Sampingan

Memandang Kekolotan dari Sisi Lain

Untuk memberikan dukungan kepada pacar yang sedang skripsi, saya menawarkan diri menjadi reviewer untuk materi yang telah dia baca. Maklum saja, tuntutan referensi di Fakultas Ilmu Budaya sangat banyak. Rencananya setiap hari dia akan membaca buku. Setelah selesai, dia serahkan summary hasil baca kepada saya. Gampangnya seperti setoran hafalan Al-Quran. Bedanya, guru yang disetor hafalan Al-Quran sudah hafal isinya di luar kepala. Sementara saya yang sehari-hari cuma mengurusi sistem informasi ini cetek sekali soal ilmu budaya. Namun inilah satu-satunya cara yang kami temukan agar tetap saling support ketika kesibukan masing-masing telah menunggu.

Sekarang kembali ke topik. Karena menjadi reviewer, saya tambah pengetahuan soal ilmu budaya. Tulisan pertama membahas akulturasi. Tahu kan, yang berkaitan dengan pergeseran budaya akibat pengaruh budaya baru. Ada hal yang paling menarik bagi saya. Sebuah statemen:

Individu-individu dalam suatu masyarakat yang bersifat kolot adalah mereka yang sudah mempunyai kedudukan yang baik dalam masyarakat. Sebaliknya, individu yang progresif adalah individu yang belum atau tidak mempunyai kedudukan yang baik.

Selama ini saya mengira kekolotan itu sifat yang ada pada seseorang. Terutama orang tua yang umumnya ingin mempertahankan nilai-nilai yang sudah ada. Ternyata kekolotan merupakan metode untuk mempertahankan kedudukan seseorang dalam masyarakat. Sebab proses pergeseran nilai bisa mengubah paradigma masyarakat dan merombak tatanan. Orang tidak mau tahtanya terusir kan?

Itu saja bahasan singkat saya. Kalau ada waktu saya ingin mengaitkannya dengan teori penetrasi pasar.

Iklan

Silakan berkomentar di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s