berangkat. Ternyata jarak kawah putih dari pintu masuk lebih dari 5 km. Jadi berangkatnya menggunakan angkot khusus. Sementara itu kami menunggu sampai pengunjungnya cukup.

Angkot dan pintu masuk

Angkot dan pintu masuk

Btw, harga tiket masuk di sini Rp 30.000. Tapi menurut saya harga segitu pantas mengingat sistemnya baik. Kami tidak diberi tiket kertas, melainkan kartu RFID. Masuknya seperti kalau mau naik kereta. Cukup masukkan kartu tinggal masuk. Beres.

Beberapa saat kemudian kuota orang telah terpenuhi. Kami naik angkot khusus menuju kawah putih. Medan jalan ekstrem, apalagi kalau berkabut. Sepanjang sisi jalan kami temui pemandangan hijau, hutan tak terjamah, bahkan paku-pakuan yang seperti zaman dinosaurus. Bagi saya semua itu tetap menarik untuk dinikmati.

Sekarang tempat publik apapun di Bandung selalu dibuatkan tulisan besar-besar seperti ini

Sekarang tempat publik apapun di Bandung selalu dibuatkan tulisan besar-besar seperti ini

Sesampainya di kawah putih, ritual yang wajib dilakukan tentu saja berfoto. Sampai di kawahnya pun tetap saja berfoto. Saya sendiri sih lebih suka menikmati pemandangan apa adanya.

d27485d14003bb92c468e9e2a938370f

Para pelaku wisata dadakan

Tempat ini disebut kawah putih karena warna pasir yang mengelilinginya putih. Yah yang itu you don’t say lah. Airnya berwarna biru muda kehijauan. Dilarang berenang di sini. Kandungan belerang tinggi. Di beberapa tempat baunya seperti telur busuk. Di salah satu sisi kawah tampak asap membubung. Keadaan relatif aman. Oh ya, tempat ini tidak direkomendasikan untuk penderita asma. Sebab udaranya cukup tipis dan mengandung belerang. Saya sendiri sempat merasa lieur sesaat pas nongkrong terlalu dekat permukaan danau kawah.

Di sekitaran kawah terdapat vegetasi pohon yang sejenis. Saya nggak tahu apa namanya. Semakin dekat kawah, pohon-pohon yang ada semakin sedikit. yang tersisa cuma kayu-kayuan. Membuatnya terasa lebih eksotis.

Kami berada di sana kurang lebih 45 menit. Matahari sudah hampir tak terlihat dan sopir angkot khusus mulai memanggil-manggil. Sebelum mabok belerang, kami putuskan balik (tentu saja setelah foto-foto lagi).

Sekali lagi dengan bantuan Google Map kami mencari jalan pulang. Tidak lupa isi bensin motor, sholat maghrib, dan isi bensin perut. Jalur yang dikasih Mbah Google kali ini ancur banget. Jalannya sepi, gelap, tidak rata, dan bau limbah. Setan pun mungkin nggak doyan ke situ. Namun secara ajaib kami berhasil melewati dua jalur tol dan sampai ke jalan Soekarno-Hatta. Kalau sudah sampai situ aman haha.

Sambil jalan kami berdiskusi mau kemana dulu. Kalau mau pulang sudah pasti macet lewat manapun. Akhirnya kami pergi ke kampus ITB. Sholat isya dan istirahat memulihkan energi untuk fase berikutnya.

(Bersambung)

Iklan

One thought on “Sabtu Refreshing, Part 1: Kawah Putih Ciwidey

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s